
...Cinta Dalam Hati...
Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik. Bukan, bukan karena kata sementara itu menyenangkan, hakikatnya, yang singkat tak akan pernah sepadan.
Bukan juga karena kata selamanya terdengar mustahil, sejatinya taka ada yang bisa terjadi di bumi, kalau kau bertanya kenapa, sebenarnya aku juga tidak tahu.
Aku bukan perasaan. Aku hanya berada di tubuh seorang perempuan yang tiap langkahnya berhadapan dengan perasaan. Dan sejujurnya tak enak, membosankan, mudah senang, mudah kecewa, mudah sedih, tapi juga mudah memaafkan.
Aku tak pernah tau akan arti kata cinta. Tak tau rasanya mencintai dan dicintai, tapi aku yakin cinta itu ada dan akan datang padaku. Aku tak mau mencari, aku hanya akan menunggu cinta yang dikirim oleh-Nya. Karna aku yakin yang sesungguhnya dihadirkan olehNya akan lebih indah tanpa aku mencarinya.
Sampai akhirnya aku melihatnya seorang laki-laki yang sempurna dimataku. Dia sopan, santun, cerdas dan pengertian, dekat dengannya aku merasa nyaman.
ooOoo
"Kok kamu tau aku ujan-ujanan?" Tanyaku.
"Ya taulah" jawab David
"Tau dari mana, kamu kan nggak dirumah tadi?" Tanya ku polos.
"Tau dari mana aku nggak dirumah sotoi...(dia nyengir)" karna merasa malu aku jadi diem aja.
"Ca!!" Panggilnya
"Hem" jawabku.
"Bagus ya" ujar David.
"Iya, bagus banget" jawabku.
Kami terhanyut menyaksikan kunang-kunang yang seakan menari di depan kami dan menghibur kami.
"Ca!" Panggil David.
"Hem" jawabku singkat.
"makasih ya" ujarnya.
Kemudian aku menoleh kearahnya.
"Makasih buat?" Tanyaku bingung.
"Makasih udah mau jadi temen aku" jawab David.
__ADS_1
"Oow, itu ya kan udah kewajiban kita sebagai sesama manusia harus saling mengenal dan memperkenalkan kita semuakan saudara" jawabku.
Dia kemudian tersenyum ke arahku.
Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya. Aku berfikir bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan.
Egois ku rasa bila aku mengeluh saja tanpa mau berusaha, entah kenapa goresan pena ku sampai pada titik kosong dimana tinta hitam yang ku tulis diatas kertas putih ternyata telah habis, setiap yang ku tulis sesuai dengan perjalanan hidup dimana hati menangis menjerit menceritakan setiap perjalanan hati yang lirih, meski sang waktu berbicara dengan nada yang lirih sambil di temani sang piano yang terus berbunyi dengan merdunya seperti melodi sendu yang menohok hati.
"Ca!" Seru David.
"Hem" jawabku.
"Apa yang mau kamu lakuin kalo kamu punya waktu 2 bulan hidup di dunia seindah ini?" Tanya David.
Membuat aku tersentak kaget dan memandanginya.
"Maksud kamu?" Tanyaku.
"Ya nggak usah deh serius itu kalik..hhh...kan cuma misalnya!" Seru David.
"Ooh gitu, tapi serem banget pertanyaannya" jawabku.
"Hhh...tinggal jawab aja bawel dech" ujar David.
Aku tersenyum kearahnya.
"Konyol banget...hhh" ujar David.
"Hhh...becanda, yang pasti aku bakal coba membuat orang-orang di sekitar ku ketawa, seneng, bahagia, nyaman kalo dideket aku, biar kalo aku pergi mereka bisa inget aku terus, dan aku akan menceritakan hal-hal yang bisa buat mereka nggak nangis kalo aku pergi, dan yang paling penting aku mau buat ayah ibu bangga sama aku sebelum aku pergi, dan memberikan kesan yang indah untuk orang yang aku citai kalo ada...hhh" jawabku panjang lebar.
