Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"
episode 22


__ADS_3

Pagi sekali Ardi sudah bersiap menuju kantor setelah menghabiskan sarapannya.


"Nak Ardi ibu tidak bisa terlalu lama menginap disini, ibu harus pulang sekarang" ucap Herda.


"Ibu cepat sekali pulangnya. Apa tidak bisa menginap satu malam lagi Bu" jawab Caca.


"Tidak bisa sayang, jika ibu disini siapa yang akan mengurus rumah"jawabnya.


"Iya Bu, biar Ardi yang akan antar ibu pulang" sahut Ardi.


"Tidak usah, ibu pulang sendiri aja. Ibu titip Caca" kata Herda.


"Ibu jangan khawatir, Ardi akan menjaga Caca" jawabnya.


"Assalamualikum" pamit Herda.


"Wa'alaikum salam Bu, hati- hati ya Bu."


"Iya sayang."


Setelah Herda pergi, Ardi pun pamit untuk bekerja.


"Sayangnya, mana" Ardi menyodorkan pipinya.


"Maksudnya, sungguh aku tak mengerti" jawab Caca dengan polos.


"Itu maksudnya" Ardi mencium bibir merah istrinya.


"Terima kasih sayang sudah membuat ku bahagia" Caca membalas ciuman suaminya dengan sebuah pelukan hangat.


"Ada apa ini sayang, apa kamu menginginkan sesuatu pagi ini, apa aku harus meminta izin untuk libur kembali" canda Ardi.


"Tidak, cepat pergi" Caca melepaskan pelukannya untuk menghindari ucapan suaminya dan menarik tangan Ardi hingga masuk ke dalam mobil.


"Sayang nanti siang ada supir yang akan menjemputmu, kamu bersiap kita akan pergi ke suatu tempat."


"Pergi?" tanya Caca.


"Iya, itu surprise untuk pernikahan kita sayang" jawabnya tersenyum.


"Cepat katakan, jangan membuatku penasaran?"


"Aku pergi ya sayang, assalamualikum" Ardi mengucapkan salam.


"Wa'alaikum salam sayang hati-hati ya" Caca melambaikan tangannya.


Mobil pun melaju.


Aku hanya sendirian, tapi hari ini aku dan Ardi akan pergi ke suatu tempat tentu saja aku harus segera membersihkan rumah dan bersiap.


Aku tak ingin terlambat karena ini adalah kencan pertamaku dengannya.


***


Setelah semua telah selesai Caca duduk di sofa untuk beristirahat, suara dering ponselnya terdengar sangat kencang.


Nama Suamiku tertera di layar ponsel, secepatnya kilat langsung ia angkat.


"Assalamualaikum sayang" salam Caca.


"Wa'alaikum salam, sebentar lagi supir akan datang sayang segera bersiap. Aku menunggumu" jawabnya.


"Baik sayang aku segera bersiap, assalamualaikum" Caca mengakhiri panggilannya.


"Wa'alaikum salam."


Tak begitu lama sebuah mobil melintas dan berhenti tepat didepan rumah. Caca pun mengambil tas dan keluar.


"Silakan nona" ucap seseorang yang membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Terima kasih pak."


Mobil pun melaju melewati gerbang yang telah dibuka oleh penjaga dengan kecepatan sedang.


"Kemana kita akan pergi pak" tanya Caca pada supir.


"Paak Ardi menyuruh agar saya mengantar nona ke kantor" jawabnya.


Apakah surprise nya ada di kantor?


Tak begitu lama akhirnya mereka tiba di perusahaan ternama milik suaminya itu.


"Silakan nona" seseorang membukakan pintu mobil untuk Caca.


"Terima kasih."


"Mari nona, saya akan mengantar nona ke ruang pak Ardi" ucap laki-laki itu.


"Iya" Caca mengikuti laki-laki itu berjalan menuju sebuah ruangan yang berada di lantai paling atas.


Tok tok tok


"Permisi pak."


"Silakan masuk" sahutnya.


"Ayo nona!" ia membuka pintu dan masuk.


Laki-laki itu langsung keluar setelah mengantar Caca.


"Sayang, kamu duduk disini dan akan menyelesaikan satu pekerjaan lagi" ucap Ardi yang membaca istrinya menduduki sebuah sofa di ruangannya.


"Baiklah."


**


Caca melihat Ardi begitu sibuk hingga tidak tega untuk mengganggunya.


Lajur lalu lintas yang padat dan semua sangat jelas terlihat di balik tirai dari dalam ruangan Ardi.


"Apa kamu menyukainya sayang" tanya Ardi yang meliha Caca berdiri di sudut tirai.


"Tentu, aku melihat semuanya. Sangat menarik jika aku harus berada sepanjang hari disini" jawabnya.


"Kamu bisa menikmatinya setiap hari, itu pun jika kamu siap menemaniku setiap hari disini" Ardi melangkah mendekati istrinya.


"Apa kamu serius" tanya Caca tidak percaya.


"Tentu" jawab Ardi membawa Caca duduk diatas sofa.


