
...Kagum...
Ada pesan inbox dari kak Fikri yang baru saja dikirim.
"asalamualaikum Ca?"
"walaikumsalam kak"
"gimana tadi seminarnya paham?"
"insyaallah paham kak"
"alhamdulillah, Ca boleh minta no hp kamu? Buat kalau-kalau nanti ada info biar bisa bagi-bagi.. hehehe" hal yang membuatku kaget dan senyum-senyum sendiri.
" hhh... iya kak, 089765554xx"
"ok! Makasi ya.. udah malem tidur jangan malem-malem tidurnya gak baik buat kesehatan... ok see you ca!"
"hhh ya sma" kak, ok see you too!"
Hal yang selalu membuat hati bimbang adalah ketika kamu memilih mencintai seseorang, tetapi tidak pernah memiliki keberanian lebih untuk mengungkapkannya. Perasaan itu seperti rasa sakit yang bertahun-tahun tidak menemukan obatnya, jika saja kamu berani mengatakannya mungkin kamu tidak terbunuh mati oleh perasaan mu sendiri. Memang, sebagai seseorang yang pertama kali jatuh cinta, perasaan takut itu selalu ada. Membuat hati mu bimbang tidak siang tidak malam selalu terbayang-bayang, bagi ku aku lebih suka mencintai dalam diam, sebab tak akan ku temukan kata katakutan dalam mencinta.
Hal yang masih membuatku bingung dan ada rasa bahagia, kak Fikri minta nomor hp ku. Hal yang mungkin didambakan kebanyakan wanita. Mungkin kalau Deva dan Devi yang mengalaminya bahagia mereka akan serasa dapat uang miliyaran rupiah dengan bahasa alay mereka. Karna sudah malam dan sudah mulai menguap aku memutuskan untuk tidur.
ooOoo
__ADS_1
Ada dua hal yang begitu setia menjadi pendamping dalam hidup, perkenalkan dia bernama tawa dan air mata. Kita tidak akan pernah tahu keadaan seperti apa yang akan kita tempuh dalam hari-hari kedepan. Kita juga tidak akan pernah tahu pertemuan seperti apa yang akan membuat kita bahagia atau malah sebaliknya.
Detik-detik yang selalu berjalan adalah parade dalam mensyukuri anugerah Tuhan. Karena pada hakikatnya, telah menempuh kehidupan saja adalah anugerah terbesar yang sudah juta terima. Keadaan juga memiliki pasang surutnya, kebahagiaan dan kesedihan akan berputar pada porosnya.
Please Never Fall In Love Again.
Aku pernah menjadi tempat selepas bahagia mu habis, yang kau bagi dari deras air mata, yang menampung luka dari buah hasil perbuatan orang lain.
Sepertinya baru semenit aku menutup mata, tiba-tiba sudah subuh. Kebetulan hari ini aku libur jadi ku putuskan setelah solat subuh aku dan ayah pergi keluar untuk joging mengelilingi danau. Setengah perjalanan aku melihat laki-laki yang sepertinya kemarin juga aku melihatnya.
Pernahkah kamu mengalami apa yang ditulis dikalimat diatas? Jatuh cinta yang begitu hebatnya kepada seseorang, kamu serahkan segala angan-angan tentang kebaikan ditangannya. Kamu cintai dia dengan begitu benar, begitu baik dan begitu tulus.
Lalu sebuah luka kecil menyentilmu dan kemudian hatimu "pecah". Isinya tumpah, butir-butirnya yang bak pasir jatuh berserakan. Beberapa berhasil kamu kumpulkan, tetapi sebagiannya lagi hilang tak terselamatkan.
"Assalamualaikum nak David!" sapa ayah yang membuatku terkejut dan reflek nemandang ayah yang tersenyum kearah laki-laki itu.
"Ya begitulah untuk menjaga tulang-tulang tua yang mau kropos ini.. hahaha" ucap ayah yang memancing tawa kami.
"Oh iya nak David, kenalkan ini anak om Ecca" aku sambut menganggukkan kepala dan senyum kearahnya.
