
"Meteor Falls!" KABOOM! Lalu, DUAR! Kastil meledak dan hanya menyisakan puing-puing bangunan yang runtuh, sebelum api membakar mereka semua sampai habis.
Ya ... begitulah, akhir dari kastil tua berhantu yang dikatakan penduduk sekitar. Lenyap sepenuhnya, atau bisa dibilang sudah tidak menyerupai bentuk aslinya lagi.
"Apakah kau sedih karena kehilangan tempat tinggalmu?" Aku menoleh ke arah Charlotte yang kemudian tersipu malu.
"A-Aku ... Aku tidak ..." Emmm ... kau tidak bisa menyembunyikannya. Lalu, bagaimana caramu menjelaskan air mata yang mulai keluar itu? "Ini bukan air mata! Dan, berhentilah menganggapku menangis!"
Ya, aku tahu kau menangis. Aku juga merasa tidak enak hati melakukannya. Kau tahu, ini adalah bagian dari misi. Seseorang menyuruhku menghancurkan kastil, lalu, sebagai gantinya dia akan secara resmi meningkatkan peringkat petualangku ke.
"Selamat ... Anda naik peringkat ke D sekarang." Wow, jadi. Semudah itu melakukannya? Anda mengirim saya ke sebuah misi untuk menghancurkan rumah orang, lalu menghadiahkanku semacam jabatan? Apakah itu bisa dimaafkan?
"Juga, aku terkejut saat melihatmu membawa satu gadis lagi ke dalam party." Oh, jadi Elina mengetahui soal Charlotte.
Bagaimana ini? Apakah aku harus memberitahukannya tentang Charlotte sekarang?
"Sudah ... Kau tidak perlu mengatakannya lagi. Aku sudah mengetahuinya, dia adalah seekor naga yang menyamar bukan?"
"B-Bagaimana bisa kau?!" Tunggu, mengingat dia adalah GuildMaster di tempat ini! Tentu dia memiliki kemampuan sepertiku, yaitu mengidentifikasi lawan, "Kalau begitu ..."
"Yah, sejujurnya aku hanya tahu tentang gadis itu adalah seekor naga, tidak lebih. Jadi soal bagaimana dia bisa berada di dalam kastil, aku sepenuhnya tidak mau terlibat dalam urusan itu." Elina mengangkat bahu, sepertinya dia tidak berbohong, "Lalu, untuk selanjutnya ... Apa kau sudah memiliki rencana untuk gadis itu?"
"Bukankah sudah jelas? Pertama-tama adalah mendaftarkannya menjadi Petualang, lalu, menyelesaikan misi bersama-"
"Ah, bukan. Maksudku adalah, karena rumah dia dihancurkan ..." Jadi tentang tempat tinggal.
"Oh, tenang saja. Aku akan membawanya ke penginapan kami."
***
__ADS_1
"Bwahahaha! Baru seminggu sejak aku bertemu denganmu! Dan kau sudah membawa gadis lain?!" Eh? Apa-apaan ini?
"Y-ya ... Dia adalah anggota baru dalam party kecilku, Charlotte." Aku memperkenalkan gadis itu kepada Bastian, lalu.
"Hmmph!" Yah, aku sudah bisa menebaknya. Charlotte hanya mengatakan, "Hmph!" kepada semua orang yang ditemuinya. Sungguh, aku bisa saja percaya dia tidak berbohong tentang membenci manusia karena ini.
Bahkan, dalam satu kesempatan dia akan mengeluarkan semacam aura membunuh kepada beberapa orang yang berusaha mendekatinya. Sekarang hentikan itu, anda membuat orang-orang panik!
"T-Tuan Petualang ..." Seperti ada sesuatu yang menyentuh kakiku sebelum aku mendengar suara anak kecil.
"Ternyata Salsa ... Bagaimana dengan misi hari ini, apakah kau berhasil menemukan Petualang Pahlawan barumu?" Salsa menggelengkan kepala pelan ketika mendengar pertanyaan saya.
