Dia Ibuku

Dia Ibuku
Permintaan


__ADS_3

...Mohon maaf sebelumnya pada pembaca , genre cerita 'DIA IBUKU" aku ganti ya.....


...Awalnya genre horor, tapi karna porsi honornya kurang jadi aku ganti ke genre permaianan kehidupan.sepertinya lebih pas buat cerita ini.πŸ™πŸ™πŸ™...


Pagi menjelang Sukma sekeluarga sudah siap untuk sarapan pagi, wanita cantik itu tersenyum samar melihat roman suaminya yang bertampang masam, wajar karna semalam sajennya belum lengkap.


Kami berangkat mak, Arum cium papa yuk"Zain meraih bocah cantik itu dalam gendongannya.Lelaki tampan itu menciumi wajah cantik anak sambungnya.


"Nurut sama emak ya, jadi anak pinter"


"Iya"Arum terkekeh ketika Zain menciumi pipinya.mak Nah dan Sukma terharu melihat kehangatan mereka, sungguh seperti hubungan anak kandung dan ayahnya.Tapi justru Afit tak seperti itu pada anaknya.


Kurang dari Satu jam mereka tiba di kantor, dan seperti biasa Sukma tak ingin ada yang tahu jika ia sudah menikah dengan Zain.


"Mas aku turun di sini saja"pinta Sukma seperti biasa.Zain mengeluh dalam hati atas sikap istrinya, tapi ia tak berani membantah kemauan sang istri.


"Maaf ya mas"Sukma meraih tangan Zain dan mengecup telapak dan punggung tangan itu bergantian.Zain mengelus kepala Sukma lembut.


"Iya..jaga dirimu untukku ya dek"lirih Zain, Sukma merasakan jantungnya berdebar mendengar perkataan sang suami. Ucapan yang terdengar seperti peringatan itu membuat Sukma hanya mengangguk pelan.


Zain menatap punggung sang istrinya yang akhirnya menghilang di balik gedung perusahaan.


"Kumohon sayang jangan membuatku terluka lagi, cukup dengan janjimu saja"guman Zain lirih.


"Bu Sukma di tunggu pak bos!"wajah Sukma menegang mendengar suara Emil.


Wanita cantik itu menatap jengah pada asisten bos besarnya.Emil yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah.


"Katakan pada bosmu, jika kau tak bertemu denganku.tolong"Sukma menangkupkan kedua tangannya untuk memohon pada Emil.


"Maaf bu saya tak berani"elak Emil


"Terserah apa alasanmu pada bosmu, tapi aku tak bisa menemuinya.Hari ini saya harus presentasi hasil uji coba produk untuk bulan ini!"


Sukma gegas meninggalkan Emil masuk ke ruangannya ia segera menyiapkan berkas dan fale yang ia perlukan untuk presentasi seperti yang ia sampaikan pada Emil.


"Tolong bu, temui bos sebentar saja" Sukma mengeryitkan keningnya, Tak menyangka Emil patuh sekali pada David, atau takut atas sikap David yang arogan.


Tanpa menjawab permohonan Emil, Sukma gegas meninggalkan lelaki yang masih terus memohon padanya, wanita canti itu gegas menuju tempat ia harus melakukan tugasnya hari ini.


"Aaahhhh..apa yang harus kukatakan pada bos, sepagi ini aku harus menunggu ke datangan bu Sukma, dan ternyata sama saja, bu Sukma keras kepala tak mengerti posisiku"keluh Emil.


Emil berlalu dari ruangan bagian produksi.Wajah lelaki itu terlihat tegang, sepertinya ia betul-betul takut atas reaksi David jika tak berhasil membawa Sukma.


"Kenapa mereka harus menyulitkan diriku!!!"raung Emil hanya dalam hati.

__ADS_1


Di tempat berbeda seorang wanita cantik duduk dengan menyilangkan kaki jenjangnya, kedua tangan mulusnya dengan jari lentik saling bertaut di atas pangkuannya. terlihat dari sikapnya ia bukan wanita dari kelas bawah.


"Bagaimana keadaanmu Re? lama kita tak jumpa"sapaan lembut itu menerbitkan senyum di bibir Renita.Wanita cantik berusia 30 tahun itu adalah saudara sepupu Denis.


"Kita tak bisa jumpa kak karena tugas yang kau berikan padaku"senyum lembut Renita membuat Denis terkekeh.


"Jadi wanita itu bekerja di perusahaan suamiku?"


"Iya dan seperti yang pernah aku sampaikan, aku melihat mereka di cabang selatan tempat aku bekerja, bahkan mereka tinggal dalam satu mess"wajah Renita terlihat kesal.


Denis menarik nafas dalam dan membuangnya kasar, mata wanita itu terlihat berkaca.


