Diary Ecca

Diary Ecca
Part 34


__ADS_3

...Apa Itu Cinta?...


Dia ketawa sembari mengusap air mataku...


"Achhhh...nggak lucu tau...hem pulang ach!!" Seruku.


Aku berdiri mendahului dia karna malu, lagian aku cengeng banget tiba-tiba nangis aneh jadi malu sendiri. David mengejarku dan kami jalan bareng pulang ke rumah masing-masing, dijalan nggak henti-hentinya dia ngledek aku karna kejadian dramatis tadi, sampe malu banget di bully dia sepanjang jalan.


ooOoo


Aku untung juga si walaupun aku nggak ikut mereka, mereka masih inget aku, bagi-bagi icip-icip makanannya dibungkusin pula di bawa kerumah, hem aneh tapi lucu juga liat tingkah mereka, dan modusnya juga biar bisa deket-deket sama kak Fikri.


Secara diakan nggak pernah absen kegiatan kampus. Beberapa hari ini kak Fikri jadi sering sms atau telfon aku walaupun cuma basa-basi tanya lagi apa, sibuk apa, dll.


Hari kamis, hari terakhir bazar dan ini ni waktu paling ruame, secara harga bazarnyakan tambah murah, biar cepet abis stoknya dan bukan keluarga kampus aja yang dateng banyak juga dari luar kampus. Karna udah mau sore, aku pamit pulang dulu sama Deva Devi.


"Hhhh...ya udah dech nanti nangis lagi, masuk gih udah malem...good night!" Ujarnya sembari mengelus kepalaku.


"Ok bay!" Jawabku aku berjalan masuk kerumah, senyum-senyum sendiri malu sendiri keinget kejadian tadi.


Pagi harinya ternyata fluku tambah parah, demamnya juga nggak turun-turun kebetulan libur jadi aku nggak ambil cuti lagi. Dengan sabar ibu ngompres aku, nyuapin, bikini teh anget pait juga udah kaya orang sakit parah aja.


Tapi berkat ibu juga alhamdulillah malemnya aku bisa tidur nyenyak, demamnya udah turun dan flunya juga udah mendingan, jadi paginya aku bisa masuk kuliah.


Di kampus hari ini rame banget lagi ada acara bayar buku, makanan, lomba-lomba, dan apalah banyak banget acaranya, untung aku nggak ikut jadi panitia lagi. Bayangin aja udah tau secapek apa, tapi Deva Devi mereka ikut jadi panitia bazar makanan, ya kesempatan mereka bisa icip-icip gratis dasar modus.


Hampir sampe ruang musik aku denger suara akustik yang nggak asing ditelinga aku, aku mempercepat langkahku dan membuka pintu ruang musik, ternyata banar dugaanku David lagi asik main gitar disitu.


Dia membuka pintu dan kaget serta terkejut mendengarku menghentikan sejenak permainan musiknya.


"Kok belum pulang?" Tanya David.


"Mau pulang, tapi ketarik sama suara musik kamu..hhh" jawabku.

__ADS_1


"Emang pancing, ketarik hhh...kok sendirian, temen-temen kamu mana?" Tanya David lagi.


"Ada, lagi pada cari makan....emang mau ada konser lagi kok latihan disini?" Jawabku sembari bertanya kembali.


"Nggak, kebetulan kita lagi ngelatih anak-anak sini main akustik" jawab David.


"Wah mau donk di ajarin!" Seruku.


"Boleh juga, pasang tarif ya khusus kamu...hhh" ujar David ledeknya.


"Emmm.. jahatnya,..hh, mainin lagu yang lain donk yang belum pernah kamu bawain!" Seruku.


"Emm ok, saya akan memainkan lagu kesukaan saya khusus untuk tetangga saya yang baik hati" ujarnya, sembari tersenyum.


"Emm ok...hh". Dia mulai memetik senar gitarnya, memang lagunya belum pernah aku dengar.


