
Selang lima menit minuman pesanan mereka diantarkan oleh pelayan, Sukma dan kedua rekannya langsung menikmatinya, pandangan Sukma beralih pada suasana rumah makan yang mulai ramai pengunjung.Tak sadar pandangannya menatap ke arah pintu masuk.
"DEG!"
Dada Sukma bergetar hebat melihat pasangan yang menyita perhatiannya, yang kebetulan ia menatap ke arah pintu masuk.
"Mas...."Sukma menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan tangan kirinya meraih buku menu, ia berusaha untuk tak menarik perhatian dengan menutup wajahnya dengan buku tersebut.
"Siapa wanita itu?, kenapa mereka terlihat begitu mesra, seperti bukan mas Zain saja"Sukma yang hafal sikap suaminya yang tak mudah tergoda wanita merasa aneh.
"Jika begitu, artinya wanita itu istimewa bagi mas Zain"
Sukma menurunkan sedikit buku menu yang ia pegang, ia melihat di mana posisi duduk mereka.Syukurlah mereka duduk cukup jauh dari meja Sukma dan rekan-rekannya.Posisi Zain yang membelakanginya berbanding terbalik dengan wanita yang dibawa sang suami.Sukma bisa melihat langsung wanita itu, walau tak terlalu jelas.
"Silahkan pak, bu....ada yang dipesan lagi!"seorang pelayan mrnghantarkan pesanan mereka dan kebetulan menutupi Sukma dari arah meja sang suami.
"Cukup..terima kasih"pelayan itu mengangguk dan gegas menjauh.
Mereka bertiga menikmati makan siang itu dengan tak banyak percakapan, hingga mereka selesai.Sukma menyerahkan beberapa lembar uang merah pada Boby.
"Biar saya saja bu"tolak Boby sembari berdiri hendak menuju kasir.
"Kalau kau tak terima, biar aku yang ke kasir!"titah Sukma sembari tersenyum simpul ke arah dua rekan lelakinya secara bergantian.
"Sudah terima saja uang dari bos Sukma, Bob!"
Boby akhirnya mengangguk dan gegas menuju kasir setelah menerima uang dari Sukma.
Mereka keluar dari rumah makan, Sukma memandang ke arah meja sang suami ia mendengar obrolan mereka yang diselingi tawa renyah dan saling goda.
"Wanita itu terlihat seperti orang kaya, dan sangat akrab dengan mas Zain"guman Sukma dalam hati.
"Bob..kalian pulang saja duluan, saya masih ada urusan!"Boby awalnya berniat mengantar kemana Sukma hendak berurusan, namun wanita cantik itu menolak, akhirnya Boby dan rekannya pulang berdua.
__ADS_1
Sukma menelisik sekitar parkiran rumah makan, ia melihat kumpulan tukang ojek di sebelah kanan parkiran.Dengan langkah pelan Sukma menuju tempat parkiran itu.
"Mbak ojek !"tawar beberapa abang ojek yang ada.Sukma mengangguk dan seorang tukang ojek yang usianya kurang lebih Sukma mulai menghidupkan motornya.
Sukma duduk diboncengan motor itu dengan duduk seperti laki-laki, karena kebetulan wanita itu mengenakan celana panjang berbahan kain.
"Bang tunggu sebentar, bisakah nanti ikuti mobil itu!"pinta Sukma pada abang ojek.Abang ojek itu mengangguk dan menghentikan motornya di dekat arah jalan keluar resto menuju jalan raya.
"Bang tolong, bisakah agar saya tidak terlihat oleh orang dalam mobil itu nanti"
"Bisa mbak, memang dia siapa?"
"Suami saya bang"
"Dengan wanita?"Sukma mengangguk dan sang abang ojek menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Istri sudah secantik bidadari masih juga selingkuh"omel sang abang ojek kesal.
"Biar saja bang, saya hanya ingin tahu di mana tinggalnya wanita itu"tungkas Sukma.
"Nggak usah mbak, bayar seperti biasa saja"elak abang ojek, namun Sukma hanya mengangguk saja ia malas debat, ia tetap akan membayar lebih pada abang ojek yang setia menemaninya menunggu sampai Zain keluar dengan pasangannya.
Beberapa menit kemudian Zain keluar dari rumah makan itu bersama Maysa yang terlihat bergelayut manja di lengan Zain, dan terlihat lelaki itu menikmati perlakuan sang wanita.
