Dia Ibuku

Dia Ibuku
CEO Baru#2


__ADS_3

Hingga saat Mr. Mark Gatez mengenalkan diri, dan menjelaskan perihal kerjasamanya dengan DuaPutra tentu saja dibarengi pujian untuk sang CEO yang cantik rupawan, David masih merasa semua bagai mimpi untuknya, lutut lelaki itu bergetar dengan pikiran yang tak bisa ia ungkap dengan kata.


"Ya Tuhan dia bu Sukma, wanita itu semakin cantik saja, tampilannya sekarang sungguh berbeda.Ia terlihat berkelas".racau Emil sembari mengelus punggung David yang masih juga terpelongo entah karena terkejut atau karena terpesona.


Di hadapan lelaki yang pernah begitu sangat dekat dengannya, Sukma menahan perasaannya agar tak lemah, ia mengingat saat terakhir berada di ruangan ini dengan lelaki itu.Sungguh saat yang paling menyakitkan dalam hidup wanita cantik itu.Perselingkuhan Zain sama sekali tak ada artinya dibanding penghianatan lelaki yang saat ini masih menatapnya tanpa berkedip.


Sukma menatap sekilas ke arah David yang menatapnya intens, wajahnya datar tanpa senyum dan itu hanya sekilas setelahnya wanita cantik itu lebih banyak berinteraksi dengan Mark Gatez.


Pembicaraan diambil alih oleh Nadif sang asisten.Dengan sangat lancar Nadif menjelaskan point-point kerjasama yang disepakati ke dua belah pihak. dan sebagai kepala divisi mereka harus tahu dan turut andil mendukung point-poit kesepakatan tersebut.


Selama meeting berlangsung pikiran David sama sekali tak tertuju pada prmbicaraan Nadif, lelaki itu masih menatap intens wanita yang masih merajai hatinya.Namun ia harus kecewa ketika Sukma dan Mark Gatez permisi keluar terlebih dahulu.


"Bapak ibu mohon maaf jika saya tak bisa menemani meeting kita sampai selesai, saya harus mengantar rekan bisnis kita ini ke bandara"pamit Sukma dengan ramah.


"Iya bu"


"Baik bu CEO yang cantik"


"Siap bu, selamat sampai tujuan tuan Mark".


Sukma dan Mark Gatez keluar dengan senyum dan lambaian tangan, namun ada yang janggalsaat Sukmma keluar dari ruangan itu,Gayatri wanita yang bagai kutil dengan bosnya itu tak ikut keluar ruangan meeting.Ia malah mendekat dan duduk di samping Emil.


"Pagi bang Emil, saya benarkan?"


Emil yang dasarnya masih kepikiran bos cantiknya itu, tak merepon baik maksud ucapan Gayatri.


"Benar apanya?"suara Emil kali ini cukup keras hingga David yang duduk di sampingnya ikut menatap ke arah Gayatri.


"Nanya kaq ngegas bang!"Gayatri tersenyum, membuat Emil menatapnya tajam.


"Jangan bertele-tele, apanya yang benar!" wajah Emil terlihat kesal.

__ADS_1


"Yaaa...abang ikut ke sini dan duduk di samping saya, benarkan pak David?"David mengangguk dan tersenyum.


"Dasar!"gerutu Emil lirih.


"Jangan sering marah sama saya bang, entar bucin guenya nggak"Gayatri terkekeh seraya meninggalkan ruangan itu dengan langkah cepat.


"Wanita gila, siapa juga yang bakal bucin dengan cendol dawet begitu!"nah cendol dawet lagi.kkkwwwkkw


David menghempaskan bokongnya di kursi kerjanya, mata lelaki itu terpejam.Emil yang melihatnya merasa kasihan.


"Betul-betul dah seperti roda berputar, berbalik sekarang raja jadi rakyat biasa, rakyat biasa jadi raja".batin Emil.


"Saya nggak pernah menyangka bu Sukma datang sebagai ratu di perusahaan ini, mana makin cantik dan juga berkelas!"


David membenarkan dalam hati ucapan Emil, wanita tercintanya itu betul-netul berubah.


"Apa bapak masih berani mengodanya, dia sekarang CEO disini dan maaf bapak hanya karyawannya".David menatap nanar ke arah Emil.


"Perasaan apa pak?, bapak mah sama wanita mana pun doyan, kalau pakai perasaan cinta bapak hanya setia pada bu Sukma, nggak kaya teh celup"ejek Emil kesal.


