DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 10 - Hadiah


__ADS_3

"Apa? Kau hanya memiliki pakaian murah itu?"


"Benar, karena tuan belum memenuhi syarat untuk membuka barang yang terkunci. Seperti, belum berada pada level 10, maka-" Eh, tunggu dulu, sistem mengatakan aku belum berada di level tersebut?


[Nama : Richard]


[Skill : Speed Up, Summoning]


[Profesi : Pendekar Pedang level 9!!!]


Ah, semuanya menjadi masuk akal sekarang. Jadi, aku hanya perlu menaikan satu level lagi untuk bisa membelikannya?


"Tepat sekali, tapi, anda mungkin belum bisa mendapatkan barang yang terbaik."


"Apa?" Ini ... Berarti aku harus naik sampai level berapa? Apakah tidak ada cara lain? Untuk bisa memberikan Liya pakaian yang cocok? Aku menanyakan itu di dalam pikiranku.


Ah, saya tidak mengira akan menjadi sesulit ini hanya untuk bisa membelikan Liya baju terbaik. Memang, aku bisa membeli yang sudah tersedia dan tidak terkunci, tapi ...


"Ah, soal itu, saya hanya bisa menyediakan pakaian dengan ukuran seperti sebelumnya. Jadi, aku pikir itu mungkin terlalu kecil untuknya sekarang." Itu yang sistem katakan tepat sebelum aku menanyakannya.


Yang benar saja! Kau tidak bercanda bukan? Hanya menyediakan baju ukuran yang sama katamu? Lalu, bagaimana dengan nasib Liya sekarang, yang menatapku penuh harapan?


"Baiklah, aku rasa satu-satunya cara untuk mengatasi permasalah ini adalah menaikan level setinggi-tingginya."


***


"Itu yang ke sepuluh. Kuharap kali ini bukan tengkorak yang muncul." Aku membuka peti dihadapanku, lalu.


"Argh!"


Tepat seperti yang aku perkirakaan, disana terdapat undead yang langsung melompat keluar seperti seekor harimau yang berniat menerkam mangsanya.


Itu masih terasa mengangetkan, mungkin kami bisa terbiasa secara perlahan. Akan tetapi, tetap saja! Untuk saat ini, itu masih menjadi permasalahanku yang khawatir tiba-tiba ditubruk oleh undead.


"Liya ... Bisakah ..."


"Baik, serahkan saja kepadaku!"


Seperti sebelumnya ketika kami menghadapi kerangka berjalan. Liya langsung meledakannya menjadi puluhan bagian kemudian sisa-sisa tulangnya menghilang seperti debu yang tertiup angin.


Aku pikir itu cukup efektif, kami selalu mengulangi hal yang sama. Namun, pada kesempatan tertentu aku juga menyerang ketika Liya mulai kehabisan sihir, dan berhasil mengalahkannya meskipun cukup merepotkan melawan makhluk yang seolah-olah tidak bisa merasakan rasa sakit.

__ADS_1


"Jika beruntung, Tuan bisa mendapatkannya dari hadiah mengalahkan Bos."


"Mengalahkan bos? Maksudmu mengakhiri penjelajahan di dalam labirin? Dan itu mungkin akan memakan cukup waktu."


"Tidak, belum tentu."


Aku mendadak teringat dengan apa yang dikatakan oleh sistem sebelum memulai penjelajahan.


Apa maksudnya aku bisa mendapatkannya setelah melawan Bos? Hm? Tunggu dulu, sistem mengatakan bahwa kami bisa memperoleh hadiah setelah menyelesaikan misi di labirin. Dan apa yang dia maksud 'Semoga Beruntung'?


Begitu aku memikirkannya, saya akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan itu. Aku tahu! Mungkin saja-


"Ugh!"


"Tuan! Apakah kau baik-baik saja?"


Ah, sial saya sedikit ceroboh sampai tersandung oleh benda di bawah kakiku. Dan yang menjadi masalahnya, itu terlalu memalukan untuk dilihat oleh Liya.


"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit kaget karena tidak sengaja menendang batu di bawah kakiku." Haha, saya mengatakan itu sambil menggaruk kepala aku.


"Benarkah? Tapi itu tidak terlihat seperti sebuah batu bagiku." Hmmm? Apa yang dia katakan? Sudah tentu, apa yang ada di dalam gua ini adalah kebanyakan adalah batu dan ...