"Re kau tahu keadaanku, aku tak bisa melayani suamiku seutuhnya.Kau tahu mas David terlalu sempurna sebagai lelaki"Renita membenarkan ucapan kakak sepupunya.


Siapa yang tak tahu David Arya Tama, lelaki yang bukan hanya kaya raya tapi juga sosok yang dipuja banyak wanita.Renata sendiri termasuk bagian dari wanita yang tergila-gila pada David, tapi ia masih bisa menahan perasaannya karena saudara sepupunya.


"Re menikahlah dengan mas David, aku iklas kau menjadi maduku, aku tak mau wanita kotor itu masuk dalam keluargaku"


"Deeeg"


Wajah Renita jelas terkejut, ia tak menyangka akan menjadi wanita ke dua dalam pernikahan kakak sepupunya.Tapi terus terang ia sangat bahagia menjadi wanita yang dipilih oleh Denis untuk mengantikan wanita pesakitan itu.


"Kamu mau kan Re?"


"Apa kak David setuju mbak?"


Renata tersenyum smirk, sungguh ia bahagia sangat.Ia bertekad akan membuat David bertekuk lutut dan mencintainya.


"Aku akan lakukan kemauan mbak, bantu aku mendapatkan hati kak David.Aku tahu wanita itu dan kak David pastinya sudah jauh melangkah, mbak paham maksudku kan?"


Denis mengangguk lemah, hatinya sakit.Ia merasa dikhianati oleh suami tercinta.


"Aku tahu wanita itu menggunakan tubuhnya untuk merayu suamiku, apa lagi yang dilakukan manusia beda jenis yang tinggal bersama dalam satu mess!"Denis mengeratkan kepalan tangannya.


"Kita akan mempercepat pernikahanmu dengan mas David!"


"Mbak bagaimana jika mas David tak mau?"


"Aku punya cara agar ia mau menikahimu"


Wajah Denis terlihat tegang, namun hatinya bergejolak penuh amarah. Penghianatan yang dilakukan sang suami membuatnya terluka.Ia sudah berkali-kali mengatakan pada suamimya untuk menikah lagi, bahkan mencari wanita yang bisa memuaskan hasrat lelakinya.Tapi suaminya selalu berkata tidak, seolah-olah ia sangat setia pada pernikahan mereka.


"Baiklah mbak aku menurut saja apa yang menjadi rencana mbak, karena aku menyayangi mbak"Renata memeluk tubuh ringkih Denis.


"Aku akan buat kak Denis menjadi milikku satu-satunya"batin Renata.

__ADS_1


"Ayo mbak kita makan, aku akan menyuapimu!"


Renata mendorong kursi roda Denis menuju dapur, ia harus bersikap manis pada kakak sepupunya ini, tentu saja untuk membuat Denis menyukainya.


Tubuh Emil mematung mendengar ucapan bosnya.Lelaki itu seperti kehabisan akal.


"Bagaimana bisa bosnya menyuruhnya membopong bu Sukma paksa, jika wanita itu menolak.Apa kata karyawan yang melihatnya nanti?batin Emil bingung.


"Menghadapi satu wanita saja kau tidak becus, pantas saja kau masing tak laku!"kesal David memukul meja.


"Kenapa jadi salah diriku sih"batin Emil nelangsa.


"Kemana dia?"


"Sa ssaya tak tahu bos, ia sama marahnya seperti bos ketika bertemu saya"suara Emil terdengar bergetar.David mengulum senyumnya mendengar penjelasan Emil.


"Cari tahu kemana wanita itu"David melirik hapenya yang berdering di atas meja.


Dengan menggunakan kode tangannya ia mengusir Emil keluar dari ruangannya.


"Ada apa sayangku?"


"Mas nanti jangan pulang malam ya?"


"Ada apa cintaku?kau mau minta apa, biar mas belikan"suara David terdengar merayu.


"Tidak ada yang kuminta, aku hanya ingin bersama suamiku tercinta"David terkekeh mendengar suara Denis di seberang sana.


"Iya cintaku..nanti mas pulang cepat ya"


Mereka saling memberi ciuman jarak jauh, dan akhirnya panggilan ditutup.


"Kemana wanitaku itu?"pikir David kembali mengingat Sukma.


"Ada apa?"David mengangkat panggilan masuk yang menyentak lamunannya.


Haaaiiii pembaca setia😊😊😊


Author akan buat giveaway buat yang rajin menyimak cerita DIA IBUKU.


Akan ada hadiah pulsa @50k untuk 5 orang dengan vote terbanyak sampai akhir tahun (31 Desember 2022)


Dan Author akan beri pulsa untuk 2 orang @25k dengan komen yang paling menarik.


Ayooo terus tunggu episod selanjutnya yaa...😘😘😘

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2