Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"
Episode 28 Kado Kecil


__ADS_3

" Sayang ayo bangun" Ardi memberikan ciuman kecil di kening istrinya itu.


"Maaf aku bangun taerlambat, memangnya pukul berapa sekarang" tanya Caca yang membuka matanya perlahan.


"Jam 10.00 pagi. Masih belum begitu siang, apakah kamu tidak lapar" tanyanya.


"Apa?"


Kruuuuk, belum sempat menjawab perut Caca telah berbunyi.


"Tu kan perutnya yang menjawab" ucap Ardi tertawa.


"Iya sayang, aku merasa sangat lapar" jawabnya malu.


"Ayo cepat bangun, cuci muka sana. Makanan sudah siap untuk ibu negara. Tadi aku sudah memesanya. Aku tahu, kamu pasti lelah" jelasnya.


"Terima kasih suamiku" ia berdiri menuju kamar mandi.


Ardi menunggunya di depan pintu. Selang beberapa saat istrinya itu muncul dari dalam kamar mandi, setelah itu ia langsung mengganti pakaiannya.


Mereka bersama menuruni anak tangga menuju dapur. Setelah menyiapkannya Caca pun makan bersama suaminya itu.


"Oh iya sayang, aku menemukan kotak kecil diikat pita berwarna merah yang tempo hari di berikan temanmu di hari pernikahan kita" ucap Ardi.


"Oh iya sayang itu kado dari Tika dan Septi. Dimana kamu menemukannya" jawabnya.


"Aku temukan di dalam mobil dan aku taruh di laci samping tempat tidur. Pasti kado kecil yang spesial bukan" serunya.


"Iya. Aku lupa membukanya karena waktu itu terlalu lelah, nanti aku akan membukanya" jawabnya.


"Iya ayo cepat habisi makanan nya" tegas Ardi.


"Baiklah."


***


Setelah beristirahat dengan cukup. Caca dan Ardi pun bercengkrama di depan televisi.


Waktu pun berjalan dengan cepat. Sore itu Caca terpikir tentang kado kecil yang di temukan Ardi.


"Sayang, ayo ikut aku" meraih tangan Ardi dan menggandengnya ke kamar atas.


"Kamu agresif sekali. Aku jadi takut ni" canda Ardi.


"Hemzzz,,,," Caca memberikan cubitan kecil di perut suaminya itu.


"Aauuwwww. Kamu ganas juga" ucapnya.


"Apaan sih.... Ayo cepat kita akan membuka kado kecil itu" jawabnya.

__ADS_1


"Oh itu, kirain kamu akan melakukan seseuatu kepadaku" serunya.


"Kondisikan pikiran jorok mu itu, sayang" ucap Caca.


"Hahahahahah kamu yang jorok. Aku tidak bicara apapun. Kamu terlalu mencerna ucapanku" tawa Ardi keras.


"Kamu selalu memojokkan ku, lihat ini" ucap Caca yang mengambil sebuah kotak kecil yang berada di dalam laci dan mencoba untuk membukanya.


"Cepetan buka. Aku juga ingin melihat hadiahnya" suruh Ardi.


"Tunggu sebentar, aku sedikit kesulitan membukanya."


Caca membuka kadonya dengan perlahan dan membelakangi Ardi, seolah tak ingin Ardi melihatnya. Setelah membukanya wajah Caca berubah menjadi merah merona melihat lingerie di tangannya.


"Coba aku lihat, Apa isi kado spesial itu?" seru Ardi penasaran.


"Bukan apa-apa sayang. Aku akan menyimpannya" jawab Caca gugup.


"Sini berikan padaku. Aku ingin melihatnya" pintanya lalu menarik sesuatu di tangan Caca itu.


"Jangan sayang" teriak Caca.


"Wahhh gaun yang sangat indah. Aku sangat menyukainya. Ini kado yang sangat spesial sayang, kamu harus memakainya nanti malam. Itu untuk menghargai pemberian temanmu" ucapan Ardi membuat wajah Caca tersipu malu.


"Itu bukan gaun sayang. Ayo berikan padaku" mulutnya mulai bergerutuk dan menarik lingerie dari tangan Ardi namun tak mendapatkannya.


Tika dan Septi kalian keterlaluan membuatku bodoh dihadapan suamiku ini.


"Baiklah, aku akan memakainya untukmu."


Tentu saja kado yang sengaja di berikan dua sahabatnya itu membuat Caca malu. Dia belum pernah memakai pakaian seperti itu. Kedua sahabatnya sering sekali menjahili Caca.