"Itu mobilnya bang, ikuti jangan sampai mereka tahu!"
"Beres bu"
Mobil Zain melaju di jalan raya, lelaki itu tak sadar jika ada motor yang mengikuti mereka, mungkin karena mereka asik bercanda mesra di dalam mobil hingga tak memperhatikan sekitarnya.
"Yang aku antar ke rumah langsung ya, barangmu sudah semua di rumahkan!"Zain menatap Maysa yang kebetulan memandangnya dengan mata berbinar senang.
"Iya aku rindu rumah kita, suasananya.." May tersenyum genit kearah Zain, yang menyambutnya dengan kerling mengoda. Memang rumah itu merupakan tempat pertama ketika mereka menikah dan menjadi surga bagi mereka berdua setelah menikah.Hanya ada kebahagia dan cinta di rumah itu bagi mereka, hingga akhirnya Zain melepas sang istri dengan cinta di rumah itu walau hatinya terluka.
__ADS_1
"Ayo turun sayang"Zain membuka safety belt dan gegas keluar mobil menuju pintu samping di mana Maysa turun.Tangan lelaki itu terulur ke arah Maysa yang langsung menyambutnya dengan senyum.
Di sudut luar pagar, Sukma merintih pilu, rumah yang dikatakan akan menjadi tempat tinggalnya dengan emak dan putrinya Arum, saat ini ditinggali sang suami dengan wanita lain.
"Kau sama seperti mas Afit...mas!"
Sukma mengajak abang ojek untuk pergi menjauh dari depan rumah tingkat dua yang bercat putih, rumah yang selalu menjadi mimpi Sukma sejak kecil.
"Mbak..nggak dilabrak saja itu suami dan gundiknya!"saran abang ojek dengan suara marah.."Biar saja bang, kalau ia maunya begitu..saya bisa apa!"
"Bodoh sekali suami mbak, jauh cantik mbaknya dibanding wanita itu, hanya karena bajunya bagus saja mbak.Coba mbak juga dandan seperti itu, aku jamin jauuuuuh cantik mbak!"suara abang ojek itu terlihat kesal.
Sukma hanya tersenyum kecut mendengar ucapan abang ojek, untung ada lelaki ini yang bisa sedikit membuatnya tersenyum walau getir.
"Maaf, dandan yang cantik mbak, beli baju-baju bagus di mol..biar itu laki ngejar mbak terus mbak hempaskan, dasar bodoh!"maki tukang ojek itu sepanjang jalan.
"Bener mbak, ikuti saran saya ya!
"Belilah pakaian bagus!" mbak kerjakan pasti ada duit buat beli baju bagus, buat apa kerja kalau penampilan mbak kalah keren sama emak-emak yang hanya ngurus rumah!"
"Laki-laki mbak, kambing dibedaki saja doyan, apa lagi perempuan!"
Sukma terkekeh mendengar omelan abang ojek yang lucu, bukannya ia yang mencaci maki, ini malah abang ojek yang tak ada hubungan apa-apa yang ngomel habis-habisan.
Waktu bergulir Sukma sudah kembali ke rumah, setelah dari kantor tadi.Ia meminta Joko si abang ojek untuk mengantarkannya ke kantor. Karena ia harus profesional dengan pekerjaannya. Sekalipun hatinya sedang tidak baik-baik saja.
Sukma sudah sepakat akan menggunakan ojek joko untuk mengantar jemput dirinya.
Wanita cantik itu beruntung tak ada yang tahu pernikahannya dengan Zain kecuali David.Wanita cantik itu berusaha iklas dengan nasibnya, ia akan melepas Zain setelah mereka bicara nanti.Untuk emak ia berharap wanita tua itu bisa menerima nasib putrinya yang harus dua kali menjanda.
Sukma tak mampu menatap mata emaknya yang terlihat terluka, wanita tua itu menanyakan perihal Zain yang tak pulang ke rumah lagi.Sukma hanya bisa berbohong jika sang suami dinas luar.Tapi seperti apapun alasan Sukma, wanita berumur itu tahu jika pernikahan putrinya sedang tidak baik-baik saja.
"Sukma mandi dulu ya mak, emak nggak usah mikirin mas Zain terus, orangnya baik-baik saja koq"saran Sukma mengelus lembut pundak emaknya yang terlihat ringkih.
__ADS_1
"Jangan sakit ya mak, gimana Sukma dan Arum nanti jika emak sakit"batin Sukma lirih.
BERSAMBUNG