
...Roman Picisan...
Suara itu belum hilang dan makin nyaring terdengar di telinga ku, kemudian aku bangkit dan kembali berlari menuruni tangga dan pergi ke lantai dasar.
Dan berhenti di ruang musik, aku buka pintunya yang ku lihat sudah sedikit tebuka, tapi ternyata tidak ada juga, hanya ku dapati CD yang menyala dan memainkan akustik David.
Aku melihat kesekeliling ruang musik tak ada orang satu pun, aku mendekat dan ada selembar kertas yang ada di atas CD yang bertuliskan thanks to your smile aku memeluk kertas itu dan menangis sejadi-jadinya.
ooOoo
Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang ku tuangkan bersama hati dan juga perasaan.
Bait semusim yang tertulis manis tentang kisah kasih aku bersamanya yang duduk di pelataran cinta bersama dengan hati ku yang selalu terngiang-ngiang akan bisikan cintanya yang begitu merdu, tanpa batas waktu yang terungkap tapi tak mampu ku ucap. Aku hanya seseorang yang memujanya di balik kejauhan, aku hanya hanya seseorang yang berusaha keras untuk tetap setia bersamanya meski aku hanya berada di balik kejauhan, jangan tanyakan perasaan ku jika kau tak bisa beralih dari masa lalu yang menghantuimu karena ini sungguh tidak adil.
Gemercik suara hujan yang deras dari tetesan air hingga terdengar kencang, gak cukup satu tapi ribuan genangan air itu menyapu bahuku dan membasahiku, aku hanya terdiam sembari membiarkan setiap genangan air hujan dan juga riuh suara angin berhembus kencang di wajahku. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan sang sutradara yang menciptakan perjalanan hidupku yang terdokumentasikan menjadi sebuah film. Meski dalam keramaian aku masih tetap sendiri dan merasa kesepian, seperti hanya ada seekor kunang-kunang yang menemani di kesunyian. Aku hanya aku dan bukan dia, biar ku simpan rasa ini di kejauhan karena mungkin kau bukan untukku dan mungkin pula rasa ini suatu saat akan hilang dengan sendirinya.
Bukan seseorang yang pandai merangkai kata, bukan pula seorang cenayang yang mampu mengungkapkan kata-kata, bukan pula sang pendahulu yang mampu mengucapkan kata, dan bukan pula sang pelukis yang mampu menggambar kata-kata. Setiap asa melukiskan kata, setiap hal memberikan informasi tentang perjalanan hidup dan setiap waktu akan menggoreskan tinta tentang arti kebahagiaan dan juga kesedihan.
__ADS_1
"Apa Lo bahagia?" Entahlah cuma kata-kata yang ditulis dengan tanda tanya, gak tegas gak elok. Cuma pengen jadi seseorang yang sepesial di depannya, meski aku bukan sosok perfeksionis yang pantas buat di sanjung. Aku memang egois gak seharusnya dia menjadi bagian dalam kisah hidupku ini padahal dia bukan bagian dalam hidupku. Langkahku ini terhenti namun aku tak ingin ini hanya menjadi cerita tentang aku dan dia, nyatanya kini bukan hanya ada aku tetapi juga ada dia.
Padahal lagi enak-enak nulis diganggu, sebel. Kebiasaan ku yang nulis di buku harian dan coret-coretan sampe buku ku penuh dan juga tinta pulpen ku habis, mencatat dan menulis adalah kebiasaan ku, entah sejak kapan aku suka nulis, aku cuma suka aja nulis buku dibandingkan yang lain soalnya setiap goresan tinta yang aku tulis seperti makna kehidupan ku yang menghalu dan tanpa batas.
Persahabatan itu seperti permen kapas rasanya manis banget, ada rasa cinta, kenangan dan juga kerinduan bahkan ada juga rasa cemburu penghianatan dan hal-hal konyol. Ya itulah persahabatan, kadang terasa garing kayak renjinang, dan seperti kacang asin yang baru dikupas. Kalau Sahabat kamu? Punya rasa apa?.
Aku hanya ingin kamu tahu meski dalam kejauhan aku selalu ada untukmu, meski semua cinta yang ku beri mungkin tak sebesar dengan pengorbanan yang kau beri untukku.
Jika mengingat waktu-waktu yang telah kamu habiskan dengan sahabat, segalanya pasti terasa menyenangkan, bukan? Meski pertengkaran kerap mewarnai persahabatan yang terjalin di antara kamu dan dia, tetapi perasaan jengkel dan amarah akan cepat tergantikan dan nggak pernah betah lama bersarang di hati.
Perselisihan pasti ada perbedaan pasti ada semua terjadi karena kita sahabat saling membantu dan membutuhkan, ingatkah tentang kertas bekas? Kertas bekas di bawah mejaku berisikan kenangan indah bersamamu sahabatku, sahabat terbaikku hujatan berceceran kepadaku masalah berdatangan kepadaku tetapi engkau sahabatku tak pernah mengeluh untuk menyemangatiku.
Kemudian aku mendengar ada orang masuk kedalam ruang musik, dan aku menoleh kebelakang ternyata kak Fikri, dia langsung buru-buru berlari kearah ku.
"Ca!... kamu kenapa?, apa yang terjadi?" Tanyanya.
Aku hanya menangis dan memeluknya tanpa ragu, karena mungkin dia tau aku sedang butuh seseorang di saat seperti ini dia membiarkan ku memeluknya. Kami keluar dan duduk di taman, kampus masih belum begitu ramai.
__ADS_1
"Kamu kenapa Ca?... bisa cerita sama aku!" Ujarnya.
"Aku enggak tau kak, cinta bisa buat aku kayak gini, aku pengen ketemu dia dan bilang semua yang aku rasain ini, apapun tanggapan dia aku akan terima, hanya itu jalan satu-satunya yang bisa buat aku tenang" ujarku pada kak Fikri.
"Memang sakit rasanya Ca... tapi percayalah jika Allah sudah menakdirkannya untuk mu maka dia akan mempertemukan kamu dengannya tanpa kamu pinta dia akan datang sendiri, seperti yang pernah kamu bilang ke akukan?" saran kak Fikri dan ia tersenyum kearah ku.
"Siapa laki-laki yang membuat kamu seperti ini?" Tanyanya.
Aku menatap kearahnya, aku takut jika aku jawab aku akan menyakiti hatinya, aku hanya diam dan memalingkan pandanganku.
"Ayolah Ca... bilang saja, aku enggak papa kok, kita kan teman, haruskah kita saling menutupi setelah aku mengungkapkan semua perasaan ku ke kamu" ujarnya.
Kemudian dia mengelus kepala ku, yang mengingatkan ku akan kebiasaan David.
Setiap hal ketika aku menunggumu, waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku, malam berjalan lebih lambat, siang berjalan lebih melambat, jam dinding bergerak lebih lambat, usia bertambah lebih lambat, dan saat mana jantung ku berdetak lebih cepat melebihi kecepatan cahaya oleh keinginan bertemu denganmu.
Ada kebahagiaan yang aku rasa bersama dengan cinta dan juga setiap hal yang aku hayalkan dengan itu aku merasa bahwa Tuhan selalu bersamaku menjaga ku dan juga melindungi ku, karenanya aku kuat serta bahagia.
__ADS_1
ooOoo