Untuk sejenak ia melupakan Airin di benaknya. Namun Caca begitu takut dengan kehadiran wanita itu. Perbuatan yang di lakukan Airin di kantor tentu berdampak besar pada pikirannya. Dia takut suaminya akan tergoda oleh kecantikan Airin. Airin bahkan tidak malu bertingkah seenaknya di dalam kantor suaminya. Pikiran itu secepatnya di tepis Caca. Ia tak ingin memikirkan hal-hal negatif yang akan merugikannya nanti.


***


Adzan maghrib pun berkumandang, Ardi dan Caca melaksanakan sholat bersama.


Setelahnya mereka berbaring di atas tempat tidur .


"Sayang, besok aku akan ke toko ya" pinta Caca memohon.


"Baiklah akun berikan surat izin kepadamu, besok aku sendiri yang akan mengantarmu. Aku kasihan jika harus membiarkanmu sendirian dirumah" jawab Ardi.


"Terima kasih" Caca mendaratkan kecupan manis di pipi suaminya itu.


"Jika seperti itu kamu kelihatan istri yang paling cantik sedunia. Benar bukan ibu negara" Ardi mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda Caca.


"Ibu negara. Memangnya kamu presiden" jelas Caca.

__ADS_1


"Itu kan panggilan romantis padamu. Tidak ada laki-laki yang seromantis diriku ini. Hanya suamimu ini laki-laki yang sangat romantis di rumah ini. Aku adalah presiden di rumah ini, jadi kamu adalah ibu negaraku" jawabnya yang menyentuh dagu istrinya.


"Iya sayang. Karena tidak ada orang lain selain kamu" ucapnya.


"Hahahah jangan marah, aku hanya bercanda" tawanya.


Ardi sering sekali menggoda Caca dengan candaannya. Begitu pun Caca selalu terpengaruh oleh candaan yang di berikan suaminya itu. Jelas saja membuat Ardi tidak pernah kapok mengodanya.


***


Dengan pelan Caca berdiri meraih sesuatu di dalam lemari dan langsung menuju kamar mandi.


Beberapa menit didalam sana, Caca keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan lingerie pemberian kedua sahabatnya itu. Caca berniat membahagiakan suaminya itu walaupun hanya dengan mengenakan lingerie atas permintaan suaminya tadi sore.


"Apakah kau Caca, istriku" teriak Ardi bercanda.


"Sayanggg,,, " Caca menyilang kan kedua tangannya di atas dada.


"Jangan malu begitu. Bukankah aku sudah melihat semuanya. Lalu apa yang kamu tutupi. Ayo kemari" pintanya.


Caca berjalan mendekati Ardi yang berbaring di atas tempat tidur.


"Istriku yang manis. Kado kecil yang sangat membantuku" serunya.


Tentu aku akan mengucapkan terima kasih kepada kedua sahabatmu yang manis itu. Tanpa mereka, aku tidak akan dapat melihat kelakuan istriku ini.


Ardi tersenyum riang seakan memenangkan sebuah undian bahkan lebih dari itu. Caca pun berbaring dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Sayang aku tidak terbiasa" wajahnya menatap Ardi.


"Hahahhaa " tawa keras Ardi.


"Kamu jahat" ia memukul bahu suaminya itu.


Ardi pun berbalik, wajahnya menetap lekat istrinya itu. Perlahan Ardi membelai rambut panjang milik istrinya. wajah mungil Caca menyihir Ardi ke dalam pelukannya. Wajah Caca memerah dengan sendirinya, cinta yang telah tumbuh membuat keduanya bersatu.


Ardi mulai menikmati tubuh mulus milik istrinya. Ciuman hanyat pun tak henti-hentinya ia berikan. Caca sangat menikmati setiap sentuhan yang di lakukan suaminya itu. Percintaan di kedua nya pun terjadi. Persahabatan yang berubah menjadi cinta.


Percaya lah untuk semua kejadian pasti memiliki hikmah tersendiri. Setelah berkali-kali dikhianati tetap lah bersabar dan ikhlas karena sesungguhnya itu jodoh sudah ada yang mengaturnya.


Jangan takut dengan kegagalan tetapi jadikan lah kegagalan itu sebagai pengalaman karena pengalaman adalah guru terbaik di dalam kehidupan kita.


Belajarlah dari setiap kesalahan yang kita alami agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik.


JANGAN LUPA BERIKAN LIKE, KOMENTAR, DAN VOTE JUGA YAH...


DUKUNGAN KALIAN SANGAT MEMBANTU AUTHOR DALAM BERKARYA...


MARI DUKUNG AUTHOR..

__ADS_1


TERIMA KASIH BAGI YANG TELAH MENGIKUTI DAN MEMBERIKAN DUKUNGANNYA PADA AUTHOR....


__ADS_2