
"Apa? Turnamen akan diadakan dua minggu lagi?" Dan aku harus mempersiapkan sesuatu sebelum itu berlangsung. Minimal mengumpulkan banyak potion untuk kemungkinan terburuk. "Aku mengerti Tuan Richard. Aku akan bekerja keras mulai dari sekarang."
"Aku mohon bantuanmu ..." Aku menggangukan kepala, tentang ramuan di pabrik ini sudah selesai. Aku benar-benar tidak enak membuat Sistine bekerja lebih keras dari biasanya. Dan, tentu aku bisa menyuruhnya mengambil libur. Tapi sekali lagi, sifatnya yang pekerja keras membuat itu mustahil dilakukan.
"Hei Richard ... Bagaimana dengan menaikkan level di hutan?" Aku melihat Charlotte berdiri dihadapanku. Oh tentu, itu sepertinya adalah ide yang bagus.
"Apakah kita akan mulai dengan mengambil misi di serikat?" Chalotte menggelengkan kepala ketika mendengar aku mengatakan itu. Sepertinya bukan, lalu apa?
"Kita hanya akan berlatih saja, aku tahu tempat yang terdapat banyak monsternya. Bahkan ada naga disana ..." Naga, t-tunggu! Jangan bilang kau akan ...
***
"Yup, rakyatku, Tuan Naga ... Aku sudah membawa dia." Di depan sebuah gua, aku melihat sesuatu yang bercahaya akan keluar untuk menemuiku. Itu adalah sepasang mata yang berwarna merah terang, tidak tahu kenapa, tapi firasatku mengatakan ini buruk.
"Itu benar-benar naga?!" Aku tidak salah melihatnya, bukan? Di hutan ini ternyata masih terdapat seekor naga?
"RoOoAaaRrraaRrrr .." Heh, dan ... Tentu ... Dia seperti berusaha mengatakan sesuatu. Tapi sekali lagi, aku tidak mengerti apa yang dia katakan.
"Dia bilang ... 'Apakah bocah ini yang akan menjadi lawanku' begitu katanya." Charlotte menerjemahkannya. Sungguh, dia bersedia untuk berlatih tanding denganku? Dan, tunggu dulu ... Aku sepertinya memerlukan penjelasan untuk di bagian terdapat naga di hutan itu.
"Oh, Tuan Naga berada di gua hutan untuk bersitirahat. Kau tahu, dia akan pergi setelah tidur itu berakhir. Sementara, aku yang menemukan tempat ini ... Bukankah aku sudah mengatakannya pada waktu itu ketika pergi mengambil misi?" (Charlotte)
Tunggu ... Ah, iya! Bagaimana aku bisa tidak memikirkannya. Maksudku, Charlotte pasti bermaksud mengatakan ketika dia menjalankan misi, gadis ini tidak sengaja menemukan gua sekaligus Tuan Naga ini. Itu akan masuk akal jika memang benar seperti itu, dan ... Sekali lagi, apakah ini yang namanya kebetulan?
"Lalu ... Bagaimana caramu meyakinkan dia untuk bersedia berlatih tanding denganku?" Aku kemudian menemukan Charlotte sedikit membanggakan diri dengan sesuatu.
__ADS_1
"Meskipun bukan lagi menjadi Tuan Putri ... Bisa dibilang mereka masih menghormatiku sebagai garis keturunan terakhir keluarga kerajaan Naga Merah." Apakah benar seperti itu? Mungkin saja, Kerajaan Naga Merah memiliki pengaruh yang banyak terhadap jenis Naga Lainnya.
Aku tidak tahu bagaimana itu bekerja. Karena biasanya, orang-orang akan cenderung mendengarkan yang memiliki status lebih tinggi darinya.
Dan, biasanya, ketika seseorang tersebut kehilangan posisi itu, maka perlahan orang-orang yang dulu berusaha untuk mendekatinya akan mulai meninggalkannya. Itu mirip seperti, bersikap baik ketika dia berada di atas angin, dan meninggalkannya ketika jatuh. Aha, ya! Menurutku kebanyakan orang demikian.
"Tentu saja itu memang benar, tapi itu pengecualian untuk Tuan Naga ..." Semoga saja begitu. Menurutku apa yang Charlotte katakan tentang Tuan Naga yang baik ini memang benar. Menurutku, tidak akan ada seekor naga yang benar-benar bersedia mengorbankan tidur siang hanya demi hal ini bukan?
"Roaroar ..." Oh, apakah itu sudah dimulai? Naga kemudian berbicara, itu mirip seperti pertanyaan akan sesuatu.
"Dia bilang, 'Apakah kau sudah siap'?" Dan, begitulah ... Aku kemudian mengatakan hal yang menjadi pilihan jawabannya, seperti, "Tentu!" Dan, Sreet! Aku langsung menarik pedang untuk kemudian menghadapi yang namanya naga dengan tinggi sepuluh meter tersebut.
***
Nama: Richard
Usia: 18 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Profesi: Pendekar Pedang level 140
Penyihir level 10
Skill: Speed up [C] | Summoning [D] | Resistance [E] | Sharpen [B] | Shock [B] | Identification [E] | Endurance [F]
__ADS_1
Mantra: Aura [D] | Gerbang | Memalsukan [F]
Keahlian Tambahan:
Gelar: Penjinak Monster | Penyelamat Anak | Penyelamat Kota
Atribut: HP [C] | MP [???]
Status: Majikan Liya
"Baik, untuk level sepertinya itu sudah meningkat ... Lalu untuk skill, juga demikian." Setiap kali SP ku berubah angka menjadi lebih tinggi, aku akan menggunakannya untuk meningkatkan skill ku dan mantra gelap. Aku pikir, dengan terus berlatih dan mengalahkan monster di hutan adalah jawabannya.
Lalu ...
"Hiyaa!" Aku mengayunkan pedang untuk mengincar bagian belakang Naga itu. Dan, DHUAK! Naga menangkisnya sekaligus memberikan pulukan perlawanan.
"Dia sangat kuat, lho. Setidaknya level dua ratus sekarang. Apakah kau sungguh tidak akan bertarung dengan skill Shock atau apalah namanya itu." Hei, hei! Yang benar saja? Bukankah itu melanggar peraturan namanya? Bukankah kau yang membuat peraturan semacam membatasi skill tertentu sebelumnya?
Dan ... Benar, itu seperti Charlotte mengatakan seolah-olah tidak ada cara lain lagi.
"Bukankah ada Mempertajam?" [Sharpen] tepatnya, ya! Untuk skill ini sepertinya tidak masalah untuk digunakan.
Charlotte hanya mengatakan aku hanya tidak boleh menggunakan [Shock] atau sejenis mantra yang bisa melumpuhkan dalam sekejab. Lalu, ayolah ... Kau pasti masih mengingat tentang aku yang berhasil mengalahkanmu dengan mudah pada waktu itu, bukan? Aku pikir itu memengaruhi keputusan dia membuat peraturan.
"Roarrr ..." Naga Terjatuh menabrak dinding gua ketika menerima hantaman pedang yang sudah diperkuat [Sharpen] sampai seribu. Itu bahkan lebih buruk lagi. Pedang ini seolah-olah sangat mudah hancur, dan benar saja ...
__ADS_1
Senjata yang ada ditanganku berubah menjadi potongan kecil kemudian. Bertanya-tanya apakah aku harus membeli senjata khusus untuk digunakan dengan [Sharpen]? Itu mungkin perlu, aku akan mempertimbangkan untuk membuat atau memesannya satu.