"Oh, ya salam kenal.. Eavid" mengulurkan tangannya dan ku terima dengan sambutan tangan dan senyum.
"Ecca"
"Oh ya, gimana udah dapet sample fotonya, gimana baguskan panorama di sini?" tanya ayahku dengan senyum membanggakan pendapatnya.
__ADS_1
Langit tahu segalanya, tentang rindu yang meraung minta makan. Tentang kepulan dusta dari sela-sela bibir, diantara dentuman musik keras dipojok ruangan, mengenai petikan rasa di gerbong yang berkarat.
Awan gelap tersenyum getir, sebongkah pamit menangis pilu, tatkala menghantam hati tak berdosa, begitu kelam, begitu banyak salah paham, nanti apalagi?.
Ku pandangi langit, serdadu di logika mulai meradang, menuntut agar bahagia di kembalikan. Dalam kericuhan yang amat mendalam, jalan mana yang akan dipilih, bertahan atau melepaskan?.
Kalau saja aku mampu sudah aku kejar langkahmu agar kita berjalan berdampingan. Kalau saja aku mampu, sudah ku hiasi hari-hari mu dengan penuh senyuman. Kalau saja aku mampu, sudah ku pastikan aku pantas untuk kau sandingkan.
Kalau saja aku mampu, sudah aku balikkan waktu agar saat itu tak jadi mengenalmu. Kalau saja aku mampu, sudah ku arungi hariku tanpa harus memikirkan mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku tarik jiwaku yang ingin berada di sebelah mu. Kalau saja aku mampu, sudah ku minta hatiku untuk berhenti merasakan mu.
Rotasi
Ada dua hal yang begitu setia menjadi pendamping dalam hidup, perkenalkan dia bernama tawa dan air mata. Kita tidak akan pernah tahu keadaan seperti apa yang akan kita tempuh dalam hari-hari kedepan. Kita juga tidak akan pernah tahu pertemuan seperti apa yang akan membuat kita bahagia atau malah sebaliknya.
Detik-detik yang selalu berjalan adalah parade dalam mensyukuri anugerah Tuhan. Karena pada hakikatnya, telah menempuh kehidupan saja adalah anugerah terbesar yang sudah juta terima. Keadaan juga memiliki pasang surutnya, kebahagiaan dan kesedihan akan berputar pada porosnya.
Please Never Fall In Love Again.
Aku pernah menjadi tempat selepas bahagia mu habis, yang kau bagi dari deras air mata, yang menampung luka dari buah hasil perbuatan orang lain.
Bunyi di tengah sunyi
Ada yang sempat menutup rapat hatinya dan tidak lagi berniat untuk membuka. Namun, penyusup yang baik akan hadir untuk membenahi setiap luka yang tercipta di masa silam.
Rasaku sempat terdiam beberapa tahun lamanya, sedikitpun aku tidak ingin ada pergerakan yang begitu dominan di dalam hatiku. Aku sempat menutup mati pintu hati ku begitu rapat, apapun perihal cinta tidak akan pernah ku biarkan bisa masuk. Toh banyak kebaikan yang aku rasakan, kehidupan ku menjadi teratur. Hari-hari ku berjalan lancar tanpa ada satupun keadaan yang begitu membebani perasaan, aku tidak begitu khawatir dengan sepi dan kesunyian yang ku rasa. Bagi ku kesunyian adalah hal yang sangat menyenangkan untuk ku kawani, hari-hari ku di isi oleh pertemanan dengan buku dan suara lantunan kicauan burung camar yang merdu.
__ADS_1
Menjadi apa adanya tanpa topeng dan basa basi tidak selalu membuat kita banyak teman. Tapi sekali kita mendapatkannya, maka itu kabar gembira. Hanya sahabat sejati yang selalu memahami kita apa adanya. Mereka berbicara kurang berkali-kali, protes sana sini. Benahi yang bukan urusannya, lupa tugas yang utama yaitu urus urusan mu sendiri.
ooOoo