DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 68 - Hanz


__ADS_3

"Ah, maaf ... Sepertinya aku terlalu berlebihan." Aku kemudian menyuruhnya mendekat ke arahku. "Ummm ... Ada apa?"


"Aku berencana untuk memproduksi potion jenis ini secara massal, apakah kau punya ide dimana tempat yang cocok untuk melakukannya?" Ya, semacam menyewa sebuah gedung mungkin? Ah, Iya! Tentu, ide tentang pabrik kecil yang memproduksi potion ini juga terdengar bagus.


"Bagaimana dengan toko yang dijual ini?" Sebuah bangunan kosong? Aku menemukan Aisha menyerahkan selembar kertas lengkap dengan keterangan rumah tersebut. "Kau tahu, mereka menjual toko itu bahkan satu bulan setelah itu dibangun."


"Apa maksudmu mereka bangkrut atau semacamnya?" Satu bulan itu terlalu cepat bagiku, dan alasan ini mungkin tidak masuk akal.


"Ah, tidak ... Pemiliknya meninggal karena alasan usia." Oh, tentu ... Itu bisa saja terjadi. "Lalu, keturunannya menjual toko ini untuk membantu membiayai hidup anak-anaknya."


"Tunggu, mengapa mereka tidak menggunakannya?" Itu akan menjadi tempat yang menghasilkan jika dimanfaatkan dengan baik. Tapi sepertinya pertanyaanku mendapatkan respon menaikan bahu dari Aisha.


"Aku tidak tahu, namun, mereka menjualnya dengan lumayan murah dan aku merekomendasikan ini kepadamu." Aku melihat lebih teliti detail toko yang ada pada kertas. Melihat tampilan bagian luarnya, sepertinya oke-oke saja. Lalu, untuk bagian dalamnya. Yah, sepertinya aku perlu memeriksanya terlebih dahulu.


"Itu hanya terdapat dua ruangan saja ..." Lebih tepatnya, 1 ruangan yang paling besar, maksudku, itu mungkin besar tapi tidak sebesar yang ada pada kantor serikat, agak lebih sempit. Lalu, untuk kamar lain, sepertinya itu adalah ruang istirahat. Karena aku menemukan kasur kecil dan beberapa perabotan.


"Ini cukup bagus, berapa harganya?"


"Sekitar lima puluh ribu tembaga dari total tujuh puluh lima. Kau tahu, karena kamu adalah petualang yang disukai oleh Ketua, jadi kami sengaja menurunkan harganya." Jadi ini adalah ulah wanita itu, ya? Tapi, lima puluh ribu itu cukup mahal bagiku yang hanya memiliki uang sebanyak sekitar empat puluhan.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menyelesaikannya satu-satu ..." Ya, aku harus menuntaskan proyek rumah terlebih dahulu, aku mungkin aku bisa memfokuskan hal yang lain? Maksudku, jika aku bisa membangun toko yang bisa menghasilkan banyak uang ...


"Apakah ada semacam sistem cicilan?"


"Kamu berniat untuk membayar perlahan? Ummm ... Itu bisa-bisa saja, tapi apakah kau yakin? Harga akan menjadi enam puluh ribu, lho." Ah, sial! Mereka menaikannya lagi. Itu sebesar sepuluh ribu jika ditambahkan.


Tunggu, bagaimana dengan mengumpulkan terlebih dahulu lalu membayar pada saat aku mencapai lima puluh ribu? Maksudku, aku tidak perlu mencicil dan sebagai gantinya menabung di rumah lalu membelinya ketika tabungan sudah mencapai angka yang ditentukan.


"Jadi, begitu, ya? Yah, itu cukup cerdik untuk menghindari bunga dari mengangsur. Tapi, aku takut akan ada orang yang akan membelinya sebelum kau." Ah, iya! Aku bahkan melupakan kelemahan menggunakan cara itu. Jika itu memang benar, berarti aku harus melakukan ... . "Puftt ... Bercanda, aku akan memastikan untuk membuat pelanggan tidak menemukan toko ini, jadi kau bisa menggunakan waktumu-"


"Kau penyelamatku!" Aku memeluk Aisha yang ... tiba-tiba memerah.


