
...Kemping...
Kau pancarkan kebahagiaanmu dari mata air yang tersembunyi. Seperti ketika laut pasang di bawah tatapan lembut sang matahari mendatangkan kegembiraan yang tak terlukiskan. Sepasang lima jari yang terkembang ke empat penjuru samudra saat menghantarkan puja kepada yang maha kuasa. Ia yang memberi kita segala kenikmatan. Ia yang kepadanya kita berpulang.
Menjamah pusat rindu yang gaib, mencumbui perasaan garib yang sebelumnya tiada dikenal. Waktu yang memetakan segala ingatan purba atas raga kita yang fana, telah tumbuh menjadi kenangan baka atas lebatnya hutan rimba belantara dan sebuah sendang kecil di tengah tengah pulau terpencil yang dikelilingi oleh lembah yang permai dan perbukitan perak yang dulu sekali sering engkau jelajahi.
Gunung gunung yang menjulang tinggi di kejauhan seakan menantang untuk ditaklukkan. Langit biru terhampar di atas padang gundul terbentang jauh hingga ke semenanjung yang sebelumnya tak pernah dijamah. Semua yang dulu cuma bagian dari lintasan sejarah, namun kini selamanya telah jadi pengingat akan dirimu. Semua yang dulu pernah mengungkapkan seluruh jejak petilasan dan penaklukanmu. Bentang alam dari seluruh kekayaan yang kini engkau simpan dalam perbendaharaanmu pribadi. Alam liar dari horizon pikiran dan khazanah perasaan yang nyaris tak terselami. Tidak ada lagi rahasia yang engkau tutupi dari mata kami, selain daripada ceruk ceruk terdalam dari palung palung yang tersembunyi di balik mimpi-mimpimu.
ooOoo
Jarak terkadang membuatnya menjadi asing, membuat seseorang tak percaya akan kekuatan cinta. Silangit yang sama kamu berada, namun belum kamu temukan satu sosok pilihan-Nya.
Bagiku hidup hanya selalu hitam dan putih, kebahagiaan akan selalu berbanding lurus dengan kesedihan. Kita hanya menunggu waktunya bergiliran bukan?. Begitupun dengan kesunyian. Hari ini terasa ramai, mungkin esok kita akan berdialog lagi dengan kesendirian.
Meski dalam keramaian aku masih merasa kesepian, entah kenapa sunyi sepi ku rasa tanpa seseorang yang bisa menemani ku di kesendirian ini, tak terasa sudah semakin jauh aku berjalan sendiri.
"Iya, kalo perlu bekal sendiri bawa juga, soalnya panitia cuma menyediakan bekal makan kita selama 2 malam paginya kan kita udah pulang kesini lagi." Ujar kak Fikri panjang lebar.
"Ok kak!" jawab Deva, dengan mulut yang masih penuh dengan makanan yang membuat kami tersenyum geli dan membuat dia agak malu tapi tetep PD.
"Nanti acaranya apa aja kak?" tanyaku.
"Ya ada dech, tapi yang pasti kalian nggak akan nyesel ikut kemping" dan membuat kami tersenyum.
"Ya udah, aku masih ada urusan, aku duluan ya Ca, dan kalian duo Dev (sebutan untuk Deva Devi) sampai ketemu besok ya" sembari dia berdiri dan berjalan pergi.
__ADS_1
"Ya kak, makasi" di balas dengan senyum dan anggukan.
"Hem, kak Fikri emang udah buat hati aku luluh lantah" kata Devi.
"Emang lagu luluh lantah" tambah Deva.
"Apa aja dech, suka banget pokoknya kalo deket-deket sama dia" Devi yang masih tercengang memandangi kak Fikri yang pergi menjauh dari kami, aku hanya tersenyum heran melihatnya.
"Ca, kamu nggak merasa ada yang aneh sama kak Fikri?" Tanya Devi.