"Iya sayang" ia duduk dengan tengang


"Istriku yang cantik" Ardi mencium bibir Caca dan mendorong tubuhnya ke sofa.


"Sayang ini kantor bukan rumah kita" ucap Caca.


"Terus" Ardi melanjutkan ciumannya hingga membuat jantung Caca berdegup dengan sangat kencang.


Caca pun mulai terpengaruh dengan ciumannya saat itu, sentuhan lembut suaminya membuat Caca membalasnya.


Seorang wanita membuka pintu ruangan tanpa mengetuk pintu tentu membuat Caca terkejut hingga membuat Ardi menghentikan aksinya.


Wanita itu membalikan wajahnya karena melihat kejadian di depannya itu.


"Apa yang kamu lakukan disini" tanya Ardi kepada wanita yang tak bergeming itu.


Caca sangat terkejut setelah wanita itu membalikkan wajahnya.


Berdiri seorang wanita cantik dengan dandanan yang sangat modis dan tentu Caca pernah melihat wanita itu, wanita yang tidak asing lagi bagi di penglihatannya. Wanita dengan rambut panjang dan mini dress yang dipakainya adalah wanita sama yang berfoto mesra bersama Yudha.

__ADS_1


Pertanda apakah ini, sekecil inikah duniaku, mengapa ada wanita ini di kantor suami ku, apa hubungannya dengan suamiku.


Pertanyaan yang menghantui Caca.


Ardi pun meraih tangan Caca dan melingkarkan tangan kanan nya di tubuh munggil istrinya.


"Wanita rendahan, bisa - bisanya kamu berbuat kotor di kantor calon suamiku"


Tamparan keras apa yang kuterima ini.


"Tutup mulut kotor mu itu Airin, dia adalah istriku. Untuk ucapan itu. Mulut mu akan menerima akibatnya."


Caca tidak dapat membendung air matanya setelah melihat drama yang terjadi di ruangan itu.


"Dasar wanita bodoh, apa kamu tahu saat ini kamu di peralat Ardi untuk membalasku" teriaknya.


"Jika berani kamu katakan hal memalukan itu lagi, maka kamu sendiri akan tahu akibatnya" teriak keras Ardi.


Saat itu seketaris Ardi datang dan menarik tangan Airin.


Ardi sangat marah dan Caca hanya terdiam dengan seribu bahasa mendengar perkataan Airin. Iya nama wanita yang berfoto mesra dengan Yudha adalah Airin.


"Sayang jangan dengarkan wanita itu" ucap Ardi.


"Hanya satu yang akan aku tanyakan padamu. Siapakah Airin itu, apa hubungannya dengan mu dan rumah tangga kita saat ini" akhirnya Caca membuka mulutnya yang sejak tadi ia bungkam.


Ardi hanya terdiam.


Caca berlari keluar mencari wanita itu untuk mendapatkan semua pertanyaan yang ada di hatinya.


Ardi mengejar istrinya.


"Sayang....." teriak Ardi namun tidak menghentikan istrinya yang terus berlari dan menemukan wanita itu di cengkraman seketaris Man.


"Tunggu pak, aku butuh penjelasan dari wanita ini" ucap Caca pada Man sekretaris Ardi.


Suasana menjadi hening.


"Airin, siapakah dirimu?" tanya Caca pada wanita itu.


"Aku Airin" jawabnya.


"Aku tahu itu, yang aku tanyakan siapa dirimu sebenarnya, mengapa kau selalu ada dalam hidupku" kata Caca berteriak.


"Sayang, ayo kita pergi" Ardi berusaha melerainya.


Caca tidak mengubris ucapan Ardi.


"Aku mohon pada kalian semua, aku hanya butuh penjelasan dari wanita yang tidak aku kenal ini."


"Aku kekasih Ardi" teriaknya.


Tentu hal itu membuat Caca begitu terluka namun aku tetap berdiri kokoh dan merasa kuat.


"Satu pertanyaan lagi untukmu, apa hubungan mu dengan Yudha jika Ardi adalah kekasihmu" tanyaku lagi.


"Dasar wanita bodoh, kau hanya di perdaya Ardi untuk membalasku" jawab Airin dengan tawa liciknya.


Man mendapatkan tanganya di wajah Airin.


"Bawa pergi wanita itu jika tidak aku akan menghabisi nya saat ini juga, satu wanita saja tak bisa kau atasi" teriak Ardi pada seketarisnya. Secepat kilat Airin dibawa pergi entah kemana oleh seketaris itu.


Seketika itu Caca pun berlari keluar kantor meninggalkan semuanya.Ia menghentikan taksi dan Ardi mengejarnya. Namun Ardi terhalang lampu merah lalu lintas hingga tak mendapatkan jejak Caca.


Aku mengerti satu hal mengapa dulu Ardi memintaku menikah dengannya.


Aku hanya di jadikan alat untuknya membalas dendam.


Caca pergi tanpa membawa apapun, tas yang ia bawa tinggal di atas meja ruangan Ardi. Caca menangis dan terus menangis menuju suatu tempat.

__ADS_1


Kejutan sepertu ini kah yang akan kau berikan kepadaku.


__ADS_2