Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"
Episode 33 Kedatangan Yudha


__ADS_3

"Ada masalah apa Yud, malam-malam begini datang kemari" tanya Ardi heran setelah membuka pintu yang diketuk oleh seseorang.


"Boleh aku masuk?" jawabnya yang sekaligus bertanya.


"Hemmzzzzzz...." Ardi mengiyakannya dan mempersilakan Yudha masuk.


"Sayang siapa yang datang" tanya Caca yang menuruni anak tangga menuju ruang tamu untuk menghampiri Ardi.


"Abang ca" Yudha menyela dengan gugup.


Seketika Caca menghentikan langkahnya. walau bagaimanapun Yudha adalah kekasih di masa lalunya. Ia merasa takut akan membuat suaminya itu akan marah.


"Sayang kemari" ucap Ardi setelah melihat Caca tertekun.


"Iya" Caca pun bmelanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dan duduk disamping suaminya.


"Maaf jika kedatanganku kemari mengganggu kalian. Ca, Abang kemari untuk meminta maaf kepadamu dan Ardi."


"Yang lalu biarkan berlalu" jawab Caca cepat setelah melirihkan wajahnya pada laki-laki yang berada di sebelahnya itu.


"Untuk semuanya yang pernah Abang lakukan padamu, sungguh aku sangat menyesal. Dan Ardi, semua yang terjadi di waktu itu adalah ah di luar kesadaran dan kendaliku. Maafkan aku untuk semua kesalahan itu" laki-laki tegas itu mengakui semua kesalahannya dan meminta maaf dengan tulus.


"Jangan dipikirkan Yud. Aku dan Caca telah lama melupakannya, Jika saja masa lalu itu tidak terjadi mungkin aku tidak menikah dengan wanita di sampingku ini" Ardi menjawab ucapan Yudha.


Yudha hanya menganggukkan kepalanya, penyesalan terlihat dari raut wajah Yudha.


"Kedatangan ku kemari juga untuk berpamitan kepada kalian berdua. Besok pagi aku akan tugas ke luar kota untuk menjalankan tugas dinas selama 3 tahun" ucapnya dengan nada senduh.


"Selama itu" tanya Ardi mendekati Yudha.


"Iya Ar, maafkan aku yang telah menghianati persahabatan kita waktu lalu" jawabnya memohon dan memberikan pelukan kepada sahabat masa kecilnya itu.

__ADS_1


"Aku tahu semuanya Yud. Sewaktu di caffe Man mendengar dan merekam semua perkataanmu dengan Airin dan mengirimkan rekaman videonya kepadaku" Yudha menjelaskan dengan detail video yang ia tonton bersama Caca setelah sekretaris itu mengirimnya.


"Kalian mendengar semuanya. Iya, malam itu itu aku tak sadarkan diri sehingga setelah bangun keesokan harinya aku melupakan apa yang terjadi. Mungkin Airin telah memasukkan sesuatu didalam minumanku, malam itu Airin meminta pertolongan ku sehingga aku mendatangi lokasi pemotretannya yang tidak jauh dari lokasi tugasku. Karena kebetulan kami berada di kota yang sama" tanyanya.


"Iya, aku percaya padamu Yudha. Aku sangat mengenal bagaimana Airin. Semua ini karena obsesi Airin yang tidak jelas. Menyebabkan banyak hati yang terluka, tetapi memiliki hikmah tersendiri dari setiap peristiwa" jawabnya.


"Terima kasih Ar, kamu adalah sahabat terbaikku" ucapnya.


"Dalam persahabatan tidak ada maaf dan terima kasih. Sudah lupakanlah saja semua itu, aku berharap kamu dapat mengiklaskan hubunganku dengannya" serunya menoleh kearah Caca.


"Ketika aku melihat dia sebagai istrimu, sejak itulah aku sadar telah kehilangan dirinya. Dengan begitu aku akan bahagia melepaskannya untukmu. Kamu sangat beruntung Ar bisa memilikinya, jangan pernah menyakiti hatinya seperti yang kulakukan dulu. Aku sangat yakin dia akan bahagia bersamamu" gumamnya.


Caca menatap lekat kedua laki-laki yang ada di hadapannya. Yang satu adalah seseorang yang sangat ia sayangi di masa lalu dan satu lagi adalah orang yang sangat ia sayangi untuk selamanya dan merupakan masa depan Caca selanjutnya.


