Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"
episode 20


__ADS_3

Pagi yang sangat sejuk Caca menghelah nafas sambil tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas.


"Sayang bangun. Hari ini kan kamu harus ke kantor. Sudah cukup liburnya."


"Baik" jawab Ardi sambil berdiri dan mendaratkan ciuman di kening istrinya.


"Mandi dan bersiaplah, setelah itu turunlah ke bawah. Aku akan turun dan membuat sarapan" Caca meninggalkan Ardi yang beranjak turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Apa yang harus aku buat. Berpikir sejenak. Sepertinya aku akan membuat nasi goreng.


Caca turun dari lantai atas menuju dapur, setelahnya ia menyiapkan alat dan bahan untuk memasak nasi goreng. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya nasi goreng yang dibuat Caca pun hampir selesai.


"Caca, kamu sudah bangun. Apa yang kamu buat? aromanya hingga menusuk ke hidung Mama" Ratna berjalan menghampiri Caca.


"Ini loh ma, Caca membuat nasi goreng" sahut Caca kepada Ibu mertuanya itu.


"Nasi goreng ini menggoda perut Mama, oh iya Ca. Jangan lupa apa untuk membuat telur ceplok sekalian ya. Ardi sangat menyukai nasi goreng yang diberi telur ceplok di atasnya" perintah Ratna kepada menantunya itu.


"Baik ma, Caca akan membuat nasi goreng kesukaan Ardi" ia menyelesaikan nasi gorengnya dan mulai membuat telur ceplok.


Setelah semuanya selesai. Caca melangkah untuk memanggil Ardi namun baru saja ingin melangkahkan kakinya, Ardi yang diikuti papanya telah berjalan mendekati meja makan.


"Kedatangan kalian sangat tepat. Nasi goreng siap, Ardi dan papa pun datang" ucap Ratna dengan meletakkan kedua tangannya di atas meja makan.


"Sepertinya karomah nasi goreng ini yang membangunkan papa" Amran melirik sesuatu yang ada di atas meja.


"Sama pa, Ardi juga merasa begitu. Sepertinya nasi goreng ini yang memanggil Ardi untuk segera turun ke bawah" sahut Ardi dengan menunjuk sepiring nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya.


Caca hanya tersenyum mendengarkan ucapan suami dan mertua nya itu.


"Sayang pagi begini kamu sudah begitu rapi, apa kamu akan ke kantor hari ini?" tanya Ratna pada Ardi.


"Iya ma, Ardi ada urusan di kantor" sahutnya.


"Ayo kita nikmati dulu nasi gorengnya, nanti keburu dingin " ucap Ratna yang menyantap nasi goreng yang ada di hadapannya itu.


"Benar ma, nanti keburu dingin" jawab Caca yang memberikan segelas air putih dihadapan Ardi.


Mereka pun mulai menikmati nasi gorengnya. setelah beberapa apa menit akhirnya sarapan pagi pun selesai, Ardi berpamitan kepada istrinya nya untuk pergi ke kantor.


"Aku pergi dulu ya" Ardi mencium kening istrinya.


"Iya sayang, kamu hati-hati. Jangan lupa makan siang nanti" Caca menunduk untuk mencium tangan suaminya.


"Assalamualaikum" ucapan salam Ardi kepada Caca.


"Wa'alaikum salam" Caca pun membalas salam itu.

__ADS_1


Ardi masuk ke dalam mobil dan melaju dengan melambaikan tangannya.


"Ca, mama dan papa juga akan pulang ni. Kamu jaga diri ya di rumah " ucap ucap Ratna yang menghampiri menantunya itu di depan pintu.


"Pagi sekali ma pulangnya."


" Papa masih banyak urusan katanya" sambung Ratna.


"Kalau begitu hati-hati ya ma, pa" mencium tangan kedua mertuanya itu dan mengucapkan salam kepada mereka.


Mertuanya pun pulang dan meninggalkan Caca sendirian di rumah. matanya tertuju kepada seseorang yang ada di depan pagar. Laki-laki itu menutup pagar setelah mobil yang dikendarai oleh Mama dan papanya Ardi keluar dari halaman rumah.


