Dia Ibuku

Dia Ibuku
Kepergian Danis


__ADS_3

Sukma menuju ruang dapur, banyak botol minuman berpose bebas di atas meja makan.Terlihat berantakan sekali, hingga langkah Sukma sampai ke ruang tengah.


Tubuh Sukma membeku laksana patung, kakinya terasa berat.Mata wanita cantik itu mengerjap-ngerjap tak percaya.Hingga akhirnya ia tersadar dan segera mengeluarkan ponselnya.Ponsel pemberian David.


Sukma terus mengabadikan adegan yang menampilkan sang suami sirih dengan wanita yang entah siapa.Gerakan liar dari pasangan bertubuh polos itu membuat Sukma merasa jijik, ditambah suara ******* keduanya yang saling bersahutan.Sebelum mereka sampai final Sukma tersenyum smirk.


"Tahan dulu permainanmu suamiku sayang, bukankan kau mengajakku rujuk!!!"suara nyaring Sukma membuat dua tubuh polos itu terkejut, dan dua pasang mata itu langsung menatap wanita cantik yang dengan santai memainkan ponselnya dengan dua jarinya.Senyum Sukma mengejek sang suami yang menatapnya dengan wajah pias.


"Dek..maaf sayang, mas akan jelaskan!" tangan Zain reflek mendorong tubuh wanita yang masing bertengger di atas pusatnya.


"Apaan sih Zai, sakit tau!"gerutu wanita yang keningnya reflek menghantuk kepala ranjang yang terbuat dari kayu jati.


Zain tak mengubris keluhan wanita yang baru saja bertukar peluh dengannya.Lelaki itu gegas menggunakan celana boxer dan kaos oblong miliknya yang tercecer di lantai, setelahnya ia berusaha meraih tangan Sukma namun wanita cantik itu dapat berkelit, menjauhi Zain.


"Sayang ini tak seperti dalam pikiranmu" suara Zain terdengar bergetar.


"Kau bau alkohol !"keluh Sukma yang mencium aroma yang membuatnya sakit kepala, begitu Zain berbicara.


"Aku terpaksa mabuk sayang, karena tak bisa melupakan kalian!"Zain terisak , ia menatap sendu wajah cantik yang menatapnya penuh kebencian.


"Aku tak perlu penjelasan apa pun darimu, aku hanya minta kata talak darimu, SEKARANG!"


Zain tersentak, begitu juga dengan teman tidurnya, suara Sukma menggelegar di kamar yang seharusnya menjadi peraduan mereka setelah menikah, namun semua itu hanya tinggal angan.Tak akan pernah menjadi nyata.


"Eh mbak ini tak seperti pikiran anda, kami hanya terhanyut karena mabuk.Tak ada hubungan istimewa diantara kami.Kami hanya teman!"wanita yang saat ini mengenakan kemeja kebesaran itu, mengatupkan kedua tangannya di dada.Ia terkejut mendengar kata talak dari Sukma.Ia tak menyangka jika perbuatan mereka kepergok oleh istri Zain.


Sukma hanya menatap sekilas wanita yang memohon padanya, mata tajamnya kembali menghunus ke arah suami sirihnya.


"Mas tak akan pernah menceraikan mu saya, jangan ucapkan kata itu lagi, aku mohon sayangku"airmata berjatuhan dari mata lelaki yang dulu selalu menatapnya penuh kasih.


Sukma menyeringai mendengar ucapan Zain, ia tersenyum samar.

__ADS_1


"Baiklah jika itu maumu, tapi perbuatan kalian akan ramai ditonton orang!"Sukma menunjukan pinselnya dengan senyuman licik.


"Jangan mbak, tolong!"


"Zai aku tak mau keluargaku tahu hal ini!"


Zain menatap sendu wanita cantik yang masih berstatus istri sirihnya, mata lelaki itu bagai mata air yang tak pernah kering, terus saja menetes.Zain mengeleng lemah dan akhirnya jatuh terduduk di lantai.


Suara raungan lelaki itu terdengar pilu.Ia menyesali semua perbuatannya pada Sukma dan mak Nah, serta si cantik Arum.Namun perasaan sesal tak mampu menghapus kebencian Sukma padanya.


"Maafkan aku sayang, maafkan salahku!"rintih Zain diantara tangisannya.


"Aku akan memaafkanmu mas, setelah kau ucap kata talak untukku, kau tahu!aku tak mungkin hidup dengan lelaki yang menjadi penyebab kepergian emakku!"


