
Hari sudah beranjak malam, tak ada tanda sang suami akan pulang malam ini.wanita cantik itu terlihat resah, sesekali ia menghadap ke arah kanan lalu ke kiri di atas ranjangnya. Pikirannya lelah bukan hanya tentang sang suami tapi juga kehidupannya.
Di tempat berbeda David kembali mengulang malam kedua dengan Renata, malam yang lebih panas dari sebelumnya, sepertinya David sudah melupakan wanita cantik yang ia minta berkali-kali untuk jadi istrinya.
"Kak..aku mencintaimu"bisik Renata ditengah kenikmatan yang David berikan.
"Iya sayangku..aku juga sangat menyukai dirimu Re"guman David sembari terus menghentak kasar pada milik Renata.
Di kamar berbeda seorang wanita ringkih hanya mampu mengigit bantalnya dengan perasaan sedih.Entah apa ia menyesal menyerahkan sang suami pada adik sepupunya atau ia menyesal sang suami seperti keranjingan tubuh adik sepupunya, hingga perhatian lelaki itu teralih ke kamar Renata.Wanita yang baru pagi tadi dinikahi sirih oleh suaminya.
Pagi menjemput surya yang mulai hangat menyelimuti bumi, begitu pula di rumah mewah David.Lelaki itu masih bergelung di dalam selimut dengan istri mudanya. Pelayanan Renata semalam sungguh membuat lelaki itu mabuk kepayang.
"Kak bangun..kakak nggak kerja pagi ini?"bisik Renata mendayu di telinga sang suami.
"Aaahhmm..sayangku kita baru menikah, mas masih ingin menikmati waktu sebagai pengantin baru"guman David dengan suara seraknya.Tangan lelaki itu menarik tubuh polos Renata dalam pelukannya.
Renata tersenyum smirk, ia memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada area sensitif sang suami yang membuat David kembali berhasrat.
"Kau membangunkannya sayang, harus tanggung jawab untuk menidurkannya kembali"guman David di telinga Renata, yang membuat wanita cantik itu melenguh karena David langsung mengulum daun telingannya.
Danis duduk murung di dalam kamarnya, ia menolak disuapi oleh pelayan, biasanya pagi begini sang suami sudah menyuapinya sarapan pagi, namun kali ini sepertinya hal itu hanya mimpi, karena sampai jam 10 pagi ini kamar Renata belum terbuka.Danis mengeluh dalam hati atas kelemahan dirinya.
"Mereka pengantin baru wajar jika belum keluar kamar, aku yang menikahkan mereka ..harusnya aku iklas melihat suamiku sudah ada yang melayani, tapi kenapa hatiku sakit"
"Bik..bawa saya ke taman!"Danis meminta pelayan yang berada bersamanya untuk menemaninya ke taman belakang.
__ADS_1
"Baik bu!"pelayan mendorong kursi roda Danis menuju taman belakang, di mana banyak aneka tumbuhan yang membuat mata menjadi segar.Seperti itu pikiran Danis menikmati aneka tanaman untuk melupakan sang suami yang masih menikmati waktu bersama pengantinnya.
"Kak..apa kita akan berbulan madu?" Renata menatap lelaki yang sedang memeluk tubuh polosnya.
"Aku ingin sayang, tapi kau lihat keadaan kakakmu"
"Kakak sudah mengusulkan padaku untuk berbulan madu dan kita dilarang menolak, karena ia bahagia jika kita bahagia dengan pernikahan ini"
"Aku akan mengatur jadwal kerjaku kalau begitu, agar kita bisa segera berbulan madu seperti saran istriku"
"Yeeesss..akhirnya!"guman Renata dalam hati.
"Kak apa kakak bahagia dengan pernikahan kita?"
"Sayang apa kau tak melihat diriku saat ini, aku sangat bahagia karena sekarang ada kau yang akan menuntaskan gairahku"Renata tersenyum malu-malu. walaupun ucapan David tak sesuai keinginannya, tapi ia senang setidaknya sang suami tak melampiaskan gairahnya pada wanita di kantornya itu.
"Aku melupakannya, ia selalu menolakku sejak terakhir kami melakukannya.Dengan Sukma aku merasakan kebahagiaan batinku begitu sempurna, dengan Re aku merasakan kepuasan yang tak bisa istriku berikan, untuk saat ini aku cukupkan hasratku pada Renata, jika aku sudah menikahi Sukma kelak, bukan hanya hasratku yang terpuaskan tapi juga batinku, tapi saat ini semua belum bisa aku lakukan, karena istriku sepertinya sudah mengetahui perihal Sukma, hingga ia memilihkan Renata untuk jadi madunya".
