
Malam kian larut, David baru saja memenuhi kewajibannya pada sang istri, wanita cantik itu masih memeluk erat tubuh polos sang suami.
"Kak besok anak kita ingin menemani papanya ke kantor?
"DEG!"jantung David tiba-tiba berdetak kencang.
"Untuk apa? tak usah saja!"
"Bayi kita yang mau kak, sepertinya ia ingin menemani papanya, iyakan nak?.
David tersentak merasakan gerakan halus dari perut istrinya, saat ini Renata menyentuhkan tangan David pada perutnya.Lelaki itu merasakan debaran aneh saat menerima respon bayinya.
"Baiklah, tapi setelah jam makan siang, kau harus balik ke rumah"ucap David ragu, jujur dirinya merasa takut.tapi tidak dengan Renata yang langsung mengangguk senang.
"Kak ia ingin dielus papanya lagi"
Tubuh David meremang merasakan sentuhan sang istri pada lengannya, lelaki itu kembali hanyut ketika tangan sang istri bergerak makin menjadi pada bagian tubuhnya.Dasarnya David nggak tahanan, disentuh sedikit langsung nyetrum.
Pagi hari menjelang, Renata sudah siap dengan pakaian bumil yang elegan, David memasangkan sabuk pengaman pada sang istri, dan sekilas ia mengecup lembut perut buncit istrinya, Renata tersenyum bahagia menerima perlakuan manis suaminya.Yang sebenarnya David lakukan untuk bayinya.
Akankah Renata bertemu Sukma?Apa yang bakal terjadi jika mereka bertemu.Adu mulut atau adu gulat.Kkkwwwkk
Tak butuh waktu lama, mobil David telah memasuki halaman kantor, Lelaki gagah itu membukakan pintu mobil untuk istrinya, dan menyerahkan kuncinya pada satpam yang berjaga.
Renata bergelayut manja di lengan David. Ia mempertontonkan kemesraannya pada karyawan yang mereka temui, Berbeda dengan David yang hatinya ketar-ketir, takut jika wanitanya melihat Renata.
Lelaki itu tak menyadari jika sedari tadi, sepasang mata cantik terus mengamati pergerakan mereka.Hati wanita itu bagai diremas ketika mendengar seorang karyawan yang mengatakan jika itu istri muda David, yang dinikahi sebelum Danis iatri tua David meninggal.
Sukma yang tak langsung percaya, terus mengikuti langkah bosnya, sampai mereka masuk ke pintu ruang kerja David. Jantung wanita cantik itu berdetak kencang, melihat kemanjaan Renata ketika masuk ke dalam ruangan.
Lima menit berlalu setelah David dan istrinya masuk ke ruang kerjanya.Sukma menetralkan detak jantung, serta rasa gugup di hatinya.Sampai tangannya perlahan menyentuh handle pintu.
"Ckleeek...!"
__ADS_1
Mata Sukma membulat sempurna menyaksikan lelakinya yang memangku, wanita hamil itu seraya berciuman mesra.
"Anak papa sehat terus ya, jangan nakal kalau mau temani papa kerja"
Lutut Sukma melemas, hatinya terasa diremas hingga tak sanggup lagi mengeluarkan darah.Apa yang ia lihat dan dengar sudah cukup membuktikan.Siapa yang dimaksud ORANG RUMAH oleh David.
David terpaku melihat sosok cantik yang membeku di ambang pintu.Mata cantik itu terlihat berkabut.Sukma ingin berlari menjauh, tapi kakinya seperti terpaku pasak ulin yang kuat.
"Kak ada tamu, maaf kebiasaan di rumah terbawa sampai kantor"ucapan Renata terdengar lembut, namun mampu menusuk hati Sukma.
David gegas beranjak dari kursinya, ia bahkan tak sadar jika Renata masih duduk di pangkuannya.Hingga bumil itu nyaris terjungkang jika tak berpegangan pada meja kerja suaminya.
"Dek!...eh maaf tak sengaja" David terlihat sangat gugup, ia gegas membantu sang istri agar tak terjadi hal fatal padi bayinya.
Renata memeluk erat pinggang suaminya, Matanya melihat sekilas ke arah pintu.Senyumnya mengembang melihat Sukma sudah pergi menjauh.
"Iya kak nggak apa, untung bisa berpegangan pada meja"
"Kamu nggak lihat apa yang kita lakukan, apa kamu nggak malu berciuman di depan orang lain?"elak David.