Aku melihat dia memainkan akustiknya begitu fokus tenang sampai aku larut, lagunya lembut, romantis, dramatis juga walaupun dia nggak nyanyi tapi petikan jarinya seakan meluapkan semua isi hatinya. Aku bisa dengar dari alunan petikannya yang begitu halus, aku begitu terpaku melihat permainan akustik David.


"Bagus banget, jago banget si tetangga ku ini!" Seruku. Kami tertawa bersama, aku liat jam ternyata udah sore banget.


"Udah sore ni, aku pulang duluan ya!" Seruku.


"Ok, sory ya nggak bisa bareng pulangnya masih ada urusan" ujar David.


"Ok, santai aja kalik, udah biasa pulang sendiri...ok, daaa see you!" Seruku.


Dia menjawab dengan lambaian tangan dan senyumnya, senyum yang membuatku tenang.


Jam 8 malam aku membuka jendela kamar dan keluar duduk di teras melihat langit yang indah dipenuhi dengan bintang-bintang yang indah berkelip, aku melihat kearah rumah David, sepertinya dia belum pulang soalnya belum ada mobil terpakir diteras rumahnya, tiba-tiba aku merasa ngantuk banget akhirnya aku terlelap juga.


"Ca bangun, jangan tidur di luar dingin!" Serunya.


Suara yang mengagetkanku, suara yang nggak asing di telingaku suara David, baru aku sadar ternyata aku ketiduran di teras kamar.

__ADS_1


Mungkin karna sering sama David sampe suaranya masih ngikut aku kemana-mana, aku liat ke rumahnya, rumahnya masih kosong belum ada mobil yang terparkir padahal udah tengah malam, mungkin dia nginep di tempat temennya. Aku masuk dan melanjutkan tidurku dikasur nggak perlu nunggu waktu lama aku udah tidur pulas.


Paginya aku keheranan, perasaan tadi malem aku enggak pake selimut, tapi kenapa paginya selimut nutupin tubuh aku, mungkin ibu yang nyelimutin aku.


Aku pamit dan keluar rumah, aku melihat kearah rumah David tapi kayaknya dia belum pulang juga.


Hari ini semua junior yang ikut camping dikumpulkan untuk pengarahan, apa aja yang harus dipersiapkan, apa aja kegiatannya, setelah dirasa cukup kami dibubarkan dan mulai dech ribut persiapan biar enggak keteteran besok pagi, soalnya setengah enam udah harus kumpul siap di kampus, biar perjalanannya enggak makan waktu lama intinya si menghindari macet.


Karna takut telat aku minta ayah mengantarku, sembari membereskan barang-barang keperluan ku ke bagasi mobil, aku melihat kearah rumah David tapi masih kosong juga.


"Kemana ya dia?" rasa khawatir merasuki ku.


"Apa mungkin dia ke rumah neneknya tapi kok tumben enggak bilang ngasih kabarpun enggak".


Tapi tiba-tiba ada Sms masuk dari David. Aku tersenyum seneng banget, panjang umur tu orang baru dipikirin udah nongol, hhh di SMS dia bilang...


"Ati-ati ya, jaga diri jangan ceroboh, jangan macem-macem...jangan lupa sholat!!" Pesannya di SMS.


"Iya tetanggaku yanng baik hati!!" Balasku singkat.


Walupun enggak ketemu langsung aku lega dia hubungi aku walaupun hanya lewat SMS. Sampe di kampus ternyata udah rame banget, segitu semangatnya mereka mau pada kemping, kalo masuk kuliah aja pada telat-telat kalo masalah ginian pada cepet, Deva Devi juga udah sampe dari tadi.


"Lama banget si?" Tanya Devi


"Hhh...maaf" jawabku.


"Ok, kawan-kawan, asalamualaikum warohmatullalhi wabarokatu!!"


"Waalaikum salam warohmatullahi waborkatu"


"Selamat pagi, semua!"


ooOoo

__ADS_1


__ADS_2