Sukma menggeleng lemah sembari matanya berkaca-kaca.Mungkin jika Zain tidak menjadi penyebab kepergian mak Nah, Sukma masih memperhitungkan kembali lelaki itu untuk mendampinginya. Soal perselingkuhan Zain, bagi Sukma itu balasan dari perbuatanya selama ini yang tak bisa setia pada Zain.


"Maafkan mas sayang, kau harus tahu jika mas baru menyadari perasaan mas padamu, apa yang kau lihat tadi semua itu terjadi bukan karena kesengajaan.Kami melakukannya di bawah pengaruh alkohol.Kami mabuk!"Zain seperti ingin menjelaskan semua kepada Sukma, sebelum Sukma berlalu dari hidupnya.


Tubuh Sukma bergetar, seperti ada yang lepas dari dirinya, namun wanita cantik itu mencoba untuk kuat.Hatinya tersentil sedikit karena Zain adalah lelaki pilihan rmaknya, yang diharap bisa membawa Sukma hidup lebih baik.


"Terimakasih mas, aku permisi!"Sukma menjauh dari Zain dan pasangannya. Namun detik berikut wanita cantik itu menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu, yang menghubungkan ruang tengah dan ruang makan.


"Hiduplah lebih baik mas, jangan menyia-nyiakan hidupmu!"


Setelah kalimat yang terucap dari bibirnya, wanita cantik itu gegas keluar dari rumah yang pernah begitu ia mimpikan. Menit berikutnya wanita cantik itu gegas menaiki taxi, yang setia menunggunya.


Taxi melaju meninggalkan rumah bercat putih itu, sang sopir yang awalnya kesal karena Sukma cukup lama berurusan, saat ini hanya terdiam melihat mata sembab Sukma.Ada perasaan iba melihat wajah Sukma yang sembab, dan terlihat sendu.


Wanita cantik itu, menutupi wajahnya dengan cara menyilangkan tangannya di wajah, hingga wajah memerahnya tak nampak jelas dari kaca spion sang sopir.


Disisi Lain, zain meraung mengejar Sukma yang menjauhi rumahnya, lelaki itu terus menangis melihat tubuh Sukma yang masuk ke dalam taxi dan berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


"Maafkan mas sayang, maafkan mas!"


"Aku mencintaimu sayang, aku sadar kini aku mencintaimu!"isak Zain sesegukan.


"Zai aku pulang dulu ya, maaf aku tak tahu jika akan jadi begini!"wanita yang merupakan teman Zain itu melenggang pergi.Sekarang tinggal Zain yang menyesali semua perbuatannya pada Sukma dan keluarganya.


Di tempat lain seorang David Arya Tama, terlihat menyendiri di kamar almarhum istrinya.Hatinya sakit karena tak menemani sang istri pada saat-saat terakhirnya.Apa lagi menurut dokter, istrinya sudah meninggal beberapa jam sebelum di bawa ke rumah sakit.


"Ya Tuhan, apakah saat aku di kamar Re, Danis sedang sakaratul maut?Sayang maafkan mas, mas tak menemanimu saat itu"keluh David lirih.


"Kenapa Renata tak peka pada sakit Danis?bukankah awalnya mereka terlihat saling menyayangi dan saling peduli?"


"Kenapa semenjak aku menikahi Renata, sikap Danis lebih diam, dan Re..ia begitu mendominasi diriku?"


"Apa Re mengitimidasi Danis, Ya Tuhan berdosanya aku padamu sayang, jika itu semua benar"isak David sendu.


"Tok..tok..toook, kak buka pintunya!!!" suara Renata terdengar riuh di balik pintu.


Namun David seperti enggan membukanya.Lelaki itu malah membaringkan tubuhnya di sofa yang cukup luas untuk tidur sendiri.


"Kak..kak..apa sih yang kamu lakukan di dalam situ!"


"Kak..aduh anakmu kesakitan kak!"


David mengerjap pelan, ia mendengarkan semua ocehan Renata, tapi ucapan terakhir dari wanita itu, membuat David ragu.


"Ckkkleeek!"


David membuka pintu ruang kerjanya, karna takut terjadi sesuatu pada bayinya.Mata lelaki itu menatap nanar wanita di balik pintu ruang kerjanya.


BERSAMBUNG😊

__ADS_1


__ADS_2