
Sukma lupa akan status barunya, ia terbuai akan rasa yang pernah ia nikmati bersama David, janji yang pernah ia ucapkan jika semua urusan dengan sang mantan selesai akhirnya ia tunaikan.
David mendekap erat tubuh wanita yang seutuhnya sudah menjadi miliknya, rasa membungah memenuhi dadanya, sungguh hari yang sangat ia tunggu.
"Aku mau lagi sayangku!"
"Mas ini sudah waktunya pulang"rengek Sukma manja.
"Janji sekali saja sayangku, mas masih pengen habis enak banget rasanya"Sukma tersipu mendengar ucapan David.
Beberapa jam kemudian Sukma terlihat berjalan kaki menuju rumahnya, jika biasanya Sukma ingin David mengantarkannya sampai rumah kali ini berbeda, wanita cantik itu menolak ketika David ingin mengantarnya sampai rumah.
"Kau baru datang nak?, jangan terlalu malam pulangnya, kau sudah bersuami walau saat ini suamimu belum bisa tinggal satu rumah denganmu, tapi kau harus menghormatinya!"mak Nah mengingatkan putrinya, Sukma hanya mengangguk dan berlalu dari hadapan emaknya.
"Ya Tuhan maafkan aku, aku tak bermaksud mempermainkan pernikahan ini tapi janjiku pada mas David tak bisa kuabaikan!"
Di tempat berbeda di sebuah rumah mewah lelaki tampan dan gagah itu, mencoba menolak keinginan sang istri.
"Jangan pikirkan hal itu dek, pikirkan kesehatanmu, aku iklas lahir batin atas keadaanmu"
"Menikahlah dengan wanita yang bisa mengantikan diriku mas, aku iklas tapi kau jangan tinggalkan aku"suara wanita itu terdengar lirih.
"Tidurlah jangan pikirkan sesuatu yang menyakiti dirimu"keluh David atas sikap keras kepala istrinya.
"Aku pernah memintamu untuk mencari kepuasan dengan uangmu, tapi kau menolaknya!"
"Aku tak bisa dek!"
"Maka aku yang akan melayanimu, biarkan aku mengais pahalaku selagi aku hidup!"lirih Danis.
David tercekat mendengar ucapan istrinya, tapi kemudian ia menggeleng pelan.
"Kau bisa mendapat pahala dariku dengan cara lain dek, kau tahu aku tak tega melihat kondisimu!"
"Menikahlah dengan wanita yang bisa membahagiakanmu!"
David mematung mendengar ucapan istrinya tentang pernikahan, jika ia menikah itu akan membuat Denis lebih menderita, ia tahu sebesar apa cinta istrinya padanya, kalau saat ini Denis menyuruhnya menikah karena wanita itu patah hati atas penolakannya.
"Mas.."Denis meraih wajahnya dengan lembut.
"Tidurlah!"David merengkuh tubuh ringkih itu dalam pelukannya, sekelebat ia teringat kehangatan yang Sukma berikan.Lelaki gagah itu tersenyum samar.
"Aku mencintaimu sangat"gumannya lirih
"Aku juga mencintamu mas"David tersentak akan balasan rasa dari istrinya.
"Ya Tuhan..andai ia tahu maksud ucapanku, aku tak ingin menyakitinya sampai akhir hidupnya, biarlah ia mengetahui cintaku hanya untuknya" guman David dalam hati.
David tak bisa menolak keinginan istrinya untuk ikut ke kantor hari ini, dalam sejarah rumah tangga mereka ini kali ke dua David membawa sang istri ke kantor.Dulu ketika mereka baru menikah David dengan bangga mengenalkan istrinya pada semua karyawan di perusahaannya.
"Sayang aku tak mau orang menatapmu dengan rasa kasihan" David akhirnya tak tahan untuk tak bicara perihal perasaanya.
"Aku sakit jika mereka meremehkanmu!"
"Buat mereka tak meremehkan diriku kak, kau kan bosnya!"suara lemah itu terdengar tegas.
Denis menyandarkan kepalanya di pundak sang suami begitu sopir mengantar mereka ke kantor.