"Tidak-Tidak! Aku tidak bermaksud untuk melakukannya! Kau tahu!" Astaga, aku lupa dia bukan Liya yang bisa aku peluk sesuka hati, dan, hei! Alasan macam apa itu?


"Ummm ... Tidak masalah, aku ..." Aisha menolehku dengan kedua matanya meskipun kepalanya agak menunduk. Tatapan macam apa itu? Itu tidak seperti marah atau sejenisnya, mirip seperti me ...


"Tuan Richard, tempat ini memang bagus. Menuruku, diruangan istirahat ini kita bisa mengubahnya menjadi gudang, lalu untuk ruangan luas ini, bagaimana dengan tempat bekerja?" Oho ... Tentu, aku melihat Sistine yang seperti berkomentar akan sesuatu. Apakah ... Apakah ...


"Aku akan membelinya tidak lama lagi, jadi aku berharap kau bisa menggunakan waktu untuk mempelajari tentang ramuan." Apakah itu baik-baik saja? Maksudku, aku akan mulai membuat semacam pabrik disini, yang pekerja nya hanya satu orang saja.

__ADS_1


Kupikir itu akan baik-baik saja, yah ... Aku hanya berniat untuk membantu mengembangkan kemampuan gadis ini. Jadi, tidak masalah jika aku menyuruhnya memproduksi potion dalam jumlah tertentu.


Dan, lagipula, aku akan selalu mengawasi tempat ini, jadi ... Emmm, itu bahkan belum menjadi milikku. Rasanya aku harus mempertimbangkan untuk secepatnya mengumpulkan uang.


Selama beberapa hari itu, aku benar-benar melakukannya dengan serius. Pertama yang aku lakukan, tentu adalah membuat Sistem memberikanku misi yang sulit dan menghasilkan banyak uang, lalu ditambah pekerjaan dari serikat.


"Tinggal lima ribu lagi ..." Yup, itu hanya masalah waktu sampai aku berhasil mendapatkannya. Aku meneguk sebotol ramuan penyembuhan dari Sistine. Mereka dibuat dengan baik, tapi, yah, namanya potion peringkat E, itu hanya mampu memulihkan sedikit HP ku.


***


"Ah, hai Richard. Aku membawa seseorang untuk menemuimu!" Oh, ada tamu iya? Aku melihat seorang kakek tua yang sepertinya terlihat jenius menurut penampilan. "Dia adalah ahli pembuat potion yang terkenal di kota ini, nama beliau adalah Hanz."


"Senang bisa bertemu dengan anda ..."


"Hohoho ... Anak yang ramah ..." Ahaha, apakah itu seperti perkenalan yang baik? Maksudku, tidak seperti penampilannya, dia setidaknya bisa tertawa atau lebih tepatnya selalu tertawa ketika aku mengatakan sesuatu.


"Jadi begitu ... Jadi begitu ... Gadis muda ini berniat mempelajari tentang membuat obat penyembuh?" Aku tidak mengerti dengan masalah ini, dan langsung menyuruh Sistine untuk menemui Hanz saja. Lagipula, cepat atau lambat mereka akan saling bertemu juga.


"Aku masih pemula, kakek ... Jadi aku membutuhkan bantuanmu untuk bisa menjadi lebih baik."

__ADS_1


"Haha ... Haha ... Ini yang aku suka dari anak muda, mereka memang bekerja dengan sangat keras." Itu menurutmu kakek, tapi aku tidak membantah hal tersebut. Menurutku juga, Sistine melakukan ini dengan sangat serius. Kurasa demi mengumpulkan uang untuk keluarga mungkin? Karena aku pernah mendengar, gadis ini dalam kondisi kesulitan ekonomi sekarang.


__ADS_2