
...Senyuman...
Aku hela nafas sejenak perlahan aku mulai membukanya, tanpa menoleh arah depan aku langsung menutup pintu dari dalam dan aku tercengang tak bisa berkata apa-apa saat ku arahkan pandanganku ke setiap sudut kamar David, yang penuh dengan foto-foto ku dan foto bersamanya yang ia cetak besar ia tempel tepat didepan pandangan arah bangun tidurnya.
Foto-foto yang tak pernah ku sadari kapan ia mengabilnya, foto saat aku tidur dibahunya, saat aku tertawa, aku membaca, aku hujan-hujanan, aku bicara, aku bermain dengan anak-anak kampung nenek.
Aku mengalihkan pandanganku ke kamera yang sering ia bawa, dan aku pun meraihnya duduk meja proyeknya lalu aku buka hasil jepretannya dan disana masih banyak sekali foto-fotoku.
Dadaku semakin sesak, dan air mataku tak bisa ku bendung lagi. Aku letakkan kamera itu dan ku raih laptop nya, yang bertuliskan namaku disana. Kemudian aku nyalakan dan aku penasaran saat aku lihat ada nama setiap baitnya yang membuatku semakin sakit.
ooOoo
Pertama kali aku liat kamu, turun dari bus yang sesak dan berlari kearah seorang nenek renta yang takut untuk menyebrang jalan, kau tuntun dia berlahan sambil menyetop laju kendaraan yang berlalu lalang, aku yang melihat mu dari seberang jalan mencoba mengejar mu tapi kau begitu cepat berlalu, ya tak apalah setidaknya aku punya jepretan foto mu di kamera ku.. see you girl.
Sengaja aku sepagi mungkin duduk, di halte tepat dimana aku melihat gadis itu berharap bisa bertemu dia, tapi sekian lama aku menunggu dia tak muncup-muncul juga, ya mungkin Tuhan belum memberi restu untuk ku, ok tak apa, tak tau kenapa sejak pertama kali aku liat dia ada sesuatu yang sulit ku pahami dalam diriku. Ada keinginan yang begitu hebat untuk bisa mengenalnya.
Ya, akhirnya aku bisa melihatmu lagi walaupun dari kejauhan, kamu yang sedang sibuk bersendau gurau dengan teman-temanmu saling melambaikan tangan untuk berpisah ke rumah masing-masing, andai lambaian tangan itu kearah ku. Aku hanya bisa diam melihatmu berlalu.
Ok, dengan tekat yang bulat, aku mengikutimu tanpa kau sadari aku ikuti kamu sampai aku tau dimana rumah mu, ya lingkungan rumah yang indah.
__ADS_1
Packing hari ini, bukan untuk ke rumah nenek, tapi untuk pindah ke rumah baru ku, hem gadis misterius ku akhirnya aku bisa lebih dekat dengan mu walaupun kita tak saling kenal.
Rumah yang indah, suasana yang nyaman, senyaman hatiku karna setiap detik aku bisa mengawasi dan melihat mu gadis misterius ku.
Cuaca yang cerah cocok untuk jalan-jalan keliling komplek, danau yang indah, oh Tuhan terimakasih dia datang gadis itu datang dia duduk di tepi sebrang Danau, dia yang begitu menikmati udara yang sejuk dan nyaman ini, aku puaskan mengambil gambar-gambarnya. Dan saat dia mulai melihat kearah ku, dan aku pun langsung pindah posisi, pengecutnya aku.
Seminggu sudah aku tinggal disini, tapi selama itu pula aku tak punya keberanian untuk mengenalnya, hanya bisa melihatnya dari balik jendela-jendela rumah, berharap Tuhan memberiku sedikit keberanian untuk sekedar menyapanya.
Hari yang cerah secerah hatiku, akhirnya aku bertemu dan sangat dekat aku melihatnya, Ecca ternyata Ecca nama gadis misterius itu, tapi begitulah hanya sekedar perkenalan dan aku cuma pura-pura berbincang dengan ayahnya sembari mencuri-curi pandang kearahnya.