"Kak Aisha berkata, hanya kamu yang pantas mengambil tugas itu. Jadi, mohon kerja samanya untuk besok." Gadis sialan itu! Apa yang dia katakan kepada Salsa?!
"Ummm ... Tentu, aku akan sangat menantikan untuk besok." Salsa pergi setelah perbincangan berakhir. Huft, sepertinya aku bisa mengatakan dia baik-baik saja sejak kejadian itu.
[Gelar : Penyelamat Anak]
Ya, itulah. Aku tahu ini adalah penyebabnya. Saya yang berhasil menyelamatkan Salsa pada saat itu, tanpa sengaja membuat kami semakin akrab bahkan orang-orang mulai menyebut kami, 'Sepasang Saudara' karena saking dekatnya.
Semoga saja Bastian tidak mendengar ini karena dia pasti akan sangat kesal begitu mendengar putrinya tiba-tiba memiliki seorang kakak.
"Baik, setelah makan ... Aku akan tidur ... Lalu untuk besok ..."
"Ah, Tuan. Bagaimana jika kita pergi menemani Salsa jalan-jalan?" Oh, semacam liburan?
"Sepertinya itu ide yang bagus. Aku juga sudah berjanji akan menemaninya besok." Jadi aku anggap saja demikian, kami pergi ke taman lalu berkeliling kota. Tunggu, aku belum pernah melakukannya sebelumnya. Yah, memang kami pernah berpergian, tapi aku masih belum mengenal seluruh kota.
"Sudah diputuskan ... Besok adalah hari libur untuk party kita."
__ADS_1
***
Dan, malam pun tiba. Aku yang sudah selesai makan masakan Bastian memutuskan pergi ke kamar, mendatangi ranjang lalu menjatuhkan tubuhku diatasnya.
Astaga, untuk semua yang sudah terjadi. Aku bisa bilang ini cukup melelahkan untuk aku bisa-
"Ummm ... Begini, tentang dimana aku akan tidur ..."
"Oh, tentu karena kau mengatakan akan selalu berada disampingku. Maka mau tidak mau aku harus megawasimu sepanjang waktu, yang artinya kita akan tidur di ruangan yang sama."
Aku tidak akan keberatan jika Charlotte memang tidak suka dengan ini dan ingin menyewa kamar lain. Tapi, demi memastikan dia tidak berbuat sesuatu yang aneh, maka akan lebih aman bagiku untuk tidak membiarkannya tidur di kamar terpisah. Setidaknya untuk saat ini, yah mungkin beberapa waktu.
"Mmmm ..."
"Nnnn ..."
Sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan ini. Rutinitas kami, sebelum tidur aku selalu melakukannya. Bahkan pada beberapa kesempatan, saya akan meminta lebih dari sekali hadiah selamat tidur.
"Sekali lagi ..." Liya menggangukan kepala dan mendekatkan wajahnya ke arahku, kali ini dia yang mengambil inisiatif untuk memulai.
"Mmmm ..."
"Nnnn ..."
Tidak tahu kenapa aku merasa lebih baik setelah melakukannya. Tanpa ada Liya disisiku, saya pasti tidak akan bisa bertahan di dunia ini. Yah, memang aku bisa melakukannya dengan kekuatan yang aku miliki sekarang.
Tapi tetap saja, aku akan merasa kesepian, dan dari sanalah akan timbul rasa malas. Bisa dibilang, ciuman selamat tidur dari gadis inilah yang memulihkanku dari rasa lelah ini. Menurutku itu tidak bisa digantikan oleh apapun.
"Ehem ..." Entah kenapa aku merasa wajah Charlotte menjadi merah tomat karena perbuatan kami, "K-Kalian lanjutkan saja! A-Aku tidak akan melihatnya ... Aku bersungguh-sungguh!"
__ADS_1