Kedatangan David dan istrinya menjadi pembicaraan menarik, Denis mengenakan kacamata hitam yang menyamarkan wajah sakitnya, dengan rambut yang ia tutupi dengan hat scrub.Tak ada yang mengira jika wanita di samping sang bos sudah divonis waktu kematiannya.
Sukma memasuki ruang kerjanya begitu selesai meninjau lapangan, wanita cantik itu mendengar samar pembicaraan beberapa wanita yang kebetulan berpapasan dengannya di lorong perkantoran.
"Iya itu istri bos, tapi terlihat sombong"
"Dimaklumi kalau sombong, istri bos gitu loh!"
"Tapi tampilannya seperti artis saja, kacamatanya itu loh gede sekali!"kekeh mereka bersamaan.
__ADS_1
"Istri bos?apa maksud mereka mas David?"
Sukma kembali tak acuh dan masuk keruanganya, tapi kakinya mendadak kaku ketika melihat sosok tampan yang duduk di kursi kerjanya.
"Susah ya menemui istri sendiri"Zain tersenyum manis menatap istri cantiknya yang membeku di ambang pintu.
"Mm mas ada apa?"
"Koq ada apa sih yang, ya ada maunya lah"kekeh Zain sembari menarik tubuh istrinya masuk ke ruangan.
Sukma terdiam mengikuti pergerakan sang suami, wanita cantik itu terlihat risih.
"Tolong mas ini di kantor, malu jika ada yang lihat?"
"Kenapa malu, kau istriku"
"Mas kita sudah sepakat untuk tak ada yang tahu pernikahan sirih itu!"suara Sukma terdengar meninggi.
"Koq marah sih yang? aku kan hanya ingin menyapa istriku, apa salah ya?"suara Zain terdengar sedih.
Sukma tersentak mendengar ucapan suaminya.Ya Tuhan sikapnya terlalu berlebihan, tidak seharusnya ia meninggikan suaranya pada sang suami.
"Maaf mas"Sukma menunduk
"Mas yang minta maaf, adek mungkin capek jadi nggak mood diajak becanda" Zain mengelus tangan istrinya.
"Mas keluar ya"
"Jangan dulu!"
Beberapa detik kemudian mereka terkekeh menyadari pembicaraan absurd yang terulang kembali.
David mendesah ketika sang istri bukan hanya menikmati bibirnya, namun tangannya sudah berani mengelus miliknya walau masih dalam sangkar.
David menahan tangan istrinya agar tak lebih jauh bergerak.
"Yang nanti pulang tunggu mas di mobil ya!"Sukma mengangguk ketika sang suami pamit kembali ke divisinya, setelah puas mengoda sang istri beberapa saat lalu.
Wanita cantik itu ingin keluar makan siang ketika ia melihat David bersama seorang wanita yang ia yakin istrinya, karena gosip yang sempat merebak pagi tadi.
"Wanita itu terlihat sehat, apa mas David sengaja membohongiku kemarin?tapi itu janji yang harus aku tepati, terserah apa yang ia lakukan sekarang aku tak punya urusan lagi dengannya, jika ia ingin memamerkan istrinya apa peduliku"batin Sukma dalam hati.
Beberapa jam lemudian, Sukma menahan nyeri di dadanya, ia tak berkedip menyaksikan adegan suuur di depan mobil sang suami, pergulatan bibir yang begitu tak pantas dilakukan di tempat umum sekalipun itu sepasang suami istri pemilik perusahaan.
"Sudah sayang kita pulang ya, malu dilihat orang"bisik David lirih.
"Kau malu mencium istrimu atau kau malu mencium wanita pesakitan ini kak?"
"Bukan begitu dek"
"Aku ingin kau mengakui perasaanmu di depan orang kak, biar mereka tahu jika aku pantas kau cintai"
"Sayang aku tak pernah mengatakan kau tak pantas, kau yang paling pantas.Kau tahu aku sangat mencintaimu?"
Denis mengangguk dan kembali meraup bibir suaminya, David tak mampu menolak perasaan istrinya yang begitu sensitif.
Wanita di dalam mobil itu menghela nafasnya panjang, ia menyadari kebodohannya, terpedaya tangisan seorang David Arya Tama.
"Biar kebodohan itu menjadi rahasiaku, aku lakukan hanya untuk menempati janjiku"gumannya dalam hati.
