Diary Ecca

Diary Ecca
Part 20


__ADS_3

...Cinta...


Aku mengangguk dan berjalan ketempat wudzu. Aku masuk ke dalam masjid dan terheran, begitu banyak warga yang rela berdesak-desakan hingga sampai ke teras masjid untuk solat berjamaah. Pemandangan yang tak pernah aku lihat di kota tempatku tinggal. Warganya juga sangat ramah-ramah, aku duduk di samping nenek David.


"Oow ini calonnya David to bu, cantik cocok untuk David yang ganteng" kata seorang ibu yang sebaya dengan nenek yang membuatku kaget juga.


"Aah iya, ibu bisa saja ya semoga ya bu doakan saja" ucapan nenek yang membuatku tercengang dan tersenyum heran.


Iqkhomat sudah dikumandangkan, kami bergegas berdiri dan melaksanakan solat berjamaah dengan khusuk. Keluar dari masjid ternyata David sudah menunggu aku dan nenek di luar. kami berjalan bersama sembari berbincang-bincang, kemudian nenek berkata.


"Vid tadi, buk Jah bilang katanya kamu sama Ecca cocok...taunya mereka kalian sudah calon" kata nenek sembari tertawa, dan kami sambut dengan senyum pula aku dan David berpandangan dengan wajah malu-malu.


Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik.


ooOoo


Aku merapikan pakaian karna besok kami harus berangkat agak pagi biar nggak kena macet. Deva Devi sudah santai nonton TV dengan nenek, pakaian mereka sudah di rapikan sejak tadi. Aku berjalan keluar rumah duduk di taman depan rumah untuk menikmati indahnya malam yang sejuk, ya untuk salam perpisahan karna besok harus menghirup udara kota yang membosankan lagi.


"Nggak tidur ndok?" suara nenek yang mengejutkanku.


"Iya ni nek, belom pengen, masih pengen disini bedokkan harus pulang"


"Hemm.. sesedih itu, kapan-kapan kan bisa kesini lagi sama David" ku sambut tawaran nenek dengan senyum dan anggukan ku.


"Ca, makasi ya ndok... kamu udah bikin David seceria itu" sembari mengelus kepalaku dengan lembut, dan membuatku kaget mendengar ucapan nenek.


"Hem, emang apa yang aku lakukan nek, perasaan nggak ada yang aku lakuin ke David...yang ada aku ngrepotin dia"


"Ya, ada saatnya kamu akan tau segalanya, sedikit cerita saja, sejak orang tua David bercerai, David yang ceria berubah menjadi pendiam dan tidak memperhatikan kesehatannya lagi, tapi sekarang nenek sudah liat kecerian yang luar biasa dimatanya" aku terharu mendengar ucapan nenek dan membuatku ingat saat David diam-diam minum obat tengah malam.


"David sakit ya nek?" tanyaku, nenek termenung mendengar pertanyaanku hendak menjawab tapi ada suara yang menghentikannya.


"Ehemmm... nenek sama Ecca kok belom tidur, ikut gabung dech" suara David yang membuat nenek tak meneruskan ceritanya.


"Iya, huaam (antuk nenek), nenek tiba-tiba ngantuk, nenek kedalam dulu ya... kalian jangan lama-lama besok harus bangun pagi" sembari berdiri dan meninggalkan kami, yang kami jawab dengan anggukan.


"Kamu? Kenapa belom tidur harusnya kamu tidur..kan harus nyetir besok" tanya ku.


"Nanti dulu dech, masih pengen disini, ya biar nggak nyesel kalo udah pulang nanti" kata David, pikirannya sama kayak aku. Membuatuku tersenyum, aku menguap terasa ngantuk banget.

__ADS_1


"Vid kamu masih mau di sini" tanyaku dan dia mengangguk.


"Ya udah aku masuk duluan ya, ngantuk banget"


"Ok" aku berjalan meninggalkan David.


"Ca!" suara menghetikan langkahku dan menoleh kearah David.


"Selamat malam...mimpi indah ya" ucapan yang membuatku tersipu malu dan melanjutkan langkahku.