"Itu adalah peti harta yang terkubur!" Tidak salah lagi, setidaknya itu yang ada dalam pikiranku. Dia mirip seperti, sedikit bagian dari peti harta yang menampakan diri.


***


"Benar-benar sebuah harta! Akhirnya kita kaya, Liya!" Ya, aku mengatakan itu begitu mendapat sebuah koin emas yang tersimpan di dalam peti.


"Emmm ... Selamat Tuan, anda berhasil."


"Apa yang kau katakan? Bukankah ini adalah hasil kerja keras kita?" Yah, memang cara kami menemukannya terbilang cukup konyol. Tapi aku menggangap kesialan tadi adalah keberuntungan pada detik berikutnya.


"Sistem? Bisakah kau memperkirakaan berapa nilai dari harta yang kami dapatkan?" Aku bertanya, sistem langsung memberikan jawaban dengan suara yang hanya tertangkap oleh telingaku.


"Sepuluh ribu tembaga." Wow, jadi koin emas tadi bisa ditukar dengan uang sebanyak itu?


"Tuan mungkin belum mengetahuinya, bahwa sesuatu yang anda dapatkan di peti merupakan koin yang hanya dimiliki bangsawan dan orang-orang tertentu saja."


"Berarti itu merupakan harta yang langka?"


"Tidak sepenuhnya langka, tapi jarang dimiliki." Jadi begitu, seperti yang sistem katakan tadi. Koin emas hanya diberikan kepada orang-orang dengan kedudukan lebih tinggi.

__ADS_1


Mungkin mereka malas untuk menggunakan koin tembaga. Karena jika membeli sesuatu dengan harga yang begitu mahal, saya tahu, akan membutuhkan sebuah kantong besar pula untuk membawanya. Dan itu terlalu menarik perhatian banyak orang.


"Jadi, oleh karena itu. Koin emas dibuat untuk mengatasi permasalahan ini, 10 ribu tembaga setara dengan 1 koin emas. Dan seratus ribu tembaga setara dengan sepuluh koin emas." Baiklah, tinggal menemukan 9 koin lagi untuk bisa mendririkan rumah.


Ngomomg-ngomong, berapa persen rumahku sudah dibangun.


[Proyek Rumah : 15%]


***


"Mereka datang, Liya! Aku akan mengulur waktu, sementara kau siapkan sihir untuk mengacaukan para goblin."


"Baik!" Liya menjawab sambil menggangukan kepala.


Dan, untuk pembuka serangan ...


"Summoning!"


Aku memanggil Walf dan teman-temannya untuk datang membantu kami mengalahkan goblin.


Sungguh, mereka tidak ada habisnya, para goblin akan muncul lebih banyak lagi bahkan setelah pedangku berkali-kali meninggalkan bekas luka pada tubuh mereka.


Tapi, itulah yang membuat semuanya terasa menguntungkan, karena ...


"Sembilan puluh sembilan ... Seratus!" Wah, ternyata saya panen banyak batu permata hari ini, meskipun semuanya adalah berwarna biru.


Saya tidak tahu kenapa bisa demikian. Tapi, apa yang sistem katakan semuanya akan menjadi sulit setelah naik lantai belum aku rasakan sekarang, mungkin karena berkat bantuan Walf?


"Serigala yang baik, bagaimana jika aku memberikan kalian makan malam yang lezat setelah kerja keras kalian hari ini?" Aku membelai salah satu kepala serigala.


"Awuuu!" Emmm ... Saya tidak mengerti dengan bahasa serigala, tapi aku pikir mereka mengatakan "Ya" atau "Baik, saya sudah sangat lapar. Tolong berikan kami makanan segera." Bercanda, mana mungkin serigala mengatakan itu.


"Makan enak!"


"Makan enak!"


Eh? Apa yang? Aku menoleh ke arah Liya? Dia tidak memberikan respon apapun, lalu aku menarik kesimpulan bahwa hanya ada kami dan beberapa serigala disana. Apakah makhluk berbulu ini yang berbicara?


"Ah, tidak mungkin. Ya, serigala tidak mungkin mengatakan itu bukan? Konyolnya aku mengira Walf bisa berbicara bahasa manusia."


Itu benar, kupikir imajinasiku sudah melewati batas karena saya selalu mengalami hal-hal yang tidak masuk akal untuk dicerna oleh pikiran. Bukankah saya memerlukan istirahat sekarang? Ya, aku rasa itu adalah solusi dari masalah ini!

__ADS_1


__ADS_2