"Kita jalan"Sukma tersentak mendengar suara Zain yang tiba-tiba sudah berada di dalam mobil.
"Ngejuti saja sih!"tangan Sukma sudah respek memukul tubuh sang suami karena merasa terkejut.Zain terkekeh mendapat serangan dari sang istri.
"Ikut mas ya?"Zain mengerlingkan matanya genit.Sukma hanya tersenyum samar melihat tingkah suaminya.
Beberapa puluh menit kemudian, mobil Zain memasuki halaman rumah bertingkat dua yang bercat putih seperti impiannya.
__ADS_1
"Masuklah!..ini bakal rumah kita"Zain menuntun sang istri yang terlihat ragu.
"Kamar ini akan ditempati emak, dan yang dihadapannya akan jadi kamar Arum,
kamar belakang itu ditempati mbok Sri".
Sukma tersentuh mendengar penjelasan sang suami, karena suaminya selalu mengingat emak dan putrinya.
"Kamar kita di atas sayang"Zain menuntun sang istri menaiki tangga dan mereka masuk ke dalam kamar utama di rumah itu.Sukma terkesiap melihat penampakan isi kamar yang jauh dari kamarnya yang luar biasa kecil dan kumuh
"Kak"Tubuh Sukma merinding ketika Zain sudah mendekap tubuhnya dari belakang.
"Kau tahu aku sudah bicara pada emak jika malam ini kau tak pulang, karena besok pagi kita akan mencoba baju pengantin".Sukma mematung mendengar ucapan sang suami.
"Kenapa harus secepat itu kak, aku belum siap"
"Kenapa?"suara Zain terdengar getir.
"Aku mau menikah dengan kesiapan hati, sebelum hatiku yakin aku tak mau pernikahan sirih kita tersebar"
Zain menghela nafasnya dalam, hatinya sungguh terasa sakit.Tapi ia tak bisa memaksa istri sirihnya itu.Sebagai suami ia harus menghargai keputusan istrinya.
*****
Hati Zain sedikit terobati menatap wajah cantik sang istri yang terlelap dalam pelukannya, walau semalaman sang istri menolak melakukan keinginan untuk segera mengelar penikahan secara resmi, tapi ia tetap bahagia karena istri cantiknya mau tidur seranjang dengannya.
"Semoga segera tumbuh benih cinta di sini"batin Zain mengelus lembut dada Sukma.
"Kau cantik sekali sayang, aku sampai tak mampu berpaling darimu walau sekejap"batinnya sembari tangannya mengelus wajah cantik istrinya.
"Mas.."suara wanita cantik itu terdengar serak, Zain menelan salivanya.
"Pagi bidadariku?"Sukma tersipu atas sikap dan tutur lembut sang suami.
"Aku mencintaimu"
Sukma diam menatap wajah suaminya, Zain menarik tubuh sang istri masuk lebih dalam ke dekapannya.
"Pagi-pagi ngombal saja, pasti belum gosok gigi"Zain terkekeh.Lelaki tampan menarik lembut hidung mancung sang istri karena gemas akan candaan istrinya yang selalu ketus tapi selalu mengundang senyum.
"Mas.."Sukma menepis pelan tangan suaminya, Zain hanya tersenyum selembut sutra.
Sukma cemberut ketika tergopoh-gopoh menerima pegawai butik yang mengurus pakaian pengantin mereka, ia lupa untuk meminta sang suami membatalkan persiapan pernikahan.
Seorang lelaki setengah jadi, sudah menunggu cukup lama di ruang tamu. Terlihat dari minuman dan snack yang nyaris tandas. karena ia kembali tertidur setelah sang suami mengodanya subuh tadi.
"Maaf mas kelamaan ya?"
"Santai saja mbak, biasa saja mbak namanya pengantin baru"canda pegawai butik yang terlihat gemulai.
"Mbaknya cantik banget, duh senang ike dapat pelangan secantik mbaknya"Sukma hanya tertawa mendengar ucapan Beti si pegawai butik.
Di tempat berbeda Afit terpana melihat kertas yang ia temukan dalam map berlogo Pengadilan Agama, dalam laci lemarinya.
"S U R A T C E R A I!!!"
Haaaiiii pembaca setiaπππ
Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.
Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)
Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.
Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...πππ
Bersambung
__ADS_1