
...Ada Cinta...
Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati.
Jarum jam terus berdetak kencang ke arah sumbu yang tak terbatas dengan penuh ke haluan aku terus bertanya kepada diriku sendiri, hari ini apakah akan lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya atau malah akan memberikan aku kesibukan uang sebenarnya membawaku pada rasa takut untuk memulai perubahan.
"Eem gitu, alhamdulillah dech kalo gitu". Dia hanya tersenyum dan melanjutkan menyetir, sampai juga di rumah.
"Makasih ya Vid!" Seruku.
"Ok, aku langsung pulang ya...daaa". Ku jawab dengan anggukan dan melambaikan tangan melihat dia kearah rumahnya aku langsung masuk rumah.
"Udah pulang, makan dulu sana!" Seru Ibu ku.
"Aku udah makan tadi sama David bu!" Jawabku.
"Loh kok bisa sama David, dia jemput kamu?" Tanya ibuku.
ooOoo
Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik. Bukan, bukan karena kata sementara itu menyenangkan, hakikatnya, yang singkat tak akan pernah sepadan.
Bukan juga karena kata selamanya terdengar mustahil, sejatinya taka ada yang bisa terjadi di bumi, kalau kau bertanya kenapa, sebenarnya aku juga tidak tahu.
Aku bukan perasaan. Aku hanya berada di tubuh seorang perempuan yang tiap langkahnya berhadapan dengan perasaan. Dan sejujurnya tak enak, membosankan, mudah senang, mudah kecewa, mudah sedih, tapi juga mudah memaafkan.
__ADS_1
"Nggak, tadi kebetulan dia ada acara dikampus aku jadi bareng dech pulangnya, tau nggak bu, David tu selain jago potret dia jago banget main gitar hem pokoknya kalo ibu liat bakalan betah dech lama-lama dengerin petikan jarinya" Jawabku panjang lebar sembari menceritakannya ke ibuku.
"Oow ya, sebagus itukah sampe buat anak ibu se-terpesona ini". Ledek ibu sembari mencubit pipiku.
"Hhh...pokoknya kalo ibu belum denger nggak percaya dech, ya udah aku mandi ya bu panas" Ujarku.
"Ya udah sana", sehabis mandi aku membaca novel, di tengah-tengah baca aku tiba-tiba keinget waktu David di atas panggung sambil memetik gitar akustiknya.
Angin yang berhembus masuk kekamar membuatku semakin damai dan terpaku membayangkan wajah David sembari memejamkan mataku ku rasakan hembusan angin yang masuk dan mereka-reka alunan musik yang David mainkan masih terngiang di telinga ku, sesekali aku melihat kearah rumah David jendelanya terbuka tapi aku nggak liat David aku jadi bingung ngapain aku mikirin dia ya hhh jadi lucu sendiri.
Aku hanyut lagi dalam lamunanku tiba-tiba hujan datang tambah nyaman dech, aku keluar kearah jendela menyambut hujan yang datang sembari mencondongkan wajah dan tanganku kearah air yang terbawa oleh angin rasanya nyaman banget hem rasanya nggak mau udah.
Merasa ada yang memperhatikan tiba-tiba aku reflek melihat kearah rumah David yang ternya dia ada di balik jendela dan mengarahkan kemera ke arahku, aku menyilangkan tanganku sembari mengangkat kepala dan tersenyum mengisyaratkan apa yang dilakukan David.
Sangking larutnya sampe nggak nyadar mukaku basah kuyup banget. Itulah kebiasaan ku, suka banget sama hujan tapi yang tadi jangan ditiru basah-basahan ntar masuk angin kalo aku si alhamdulillah masih diberi kesempatan sehat terus walaupun kehujanan, Allah kan tau kalo aku suka hujan, jadi membiarkan ku manikmati hujan sepuasku, hujan datengnya juga jarang.
Hari jumat hari favoritku, kenapa karna hari ini jadwal kuliahku cuma satu dan pagi lagi jadi sisa waktunya bisa buat santai. Deva Devi kesempatan pulang cepet mereka ngadem ke mall walupun nggak beli apa-apa cuci mata katanya, hem aku pernah ikut mereka sekali setelah itu nggak lagi. Aku pulang tapi di rumah ternyata ada David.
"Hey, ngapain disini ayahkan belom pulang?" Tanyaku.
"Nggak papa orang aku nungguin kamu" Jawab David.
"Hem, emang kenapa?" Tanyaku.
"Nggak inget janji kamu mau nemenin aku ke perkampungan daerah sini buat ngambil sempel gambar!" Seru David seraya mengingatkan.
__ADS_1
"Oow iya, hhh kok inget si, ya udah bentar aku ganti baju dulu". Dia jawab dengan anggukan.
"Bu aku pergi ya!" Seruku.
"Ya, ati-ati". kami pergi jalan kaki soalnya lumayan deket si sama komplek kami sambil ngirit bensin hh.
David sibuk jeprat-jepret, aku yang cerewet udah kaya gaet pariwisata aja, tapi tumben juga si aku secerewet itu biasanya kalo ngomong cuma seperlunya aja, sesekali dia ngambil gambar aku, kami juga foto bareng dengan ekspresi yang unik-unik.
Sampe dech disawah, lumayan bagus sih pemandangannya hijau semua, tapi nggak sebagus dikampung neneknya David, anehnya kalo mau ngambil sampel yang baguskan bisa di kampung neneknya kenapa carinya di sini, hem orang yang aneh tapi nyenengin.
Sangking asiknya dia jeprat-jepret sampe kepleset masuk dech kelumpur, aku bukannya narik dia malah ngambil kameranya dan aku jepret dech pose lucunya, eh dia malah gantian narik aku jadi dech kami kotor-kotoran lumpur yang membuat tawa kami buyar.
"Udah ach,...capek kotor dech, eh tu ada sungai bersihin disana yuk" ajakku.
Kami jalan beriringan menuju sungai kecil itu, sungainya lumayan bagus, airnya bersih banyak bebatuan, ngak terlalu luas si tapi asik buat main air. David mulai lagi nyipratin air ke arahku yang lagi fokus nyuci kaki tanganku, mulai dech kami ciprat-cipratan air lagi.
Bersamanya aku bisa ketawa lepas, sama dia aku nyaman, sama dia aku damai pokoknya sama dia aku seneng banget kayaknya dia juga gitu. David megangin dadanya seperti kesakitan, aku buru-buru deketi dia.
"Vid kenapa?" aku khawatir banget.
"Nggak papa, udah biasa abis minum ini juga sembuh" jawab David santai seolah-olah ingin membuat aku tak mengkhawatirkannya.
Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya. Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan.
ooOoo
__ADS_1