Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"
Episode 35 Toko Bakery (Part I)


__ADS_3

Ardi menutup pintu mobil setelah melangkahkan kakinya ke hadapan wanita yang sangat ia kenal di depan toko. Tatapan sinisnya tak sedikitpun menghentikan langkah Ardi. Caca terdiam sesaat memperhatikan langkah suaminya setelahnya turun dan mendekati wanita yang berdiri di hadapan suaminya.


"Akhirnya berani juga kau menampakkan wajahmu" pungkas Ardi yang geram.


"Sayang" Caca memegang erat tangan suaminya. Cukup biarkan saja.


"Ardi aku meminta maaf padamu" memelas dihadapan Ardi dengan deraian air mata dan tangannya hendak menyentuh Ardi namun dengan cepat Ardi memundurkan langkahnya.


"Drama apa lagi yang akan kau buat" Ardi segera meninggalnya dan masuk kedalam toko dengan menarik tangan istrinya untuk menghindari wanita itu.


"Ardi maafkan aku. Aku tak akan pergi dari sini sebelum kau memaafkan aku" melangkahkan kakinya mendekati pintu toko.


Ardi kau pasti akan kembali lagi kepadaku. Lihat saja apa yang dapat aku lakukan pada wanita mu itu.


"sayang maafkan lah dia. Bukankah ia telah meminta maaf. Berdosa loh sayang jika tak memaafkannya" Caca menarik tangan suaminya kembali dan membawanya ke depan pintu toko.


"Dengar aku sudah memaafkanmu. Sekarang pergi lah dari sini dan jangan pernah kembali" Ardi memberikan peringatannya terhadap wanita yang di hadapannya.


"Terima kasih" meninggalkan keduanya dengan senyum keserakahan di bibirnya.


Hari ini kau memaafkan ku dan selanjutnya kau akan berlutut di hadapanku. Wanita kampungan, pakaian yang ia kenakan pun tak selevel denganku. Bisa-bisanya Ardi memperistri wanita udik seperti Caca.


"Assalamualaikum mbak" Nadin memberikan salam kepada Caca yang berdiri di depan toko.


"Wa'alaikum salam."


"Din, siapa yang bersamamu di dapur" setelah mendengar percakapan beberapa orang berada di dapur tokonya.


"Bukankah mereka pegawai baru yang di pekerjakan pak Ardi, apa mbak Caca gak tau" Nadin menjelaskan pada Caca dan meninggalkan suami istri itu.


"Sayang, apa benar" Caca mengerutkan dahinya.


"Sesuai dengan janjiku, pegawai baru untuk membantu istrimu. Bagaimana kamu terkesan bukan" dengan bangganya Ardi menuju dapur toko.

__ADS_1


"Bayang, bagaimana aku akan membayar gaji mereka bukan kah pemasukan toko ini hanya cukup untuk membayar Nadin" menarik tangan suaminya dan menghentikan langkahnya.


"Soal itu tidak usah dipikirkan, bahkan aku telah memberi gaji selama 1 tahun kepada mereka" Ardi melanjutkan langkahnya kembali.


Wanita itu hanya mematung di tempatnya berdiri, dia tak menjawab apapun yang dikatakan suaminya. Ia hanya menatap suaminya dan mengingat-ingat ucapan suaminya.


Satu tahun. Berapa pegawai yang ia bawa, semuanya telah dibayar. Tokoku sekecil ini. Pekerjaan apa yang akan mereka lakukan nanti. membayangkan nya saja membuat ku gila. Aahh biarkan saja.


Visual Caca


Pakaian nya yang sederhana dan apa adanya.



"Sayang,,,,, " teriak Caca menghampiri suaminya.


"Ada apa, ayo kemari. Lihatlah apa yang kulakukan" Ardi memperlihatkan keahliannya kepada istrinya.


"Apa yang kamu lakukan. Biar aku saja. Bukan kah kamu ada urusan di kantor. Sekarang pergilah, aku tidak ingin semua ini mengotori baju yang kau pakai" mengambil adonan kue yang di pegang Ardi.


"Cepat pergilah, aku masih banyak pekerjaan di sini. Kamu jangan menggangguku" Caca mencoba melepaskan genggaman tangan suaminya yang sangat erat.


"Apa, kehadiranku disini mengganggumu. Keterlaluan, Kamu tidak akan bekerja Kamu tidak akan bekerja biarkan mereka melakukan semuanya. Apa kau mendengar yang aku ucapkan?"