"Assalamualaikum pak" ucap Caca menghampiri laki-laki itu.


"Wa'alaikum salam" sahutnya menjawab salam Caca.


"Maaf pak sebelumnya, apakah bapak memiliki keluarga. Saya lihat bapak tidak pernah pulang ke rumah?"


"Saya masih melajang Bu, beberapa tahun lalu istri saya meninggal karena terkena serangan jantung. Dan anak saya ya semuanya telah menikah dan hidup bersama keluarga mereka masing-masing."


"Oh begitu. Apa bapak tinggal di dalam post ini?"


"Begini bu, di pos ini telah disiapkan semuanya oleh tuan Ardi. Disini ada kamar dan dapur semuanya lengkap, sehingga saya tidak perlu pulang lagipula saya sudah terbiasa tinggal di pos ini sendirian. Tugas saya hanya berjaga."


"Oh begitu."


"Iya Pak kalau begitu saya permisi" Caca berjalan meninggalkan penjaga itu.


Setelah sampai di rumah, Caca merasa bosan dengan kesendiriannya. Ia membersihkan rumah yang tidak kotor itu untuk mengusir rasa bosan nya, setelah merasa semuanya telah bersih Caca bersandar duduk di sofa dengan menonton televisi. Dia membuka Chanel drakor yang lagi hits dan juga kesukaannya itu.


tiba-tiba ponsel Caca berdering dengan sangat keras.


Nama suamiku tertera di layar ponsel.


"Hallo, assalamualaikum sayang" suara dari seberang ponsel.


"Wa'alaikum salam" jawab Caca.


"Apa yang kamu lakukan saat ini?" tanya Ardi dari seberang sana.


"Tidak ada, aku hanya menonton televisi. Ada apa?"


"Tidak, aku takut kamu merasa bosan sendirian dirumah, tadi mama telpon katanya mama dan papa sudah pulang."


"Aku sangat bosan di rumah sendirian, sayang apa boleh aku ketoko? hanya sebentar saja, please" permintaan Caca kepada suaminya itu.


"Maaf, hari ini kamu di rumah dulu yah. Aku janji besok kamu boleh kesana asalkan bersamaku" jawabnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Apakah aku boleh menelepon teman-temanku?" tanya Caca lagi.


"Silakan, kamu boleh menelepon mereka" Ardi tidak ingin terlalu mengekang istrinya.


"Terima kasih. Kamu sangat pengertian" Caca sangat senang karena suaminya memberikan izin.


"Aku lanjut kerja dulu, jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" ucap Ardi.


"Iya sayang, semangat ya, assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam" Ardi mengakhiri panggilannya.


**


Dengan segera Caca mencari nama Nadin di kontak ponselnya


.


Tut Tut Tut


Nada sambung terdengar, yang artinya panggilan itu telah tersambung.


"Hallo assalamualaikum Din"


"Wa'alaikum salam mbk Caca, Nadin sudah kangen sama mbak. Bagaimana kabar mbak Caca."


"Alhamdulillah mbk baik-baik saja, Bagaimana denganmu?"


"Nadin baik-baik saja Mbak."


"Oh ya Din, Bagaimana keadaan toko saat ini? maaf Mbak belum bisa datang ke toko."


"Toko semakin ramai mbak, apa lagi semenjak mbak menikah dengan pak Ardi. Pegawai Pak Ardi setiap pagi berlangganan kue di toko kita."


"Alhamdulillah kalau begitu."


"Mbk mengucapkan banyak terima kasih kepadamu Din."


"Oh iya mbk, kemarin Yudha datang ke toko" ucap Nadin yang membuat tubuh Caca terasa lemah.


"Iya Din, jangan hiraukan dia. Mbk tutup dulu ya, assalamualaikum" Caca mengakhiri panggilannya.


"Wa'alaikum salam mbk."


**


Aku tak mengerti apa yang dilakukan laki- laki itu, mengapa dia hadir dalam hidupku setelah semua ini, aku tak ingin melihatnya lagi.

__ADS_1


Caca membaringkan tubuhnya di atas sofa dan perlahan matanya mulai terlelap.


__ADS_2