"Kenapa malu, kitakan pasangan halal, malu tuh jika kakak melakukan hal tak senonoh pada wanita yang bukan istri kakak"cibir Renata dengan seringai di sudut bibirnya.
David tak menjawab ucapan Renata, pikirannya sangat kacau.Ia ingin sekali mengejar Sukma tapi ia takut Renata akan bertindak gila jika ia melakukan hal itu.
Perasaan lelaki gagah itu langsung down, hatinya bagai dihempas dari ketinggian jembatan Zhangjiajie.Takut jika wanitanya menghilang dari hidupnya.
Dilain tempat Sukma tak henti terisak, rasa sakit yang ia rasa terus mendera batinnya.Sukma meninggalkan kantornya setelah mengambil tas kerjanya.
Langkah Sukma terhenti, ketika sopir yang dulu kerap mengantar jemput dirinya, tiba-tiba mengarahkan dirinya untuk naik ke mobil yang biasa ia gunakan.
Sukma sudah tak bisa berpikir jernih, ia merasa dunianya kembali hancur karena lelaki.Rasanya ia sudah tak sanggup untuk hidup seperti ini.
"Bawa istriku ke istana!"sang sopir mengangguk pelan.
__ADS_1
Perintah itu hanya dapat didengar oleh sang sopir, Sukma yang tak henti menangis membuat sosok yang tak kasat mata itu mengeram marah.
"Laki-laki itu membuat istriku terluka, aku akan membalas rasa sakit yang sama padanya!"
Sukma tersentak ketika mobil yang ia tumpangi, berhenti di sebuah halaman luas dan asri, bangunan megah dan luar biasa indah menjulang di hadapannya.
Kali ini Sukma seratus persen dalam keadaan sadar, walau wanita itu merasa semua yang ia lihat seperti mimpi di negeri dongeng.
"Silahkan masuk nona, tuan menanti anda di dalam istananya!".
"Istana?"dengan langkah ragu Sukma masuk ke dalam bangunan, yang hanya bisa ia lihat dari serial kolosal tentang bangunan istana dan orang-orangnya yang berpakaian unik.
Seorang lelaki yang tak asing bagi Sukma, terlihat berjalan cepat menuju dirinya.
"Istriku, mulai saat ini tinggallah di istana kita, aku tak mau kau direndahkan oleh mereka!"
Sukma yang tadinya lupa atas perlakuan David, kembali mengingat luka dan rasa sakit dihatinya.Ia benar-benar dalam keadaan sadar saat ini, hingga semua yang ia alami begitu saja meluncur dalam ingatannya.Kembali airmata menitik dari dua matanya yang indah.Penghianatan yang David lakukan masih sangat basah dalam ingatannya.Terasa sangaaat sakit.
Bacra menuntun istrinya menuju kamar tidur utama, ia membaringkan sang istri yang terlihat rapuh.Dan mengelus lembut kepala wanitanya, hingga perlahan mata yang sembab itu terpejam.
Barca beranjak dari sisi Sukma, lelaki yang memiliki kedudukan tinggi di wilayahnya itu, menemui seseorang yang akan ia tugaskan membalas rasa sakit istrinya.
Sejak peristiwa itu Barca mengurung istrinya di dalam istananya.lelaki yang menklaim dirinya sebagai suami Sukma itu menjaga istrinya dengan penjagaan yang ketat.Sekalipun tanpa penjagaan Sukma tak akan bisa kembali ke alamnya tanpa keiklasan sang suami.
Kepergian Sukma yang tak dapat dilacak, membuat David kacau.Pujaan hatinya itu sudah seminggu tak masuk kantor.David telah mencari di rumah Sukma, namun wanita cantik itu bagai menghilang ditelan bumi.Jika dulu Sukma hilang untuk kembali, Sepertinya kali ini menjadi kehilangan yang sesuangguhnya bagi seorang David Arya Tama.
Beberapa purnama berlalu, di rumah mewahnya David tak berdaya.Sudah sebulan ini ia sakit.Hingga tak sanggup pergi ke kantor.Renata yang dasarnya pemalas tak sudi mengurusi suaminya.Ia memerintahkan art untuk mengurus suaminya.
"Saya mau keluar rumah, kamu urusin tuanmu!"titah Renata suatu hari, pada artnya.
Dengan rasa takut art itu hanya menganggukan kepala.Renata melenggang meninggalkan rumah, dengan mengendarai salah satu mobil koleksi suaminya.
BERSAMBUNG😊
__ADS_1