"Iya aku mendengarnya dengan sangat jelas. sekarang pergilah tinggalkan tempat ini, Aku tidak ingin kamu terlambat datang ke kantor" Caca mengusir suaminya dari toko. Dia tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali.


Kehadirannya di sini hanya akan merepotkan ku. Jika dia berada di sini tokoku akan mengalami kebangkrutan.


Ardi berpamitan kepada istrinya. Sebenarnya Ardi berat meninggalkannya di toko. Ardi sangat mengerti dengan senyum terakhir yang diperlihatkan wanita itu sebelum ia pergi. Ardi sangat takut jika wanita yang tadi pagi dilihatnya akan muncul dan mengganggu istrinya kembali.


Sepertinya ia benar-benar telah pergi. Aku dapat meninggalkan istri ku dengan tenang.


Caca mengantar Ardi hingga masuk ke dalam mobil. Ardi menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya setelah mengawasi sekitar toko. Caca masuk kedalam toko untuk menata tokonya kembali. Dia mengamati di setiap bagian tokonya. Namun wanita yang sama kembali dengan membawa beberapa orang dibelakangnya.

__ADS_1


"Cepat hancurkan tempat ini. Aku tidak ingin melihat wanita itu hidup bahagia" perintah wanita yang tadi pagi di depan toko Caca dengan tatapan sinis kearah Caca.


"Airin, apa yang kau lakukan?" kata Caca dengan berteriak.


orang-orang suruhan itu dengan cepat bereaksi melaksanakan perintah yang diucapkan Airin. Caca yang melihatnya hanya terdiam karena ketakutan. Nadin dan pegawai barunya keluar dari ruang dapur keluar dan menyaksikan kejadian itu. Semuanya tak berani berteriak karena merasa takut dengan ancaman seseorang lelaki gagah di hadapan mereka itu. Bukan hanya bagian depan bahkan bagian dapur pun di rusak mereka. Bahan dan peralatan memasak pun di hancurkan. Air mata Caca mengalir begitu deras diiringi jeritannya.


"Hentikan, hentikan Airin" Nadin Dan pegawai lainnya keluar setelah mendengar teriakan Caca.


"Mbak Caca siapa mereka?" Nadin sangat terkejut melihat beberapa orang dengan ganasnya menghancurkan toko itu.


"Diam ditempatmu din jangan kemari. Aku tidak ingin mereka juga melukai kalian" Caca berteriak setelah melihat Nadine Dan pegawainya ingin berjalan mendekat.


"Tolong Airin hentikan, mengapa kamu melakukan semua ini di toko ku" ucap Caca dengan geramnya.


Airin tidak mengubris sedikitpun ucapan Caca.


"Hentikan Airin, kamu tidak tahu betapa berharganya tempat ini bagiku" Caca berteriak dengan sekencang-kencangnya kepada wanita yang tidak punya perasaan itu.


"Apa hentikan. Bagaimana rasanya, sakit bukan" teriak wanita itu pada Caca dengan tawa yang mengerikan.


"Apa kesalahan ku padamu?" jawab Caca dalam tanggisan nya.


"Apa salahmu? Haruskah aku jelaskan salahmu, kesalahanmu adalah menjadi istri Ardi" wanita itu melemparkan sebuah bingkai dengan foto seorang laki-laki paruh baya yang tertempel di atas dinding.


"Airin....... Kau sudah keterlaluan" Caca berteriak sekencang-kencangnya.


Setelah semuanya hancur semua orang suruhan Airin pun pergi. Begitu pun Airin, ia meninggalkan toko Caca yang telah hancur.


Apa kesalahanku tuhan. Apakah aku salah bila harus bahagia.


Nadin yang tertekun dari tadi segera menghubungi Ardi dan mendekati Caca yang tersandar di belakang pintu dengan mengengam sebuah bingkai foto yang telah usang.


***JANGAN LUPA BERIKAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE JUGA YAH....

__ADS_1


TERIMA KASIH DUKUNGAN UNTUK MENAMBAH SEMANGAT AUTHOR BERKARYA....💗💗💗


JANGAN BOSAN DENGAN CERITANYA CACA, BERIKAN KRITIK DAN SARAN POSITIF UNTUK AUTHOR AGAR DAPAT MENJADI LEBIH BAIK***


__ADS_2