Tak tega rasanya melihatnya terluka, ya kakinya terkilir saat berjalan mengiringi aku dan ayahnya berkeliling danau, baru kali ini aku bertemu dengan gadis seperti dia, beda dengan gadis yang lain yang mungkin akan menangis lebay karna hal itu.
Akhirnya aku bisa melihatnya, disebrang jalan yang sebenarnya arahnya berlawanan aku putar balik mobilku dan menghampirinya, menjadi pahlawan kesiangan.
Entahlah mungkin Tuhan yang memberiku kekuatan untuk berani memapahnya masuk ke mobil, hatiku serasa sangat-sangat bahagia akhirnya bisa aku membuka pembicaraan dengannya, melihat tawamu yang lembut sedekat itu.
Dan terimakasih Tuhan, aku bisa pergi kerumah nenek, membawa gadis yang selalu aku ceritakan padanya lewat telfon karna kebetulan nenek bisa memijat kakinya yang terkilir, "mungkin angelku bisa ia sembuhkan, untuk tidak lagi menahan rasa sakitnya" ujarnya.
Dua hari kami disini, dia sudah terlihat lebih segar mungkin pijatan nenek berhasil, dan dua hari kami disini aku semakin ingin menjaganya, Tuhan dekatlah hati kami selagi aku masih bisa melihatnya.
__ADS_1
Dia melihatku minum obat penahan sakit di dadaku, tapi semoga dia tak curiga, sebenarnya aku hanya mencoba mengalihkan pembicaraannya, lalu kami duduk bersama ditaman depan, aku diam-diam melihatnya yang memejamkan matanya dan mengarahkan wajahnya kelangit, hatiku nyaman melihatnya Tuhan bisakah aku memiliki makhluk indahmu ini.
Akhirnya, dia bisa berjalan tanpa menahan rasa sakitnya lagi, dan kami ke masjid bersama, banyak warga yang menyangka dia gadisku, ya memang dia gadisku dan akan segera menjadi gadisku. Hanya dalam hati aku bisa berkata itu, tak pernah ada keberanian untuk ku mengungkapkan perasaan ini.
Seperti janjiku aku ajak dia ketempat favorit ku, dipuncak bukit. Damainya hatiku melihat senyuman bahagianya melihat panorama yang indah, dan lebih indah karna ada dia bersamaku disini, rasanya tak ingin aku mengakhiri semua ini.
Ecca kaulah gadis yang selama ini aku cari, gadis yang telah mengubah hidupku dan segalanya bagiku, kau telah menguatkan ku untuk bisa hidup lebih lama untuk melihat senyummu yang membuatku nyaman, walaupun itu mustahil karna terhalang dengan penyakit ini.
Tuhan jika kau ijinkan, bolehkah aku minta 1 bulan hidup lebih lama untuk menghabiskan dan memuaskan hatiku untuk bisa melihat senyuman indah makhluk mu ini, yang membuatku begitu menikmati hidup ini.
Tanpa dia tau diam-diam aku mengadakan acara pentas seni dikampusnya, dan alhamdulillah pihak kampus memperbolehkan acara ini, aku memainkan akustik favoritku canon in D berharap dia akan datang menghampiriku dan memintaku untuk memainkannya lagi untuknya, dan terimakasih Tuhan kau tau isi hatiku.
Dia datang, ya Ecca datang dengan senyuman mengembang serta berbinar-binar dan menghampiri aku dengan senyuman manisnya, aku pun menyambutnya dengan senyuman ikhlas ku.
Kemudian hatiku terasa terbang setiap melihat senyum yang mengembang diwajahnya, paras yang cantik secantik pribadinya.
Hal yang tak pernah ku lupa, melihatnya tertidur nyaman besandar dibahuku, dengan wajah polosnya tak ingin rasanya melihatnya terbangun dan pergi berlalu.
ooOoo
__ADS_1