"Pleetaaak..awww!"Emil memegangi kepalanya yang berdenyut.Lelaki muda itu menatap tajam ke arah David yang baru saja mengetok kepalanya menggunakan spidol.


"Saya benar loh, sudah saya ingatkan jangan rajin datangi toilet umum, nanti kalau bu Sukma datang jangan menyesal, sekarang datang benaran dan saat ini dia lebih unggul dari bapak, bapak mau datang ke dia dengan apa?...CINTA?pahami dulu maknanya pak baru belajar berucap CINTA"ucapan Emil bagai menghujam uluh hatinya.


Emil melihat David yang terdiam atas semua ucapannya, sebenarnya hatinya kasihan pada mantan bosnya, namun jujur ada perasaan kesal atas kebiasaan David yang tak bisa menahan has ratnya.Apa emang begitu buat yang sudah merasakan bakal ketagihan dan nggak akan bisa berhenti?.


"Maaf pak apa yang saya ucapkan karena saya peduli sama bapak, tapi sepertinya bapak akan kesulitan jika mendekati bu Sukma lagi, banyak hal yang harus bapak pertimbangkan.KECUALI...".Emil menghentikan ucapannya begitu mata David menatapnya tajam.


"Jangan tatap saya begitu pak, kayak saya punya salah saja".guman Emil lirih.


"Kecuali apa?".David tak sabar menunggu jawaban Emil, jika lelaki muda di hadapannya ini segaja berucap untuk membullynya ia akan mengetok kepala Emil bukan lagi dengan spidol.

__ADS_1


"KECUALI BU SUKMA MENCINTAI BAPAK".


David tersedak mendengar ucapan Emil, Apakah Sukma masih mencintaiku?Masihkah aku boleh berharap?.batin David dipenuhi tanya tentang wanita cantik itu.


David tiba di ruamah setelah menyelesaikan lemburannya sejak sore tadi.Waktu menunjukan pukul 9 malam, seperti biasa Susi melayaninya dengan penuh perhatian dan kelembutan.David tak tega jika menolak perhatian itu saat ini.Susi sudah membersamainya sejak ia terpuruk.Tahu sendiri ia bukan hanya melayani David untuk urusan ptibadi namun sampai ke urusan bi ra hi.


Selesai makan malam David menuju kamar tidurnya, Jiwa dan raganya sangat lelah hari ini.David menatap Susi yang masuk membawa segelas minuman di tangannya.David tahu arti minuman itu.


"Sayang diminum dulu, biar besok badannya sehat kembali".Susi menyodorkan minuman itu ke mulut David.


David meminumnya tanpa sisa, karena ia sudah tahu hasilnya untuk staminanya.


"Sayang apa mau saya pijati?"


David menggeleng dan tersenyum tipis, Susi mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi, seperti biasa ia akan berganti pakaian dengan pakaian dinasnya.


"David menatap Susi yang baru ke luar dari kamar mandi, lingerie super sexy berwarna merah menyala membuat bagian tubuh David berdenyut.


"Apakah aku harus menolak kenikmatan yang ia suguhkan malam ini, aku tau ia melakukannya dengan tulus dari awal".David mulai meragu, biasanya tak ada pertimbangan apa pun jika melihat Susi seperti itu, langsung tarik dan babat habis.Tapi malam ini kenapa ia meragu.Namun reaksi minuman itu mulai terasa dibagian sensitifnya.


David merinding begitu Sukma mendekap tubuhnya di atas ranjang.Wanita itu meraih tangannya agar memeluknya.


"Kenapa dua malam ini terasa ada yang beda dengannya?, biasanya mas David tak menunggu lama jika aku sudah begini?, aku tak bisa diam saja aku yang harus mengambil kendali".


Susi mendekatkan wajahnya ke wajah David, bibir David menjadi sasarannya. David meremang ketika dengan lembut Susi menlu mat bibirnya, dan satu tangan wanita itu sudah di dalam kantong ajaibnya.


"Sayang aku ingin".suara serak Susi mengundang sesuatu di dalam tubuh David bergejolak.


Pertahanannya hancur ketika tangan dan lidah Susi mulai bergerak lincah.Sekilas bayangan wajah cantik Sukma berkelebat di pikirannya.Namun naf su sudah menguasai lelaki itu.Malam itu ia mengarap sawah Susi dengan membayangkan wajah wanita pujaannya.


BERSAMBUNG😊

__ADS_1


__ADS_2