"Hem aneh? Aneh kenapa, biasa aja dech kayaknya" jawabku.
"Kamu tu nggak peka B.G.T si" tambah Deva.
"Hem kalian tu terlalu banyak nonton sinetron, udah dech nggak usah berlebihan abisin tu makanan keburu di ambil lalet" Ujarku sembari memotong pembicaraan Deva dan Devi.
"Ach kamu ni, selalu mengalihkan pembicaraan" aku hanya tersenyum mendengar ucapan Devi, penasaran juga si sama yang mereka katakan tapi apa bener ada yang aneh.
Tapi perasaan biasa aja, kak Fikri ya begitu baik, ramah, nggak sombong sama juniornya nggak ada yang aneh. Biarlah waktu yang akan menjawab adakah fakta dari ucapan teman-temanku tersayang ini kita tunggu saja. Ok kelas udah selesai waktunya nonton konser David, aku kesana sendiri soalnya Deva Devi harus ngerjain tugas mereka yang udah ditagih sama dosen.
Untungnya aku udah setor, ya gitu dech mereka suka nunda-nunda pekerjaan jadinya gitu dech keteteran jangan di tiru ya. Aku masuk ke gedung ternyata sudah sesak dengan penonton, banyak juga yang suka musik hhh. Aku nyari tempat duduk di tengah soalnya depan udah terisi penuh dengan petinggi-petinggi kampus, mungkin ini acara resmi jadi banyak petinggi yang hadir, nggak pa-palah ditengah nggak jauh-jauh banget masih bisa liat juga.
David dan Grub-nya keluar disambut dengan suara meriah tepuk tangan aku pun juga. Dia mulai memainkan musik tapi seperti mencari sesuatu, David clingak-clinguk ke arah penonton dan terhenti saat melihatku melambaikan tanganku. Dia mulai memetik berlahan senar gitar yang ada di tangannya, suaranya begitu indah sekali, sesekali aku tengok kanan, kiri, belakang semua orang seakan terlarut dalam alunan musik yang David mainkan.
Aku berbalik melihat David sembari tersenyum ikut larut dalam alunan petikan jari David dan kawan-kawannya. Kami dibawa terlarut sebegitu dalam dengan musik yang dimainkan mereka sampai tak ada suara sedikitpun yang keluar dari penonton. Setelah musik berhenti serentak penonton berdiri dan memberi tepuk tangan yang begitu meriah, aku pun juga begitu.
__ADS_1
David dan kawan-kawannya meninggalkan panggung, aku ikut keluar dan menunggu dia didepan gedung niatnya mau ngasih ucapan selamat hhh. Sebenernya mau nebeng pulang juga hhh modus. Aku liat David keluar bareng temen-temennya aku tersenyum karna David melihatku dan menghampiriku sembari bersalam dengan kawannya yang beda arah jalan mereka.
"Selamat ya, permainan kamu bagus banget!" Seruku seraya memuji David.
"Hhh... alhamdulillah makasih, udah mau pulang apa masih ada kelas?" Tanya David.
"Alhamdulillah mau pulang, udah selesai ini kok kelasnya" jawabku.
"Ya udah bareng aja, tapi kita makan dulu ya laper" sambil menepuk perutnya.
"Hhh.. ok!" jawabku.
Kami berhenti di cafe dekat komplek kami, kami memilih menu yang disodorkan pelayan.
"Mau pesan apa kakak?" Tanya pelayan cafe tersebut.
"Nasi goreng special" serentak aku dan David memilih menu itu dan membuat pelayan terbengong, aku dan David saling pandang dan tertawa.
"Ok, nasi goreng special dua" kata David sembari melihatku.
"Lalu, minumnya apa kak?" Tanya pelayan cafe itu lagi.
"Teh anget, tapi gulanya sedikit". Kata David dan itu juga yang mau aku bilang, tapi karna takut dibilang ikut-ikutan aku pesen jus alpukat aja.
ooOoo
__ADS_1