"Caca yang merasa beruntung menjadi wanita yang di cintai Ardi" Caca menjawab ucapan Yudha. Ardi terdiam dan tersenyum melihat istrinya.


"Sudah dari dulu aku mencintainya Yud. Aku mengenalnya lebih baik dari pada dirimu" ucap Ardi yang mengejutkan Yudha.


"Kau teman masa kecilku dan Caca adalah teman akrab ku di waktu SMP. Aku mengenalnya lebih baik dari padamu" jawab Ardi singkat.


"Dunia seluas ini ternyata jodoh itu begitu sempit yah" seru Yudha tertawa.


Perdamaian terjalin kembali antara dua sahabat yang sempat terjadi cekcok 1 tahun yang lalu karena sebuah kesalahpahaman.


"Ar, aku pamit...Besok pagi aku menunggu kedatangan kalian di asrama. Aku mohon datanglah, aku tidak memiliki siapapun kecuali kalian" pinta Yudha.


"Baiklah Yud, kami berdua akan mengantar kepergian mu" jawab Ardi.


"Assalamualikum" ucap Yudha bahagia sembari beranjak dari tempat duduknya untuk keluar rumah.


"Wa'alaikum salam" jawab kedua pasangan itu. mereka memandang Yudha hingga Yudha tak terlihat dari pandangan mereka.

__ADS_1


Yudha meninggalkan kediaman Ardi dan melajukan motornya ke asrama. Kali ini ia telah merasa sangat tenang, kegusaran yang ia hadapi telah berlalu. Penyesalan pun telah berkurang, iya sangat bahagia untuk mantan kekasihnya dan sahabat masa kecilnya itu.


"Sayang apa kau menyesal menikah denganku" tanya Ardi menyelidik setelah menutup pintu dan masuk ke dalam rumah.


"Mana mungkin aku menyesal, wanita manapun pasti akan menginginkan posisiku sebagai istrimu. Terima kasih telah menjadi suami yang baik untukku" jawab Caca.


"Bukankah Yudha pria yang baik bukan penghianat yang kamu kira selama ini" ucapnya lagi.


"Terus, apakah kamu ingin aku kembali kepadanya?"jawabnya terkekeh.


"Tidak akan aku biarkan siapapun mengambilmu dariku. Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku apapun yang akan terjadi nanti" Ardi membopong istrinya yang menggemaskan itu hingga ke lantai atas.


"Sayang, lepaskan aku.... Kamu harus tahu saat ini kamu adalah laki-laki yang sangat aku sayangi setelah ayahku" memukul pundak Ardi.


"Kalau begitu beri aku satu ciuman" pinta Ardi.


"Tidak, Aku tidak akan mencium mu" jawab Caca disertai ciuman yang ia berikan di bibir suaminya itu.


"Apa, tidak ingin menciumku. Lalu apa yang kau lakukan barusan tadi. Kamu telah membangunkan sesuatu yang aku tahan sdari tadi. Ayo tidur kan kembali" tawanya yang begitu keras.


"Aku tidak melakukan apapun"tanyanya.


"Kamu telah menggodanya. Lagi pula kamu harus membayar untuk semua prestasiku di toko hari ini" jawabnya tenang.


"Apa sayang,,,,,, Kerugian tokoku itu merupakan prestasimu...Suami yang pandai" mencubit pelan pipi suaminya.


"Tepat sekali, hari ini aku mampu menjual semua isi toko mu yang selama ini tidak bisa kamu lakukan" jawabnya mengoda.


Ardi membaringkan istrinya itu di atas tempat tidur. Perlahan ia mencium kening yang dilanjutkan ke bibir istrinya dengan lembut. Ardi semakin terlarut dalam ciuman itu hingga perlahan ciuman itu turun ke leher istrinya dan meninggalkan tanda kepemilikan di setiap kecupannya. Satu tangan mengepal kedua gundukan istrinya dengan bergantian, satu tangan lagi menyentuh bagian sensitif istrinya yang membuat Caca mendesah hebat. Akhirnya penyatuan cinta keduanya pun terjadi. Caca menikmati semua sentuhan yang dilakukan Ardi.


Bukan hanya sekali namun Ardi melakukannya hingga berkali-kali membuat istri kesayangannya itu kelelahan dan tertidur dengan pulasnya hingga terbawa kedalam mimpi indah mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2