Sampai dikamar aku liat Deva Devi sudah pulas tertidur. Ku baringkan tubuh ku sembari memikirkan ucapan David yang masih terngiang-ngiang di telingaku.


Esok sudah tiba, bakda subuh kami membereskan barang-barang ke mobil, sebelum berangkat kami harus sudah makan dulu karna nenek sudah menyiapkannya sedari tadi.


Usai makan kami bergegas keluar rumah dan berpamitan dengan nenek. Melihat David dan neneknya berpelukan dan saling bicara rasanya senang, giliran aku yang berpamitan, ku cium tangan nenek dan nenek membalas dengan memelukku.


"Ati-ati ya nduk, jangan lupa kesini lagi besok" ia melepaskan pelukannya.


"Iya nek pasti... assalamualaikum"


"Waalaikum salam" jawab nenek, menunggu kami masuk dan melambaikan tangan mengantar kami pergi menjauh.


"Udah nggak usah sedih gitu dong, senyum mau pulang kerumah masak cembekur..hhh" ledek David yang membuat aku, Deva dan Devi tertawa.


"Iya, Ca kan kalo libur semesteran nanti kita bisa kesini lagi... ya kan Vid" tambah Devi.


"yappz betul...betul...betul" jawab David yang memecahkan tawa kami.


Nggak terasa ternyata sepanjang perjalanan pulang aku tidur pulas, bangun-bangun udah sampe jalan tol menuju kota.


"Enak banget tidurnya... sampe dengkur!" seru David.


"Hah, yang bener masak aku ngorok" sambil menutup mulutku karna malu.


"Hhh,.. nggak, Cuma becanda hhh" hemmm hela nafasku lega.


"Maaf ya, aku tinggal tidur, ngantuk si" ujarku.


"Ya nggak pa-pa santai aja, kita udah hampir sampe ni...aku isi bensin dulu dech, takut abis dijalan" aku jawab dengan anggukanku.

__ADS_1


Kami berhenti di pom bensin dekat dengan koplek perumahan kami. Aku liat kak Fikri juga lagi ngisi bensin tepat di sebelah kiri kami. Aku membuka kaca mobil dan memanggilnya.


"Asalammualaikum, kak Fikri!!" seruku seraya menyapa kak Fikri.


"Waalaikumsalam, eh kamu Ca, kenapa udah berapa hari ini nggak masuk?" ada raut wajah terkejut kak Fikri menjawab sapaanku.


"Iya, lagi berobat nyembuhin kaki, oh ya kemarin katanya nyariin aku...ada urusan apa kak?" tanyaku.


"Nggak... ada yang mau aku omongin, tapi nanti aja kalo ketemu dikampus ya" jawabnya.


"Ow ya ok, kalo gitu sampe ketemu besok" kak Fikri membalas dengan senyum sembari melihat kearah samping ku yang ternyata David sudah masuk ke mobil.


Mereka saling pandang ya mungkin karna belum kenal jadi penasaran. Karna nggak enak cepat-cepat aku menutup kaca mobil.


"Siapa Ca, akrap banget?" tanya David.


"Ach nggak biasa aja, itu senior aku, namanya kak Fikri" aku melihat David yang menganggukkan kepalnya sembari tersenyum tanda paham apa yang aku maksud.


Tak berapa lama kami sampai dirumah ku, Ayah dan Ibu sudah menunggu di teras rumah.


"Asalamualaikum"


"Walaikumsalam" Aku salami tangan Ayah dan Ibu.


Kami masuk kerumah karna Ibu sudah menyiapkan makan untuk kami. Setelah makan Ayah dan David masih berbincang di ruang tamu. Deva dan Devi pamit untuk pulang, aku mengantar mereka di depan rumah.


"Ok, Ca kita pulang dulu ya daaa"


"Ok, ati-ati, makasi ya!"


"Ok, sama-sama daaa!"


"Daaa!!"


Tak berapa lama David juga pamit untuk pulang. Ayah, Ibu dan Aku mengantarnya didepan rumah, walupun rumahnya pas didepan rumahku tapi itulah etika menghormati tamu.


"Makasih, ya Vid!"


ooOoo

__ADS_1


__ADS_2