"Kak..kak..kakak melamunkan apa?".
"Eh maaf sayangku..aku sedang memikirkan kemana kita berbulan madu"dusta David.
"Kita ke Eropa yuk kak, lagi dingin- dinginnya disana..siapa tahu akan ada David kecil disini!"Renata meraih tangan David ke perut ratanya.
"Amen.."David tersenyum simpul membayangkan seorang anak yang sudah lama ia harapkan, siapa pun wanita yang bisa mengandung anaknya itu akan menjadikannya lelaki seutuhnya.
__ADS_1
Sukma menatap wanita yang duduk di hadapannya, wanita yang ia kenali sebagai saudara Afit.Wanita itu terlihat berkaca-kaca ketika bercerita perihal Afit Sukma pun hanya bisa ikut terisak, walau sakit hatinya karena sang suami menduakannya, tetap saja ia masih punya sisi kemanusiaan saat mendengar sang mantan telah meninggal dunia seminggu yang lalu.
"Sakit apa mas Afit dek?"Sukma menatap wanita dihadapannya yang sudah bersimbah airmata.
Mas Afit positif hepatitis C mbak, maaf baru bisa mengabari.Mbak tahu mas Afit menyesal telah menduakan mbak dengan wanita sundal itu.Wanita yang menghancurkan rumah tangga kalian!"
"Sudahlah semua sudah terjadi, tak baik menceritakan hal itu kita doakan saja semoga arwah tenang disana!"
"Amen..terimakasih mbak, sungguh mbak wanita yang baik, kasihan mas ku terpedaya wanita itu, hingga melepaskan wanita sebaik mbak!"Sukma hanya mengangguk lemah.Ia tak menyahuti ucapan Wati yang merupakan adik dari mantan suaminya.
"Mbak bolehkan aku bertemu dengan anak mas Afit"Sukma mengangguk dan meninggalkan Wati di ruang tamu sendiri.Kebetulan Arum sedang tidur dikeloni mak Nah tadi, sewaktu Wati tiba.
"Mak... Arum sudah bangun?biar dia bertemu tantenya nggeh!"mak Nah mengiyakan dan setelahnya kembali berbaring.Wanita tua itu terlihat sedang kurang sehat.Sepertinya ada beban pikiran yang membuat dirinya tak bersemangat.
Sukma duduk di samping Wati, yang menatap Arum dengan tatapan takjub, dalam hitungan detik wanita muda itu sudah terisak.
"Mbak tahu?sebelum mas Afit meninggal ia berpesan untuk menyampaikan permintaan maaf pada mbak, mas bilang ia sangat mencintai mbak dan Arum.mbak adalah istri penurut yang patuh pada suami, mas lah yang bejat"tangis Wati pecah, wanita muda itu menangis hingga terseduh-seduh.Ia teringat keluh kesah kakaknya perihal prilaku Netì istri sirihnya, yang akhirnya membuat dirinya malu tinggal di lingkungan perusahaan, dan memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya.
"Sudah dek, nggak baik menangisi orang yang sudah meninggal, di doakan saja ya!"Sukma mengelus lembut pundak mantan adik iparnya.
"Bapak dan ibu juga meminta maaf sama mbak, karena selama ini sudah banyak salah sama mbak sekeluarga"Sukma mengangguk sembari berpelukan erat dengan mantan adik iparnya, Wati merupakan satu-satunya keluarga Afit yang menerima pernikahan diiinya dengan Afit yang notabene anak orang kaya.
Beberapa jam setelah itu, Wati undur pamit kembali ke rumahnya diluar daerah.Ia menolak ketika Sukma menawarinya untuk menginap, sebelum balik wanita itu memberikan sebuah tas yang tak sukma tahu apa isinya, karena Wati hanya berpesan ini buat Arum dari kedua orangtua dan ayahnya.
Sukma menatap putrinya yang sedang bermain dihadapannya, saat ini mereka sedang berada di atas ranjang dalam kamar tidur Sukma.Airmata wanita cantik itu luruh juga, bukan karena kepergian sang mantan, tapi wanita itu merasa lelah dengan hidupnya.
__ADS_1
"Kau menangis karna ayah Arum atau suamimu yang tak juga datang sampai hari ini!"tiba-tiba saja mak Nah sudah duduk di pinggiran ranjang.
BERSAMBUNG😊