Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"
Episode 59


__ADS_3

Suara dentingan gelas terdengar sangat jelas di pagi itu setelah seseorang mengaduk sesuatu di dalamnya dengan sangat cepat.


"Yumi, Apa yang kamu buat?" Tanya Herda yang menyeruput segelas air putih di atas meja.


"Ini susu buat Bu Caca" dengan cepat ia membawanya namun Herda menghentikannya.


"Tidak usah, Caca sudah aku buatkan minuman untuknya. Susu itu berikan padaku, biar aku saja yang meminumnya" Herda mengambil segelas susu di nampan yang Yumi bawa lalu duduk di kursi meja makan dan mencelupkan roti tawar di dalamnya.


Yumi hanya terdiam lalu pergi membawa nampan di tannya. Sementara Herda menikmati sarapannya dengan sangat nyaman.


Setelah menyantap roti dan menyesap segelas susu, Herda berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu kamar Caca.


"Ca, Caca" ia mengetuk pintu pelan.


"Iya Bu, tunggu sebentar" sahut seseorang dari dalam kamar.


"Ayo bangun."


"Ada apa Bu?" Jawabnya setelah membuka pintu kamar.


"Nak Ardi tidak bekerja" tanyanya.


"Ardi lagi mandi Bu, sebentar lagi mungkin mungkin selesai. Ada apa Bu?" Jawabnya.


"Pagi ini kita akan ke rumah pamanmu, setelah Ardi berangkat ke kantor."

__ADS_1


"Ke rumah paman, memangnya ada apa Bu?" Tanya Caca penasaran.


"Kamu ikut saja, akan ibu ceritakan nanti. Jangan lupa meminta izin pada suamimu" ucap Herda lalu kembali ke dapur.


"Baiklah."


Ibu sangat aneh.


Selang beberapa menit Caca menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah sarapan pagi itu Ardi langsung pergi ke kantor sementara Herda dan Caca mulai bersiap untuk pergi.


"Bu, ini susunya" Yumi menyodorkan segelas susu kepada Caca.


Apa yang dilakukan Yumi? Bukankah aku telah melarangnya.


"Ba-baik" jawab Yumi dengan terbata-bata.


Caca hanya terdiam dan melanjutkan pemasangan jilbab yang akan ia kenakan.


Aku meragukan Yumi. Apa yang dia berikan di dalam susu itu. Mengapa aku mencurigainya?


Herda menyimpan semua keraguannya di dalam hati.


Aku akan mencari tahu semuanya.


Setelah merasa semuanya telah siap Herda dan Caca melanjutkan rencana kepergian mereka yang telah di rancang Herda.

__ADS_1


"Bu, Caca merasa aneh dengan semua yang dilakukan Bi Yumi" Caca mengungkapkan keraguannya kepada Herda dengan mata yang terfokus pada jalan. Caca menghela nafas panjang di belakang kemudi mobilnya.


"Ibu pun begitu, namun kita akan mencari tahu kebenarannya. Rahasiakan semua keraguan ini, cukup ibu dan kamu yang akan memecahkan misterinya" jawab Herda yang duduk disebelah Caca.


"Iya Bu."


"Jalan lurus di persimpangan belok kiri" ucap Herda sembari menunjuk arah jalan dengan tangannya.


"Bukan kah ini berlawanan arah dengan rumah paman. Seharusnya kita belok ke arah kanan, sebenarnya kita akan pergi kemana Bu" Caca sedikit heran dengan perjalananya kali ini.


"Ikuti saja, nanti juga kamu akan tahu" Herda menjawab singkat ucapan Caca.


"Baiklah kalau begitu, Ibu membuat Caca penasaran saja."


"Memang begitu tujuan ibu, sementara ini kamu simpan saja rasa penasaran itu" ucap Herda.


Maaf para reader selama 1 Minggu full author tidak up...


Hal ini bukan tanpa sengaja tetapi ada sesuatu hal yang tidak bisa di tunda...


Sekali lagi author meminta maaf🙏🙏🙏


Author akan kembali up...


Terima kasih untuk dukungannya selama ini...

__ADS_1


__ADS_2