"Emang siapa yang kamu cintai?" Tanyanya penasaran.
"Allah" jawabku.
"Hem, ngajak becanda" jawabnya
"Hhh.. ya adalah mungkin nanti nunggu jawaban dari Allah, kalo saat ini mungkin belom ada, kok jadi kamu tanya terus kaya wartawan. Sekarang giliran kamu apa yang mau kamu lakuin kalo dikasi waktu seminim itu?" Tanyaku
Dia menghela nafas dan melihat keatas langit.
"Aku pengen dalam waktu seminim itu, aku mau nyium kaki nenek, sungkem sama dia, nyiumin dia, sholat bareng dia dan membuatnya tersenyum" jawab David
Kemudian dia berhenti berucap...
__ADS_1
"Udah gitu aja?" Tanyaku
"Dan setelah semua itu aku lakukan, sisa waktu yang aku miliki aku akan menghabiskan waktu ku melihat seyum ceria wanita yang aku cintai, sepuas mungkin aku memandang senyum dia" tambahnya.
"So sweet... emang nggak bosen diliatin terus?" Tanyaku.
"Hhh... nggak akan pernah bosen aku liat dia senyum, bahkan kalo aku udah ke tempat Allah, aku mau minta sama Allah ijinkan aku datang dalam mimpinya dan bilang AKU SANGAT SANGAT SANGAT MENCINTAIMU" Ujar David
Dan kemudian dia memandang ke arahku dan melihatku begitu serius tersenyum memandanginya, terharu juga dia bilang gitu sampe mau nangis tapi aku tahan.
"Kenapa harus bilang gitunya dalam mimpi?" Tanyaku.
"Ya, aku nggak mau dia tau lebih awal, soalnya kalo dia tau lebih awal dia pasti melakukan apapun buat aku bisa tersenyum yang mungkin bisa melukai hatinya lebih dalam kalo aku pergi nanti, dan aku enggak mau liat dia begitu" jawab David.
"Tapi bukannya lebih bagus dia lebih cepat, biar kamu tau juga perasaan dia gimana" ujarku.
"Emmm..nggak perlu dia bilang pun aku udah tau perasaannya" jawab David.
Kemudian dia memandangku dan tersenyum, aku jadi tambah penasaran.
"Dari mana kamu tau?" Tanyaku
"Ya walupun katanya cowok itu nggak peka sama perasaan cewek, nggak semua cowok gitu, aku bisa lihat dari cara dia bicara, cara dia melihatku, bahasa tubuhnya, bahkan apa yang dia pikirkan pun aku bisa merasakannya" jawab David.
"Hebat donk..hhh udah kaya peramal aja hhh " ujarku.
Aku memecah suasana yang tadinya sunyi jadi ramai karena tawa kami.
"Kok, jadi serius amat ya kita ngobrol, kayak mau terjadi beneran aja" ungkapku.
"Emang akan terjadi" jawab David lirih.
"Hem, kamu ngomong apa, nggak lucu dech" ujarku.
"Ya emang gitu adanya!" Seru David.
Dia mandang aku dengan tatapan kosong, karna ucapannya nggak terasa air mata ku jatuh...
"Kok kamu nangis si Ca...hhh .. ya ampun cengeng banget aku cuma becanda tau" ujar David.
Dia ketawa sembari mengusap air mataku...
"Achhhh...nggak lucu tau...hem pulang ach!!" Seruku.
__ADS_1
Aku berdiri mendahului dia karna malu, lagian aku cengeng banget tiba-tiba nangis aneh jadi malu sendiri. David mengejarku dan kami jalan bareng pulang ke rumah masing-masing, dijalan nggak henti-hentinya dia ngledek aku karna kejadian dramatis tadi, sampe malu banget di bully dia sepanjang jalan.
ooOoo