
...Ada Hati Yang Termanis...
"Hhh... alhamdulillah makasih, udah mau pulang apa masih ada kelas?" Tanya David.
"Alhamdulillah mau pulang, udah selesai ini kok kelasnya" jawabku.
"Ya udah bareng aja, tapi kita makan dulu ya laper" sambil menepuk perutnya.
"Hhh.. ok!" jawabku.
Kami berhenti di cafe dekat komplek kami, kami memilih menu yang disodorkan pelayan.
"Mau pesan apa kakak?" Tanya pelayan cafe tersebut.
"Nasi goreng special" serentak aku dan David memilih menu itu dan membuat pelayan terbengong, aku dan David saling pandang dan tertawa.
"Ok, nasi goreng special dua" kata David sembari melihatku.
"Lalu, minumnya apa kak?" Tanya pelayan cafe itu lagi.
"Teh anget, tapi gulanya sedikit". Kata David dan itu juga yang mau aku bilang, tapi karna takut dibilang ikut-ikutan aku pesen jus alpukat aja.
ooOoo
Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik. Bukan, bukan karena kata sementara itu menyenangkan, hakikatnya, yang singkat tak akan pernah sepadan dengan kenyataan hemm.
Bukan juga karena kata selamanya terdengar mustahil, sejatinya taka ada yang bisa terjadi di bumi, kalau kau bertanya kenapa, sebenarnya aku juga tidak tahu.
Aku bukan perasaan. Aku hanya berada di tubuh seorang perempuan yang tiap langkahnya berhadapan dengan perasaan. Dan sejujurnya tak enak, membosankan, mudah senang, mudah kecewa, mudah sedih, tapi juga mudah memaafkan.
__ADS_1
Mungkin karena hati ini terlalu lemah dan sedikit tergores saja langsung retak dan luluh lantah hingga tak tahu lagi bagaimana menghadapinya hanya saja nurani selalu berkata semua akan baik-baik saja, namun kerap kali ku berfikir semua mungkin tak berjalan dengan baik dan mungkin akan membuat aku kecewa, terluka pernah tapi aku bukanlah seseorang yang mudah saja terluka lambat laun aku mengobati luka ku, karena ku sadari aku mampu dan aku pasti bisa menjalankan segalanya meski ku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa aku hanyalah manusia biasa.
"Iya, kalo perlu bekal sendiri bawa juga, soalnya panitia cuma menyediakan bekal makan kita selam 2 malam paginya kan kita udah pulang kesini lagi." Ujar kak Fikri panjang lebar.
"Ok kak!" jawab Deva, dengan mulut yang masih penuh dengan makanan yang membuat kami tersenyum geli dan membuat dia agak malu tapi tetep PD.
"Nanti acaranya apa aja kak?" tanyaku.
"Ya ada dech, tapi yang pasti kalian nggak akan nyesel ikut kemping" dan membuat kami tersenyum.
"Ya udah, aku masih ada urusan, aku duluan ya Ca, dan kalian duo Dev (sebutan untuk Deva Devi) sampai ketemu besok ya" sembari dia berdiri dan berjalan pergi.
"Ya kak, makasih" di balas dengan senyum dan anggukan.
"Hem, kak Fikri emang udah buat hati aku luluh lantah" kata Devi.
"Emang lagu luluh lantah" tambah Deva.
"Ca, kamu nggak merasa ada yang aneh sama kak Fikri?" Tanya Devi.
"Hem aneh? Aneh kenapa, biasa aja dech kayaknya" jawabku.
"Kamu tu nggak peka B.G.T si" tambah Deva.
"Iya ni, kamu nggak liat sesuatu di mata kak Fikri, cara dia mandang kamu tu loh Ca, kayak ada sesuatu, sesuatu yang membuat kita penasaran, masa kamu nggak ngrasa si!" Seru Devi.
"Hem kalian tu terlalu banyak nonton sinetron, udah dech nggak usah berlebihan abisin tu makanan keburu di ambil lalet" Ujarku sembari memotong pembicaraan Deva dan Devi.
"Ach kamu ni, selalu mengalihkan pembicaraan" aku hanya tersenyum mendengar ucapan Devi, penasaran juga si sama yang mereka katakan tapi apa bener ada yang aneh.
__ADS_1
Tapi perasaan biasa aja, kak Fikri ya begitu baik, ramah, nggak sombong sama juniornya nggak ada yang aneh. Biarlah waktu yang akan menjawab adakah fakta dari ucapan teman-temanku tersayang ini kita tunggu saja. Ok kelas udah selesai waktunya nonton konser David, aku kesana sendiri soalnya Deva Devi harus ngerjain tugas mereka yang udah ditagih sama dosen.
Untungnya aku udah setor, ya gitu dech mereka suka nunda-nunda pekerjaan jadinya gitu dech keteteran jangan di tiru ya. Aku masuk ke gedung ternyata sudah sesak dengan penonton, banyak juga yang suka musik hhh. Aku nyari tempat duduk di tengah soalnya depan udah terisi penuh dengan petinggi-petinggi kampus, mungkin ini acara resmi jadi banyak petinggi yang hadir, nggak pa-palah ditengah nggak jauh-jauh banget masih bisa liat juga.
David dan Grub-nya keluar disambut dengan suara meriah tepuk tangan aku pun juga. Dia mulai memainkan musik tapi seperti mencari sesuatu, David clingak-clinguk ke arah penonton dan terhenti saat melihatku melambaikan tanganku. Dia mulai memetik berlahan senar gitar yang ada di tangannya, suaranya begitu indah sekali, sesekali aku tengok kanan, kiri, belakang semua orang seakan terlarut dalam alunan musik yang David mainkan.
Aku berbalik melihat David sembari tersenyum ikut larut dalam alunan petikan jari David dan kawan-kawannya. Kami dibawa terlarut sebegitu dalam dengan musik yang dimainkan mereka sampai tak ada suara sedikitpun yang keluar dari penonton. Setelah musik berhenti serentak penonton berdiri dan memberi tepuk tangan yang begitu meriah, aku pun juga begitu.
David dan kawan-kawannya meninggalkan panggung, aku ikut keluar dan menunggu dia didepan gedung niatnya mau ngasih ucapan selamat hhh. Sebenernya mau nebeng pulang juga hhh modus. Aku liat David keluar bareng temen-temennya aku tersenyum karna David melihatku dan menghampiriku sembari bersalam dengan kawannya yang beda arah jalan mereka.
"Selamat ya, permainan kamu bagus banget!" Seruku seraya memuji David.
"Hhh... alhamdulillah makasih, udah mau pulang apa masih ada kelas?" Tanya David.
"Alhamdulillah mau pulang, udah selesai ini kok kelasnya" jawabku.
"Ya udah bareng aja, tapi kita makan dulu ya laper" sambil menepuk perutnya.
"Hhh.. ok!" jawabku.
Kami berhenti di cafe dekat komplek kami, kami memilih menu yang disodorkan pelayan.
"Mau pesan apa kakak?" Tanya pelayan cafe tersebut.
"Nasi goreng special" serentak aku dan David memilih menu itu dan membuat pelayan terbengong, aku dan David saling pandang dan tertawa.
"Ok, nasi goreng special dua" kata David sembari melihatku.
"Lalu, minumnya apa kak?" Tanya pelayan cafe itu lagi.
__ADS_1
"Teh anget, tapi gulanya sedikit". Kata David dan itu juga yang mau aku bilang, tapi karna takut dibilang ikut-ikutan aku pesen jus alpukat aja.
ooOoo