
kemudian, dalam beberapa waktu setelah kejadian itu. Sistine terlihat kembali normal seperti biasanya, maksudku, dia kembali menjadi dirinya yang bekerja keras untuk mengumpulkan uang, tentu itu untuk membayar hutang dia kepadaku.
Tapi, satu hal yang aku katakan kepadanya, bahwa gadis itu bisa tidak membayar, itu seperti membuat Sistine terlihat tidak enak hati, jadi aku membiarkan dia berbuat apa yang dia mau.
Lalu, sedikit hal tentang toko itu. Aku berhasil membelinya dua minggu setelahnya, memang, membutuhkan kerja keras untuk mendapatkan dua puluh ribu dari yang sebelumnya sekitar tiga puluhan. Lalu, ini akan menjadi hal yang pertama dalam petualanganku ke dunia ini.
"Apa? Kau sudah bisa memproduksinya sebanyak sepuluh botol per hari?" Ah, tidak! Aku yakin dia mengatakan minimal tentang itu, jadi kemungkinan bisa lebih banyak lagi.
"Ya, asalkan kamu menyediakan bahan yang cukup." Tenang, tentang itu aku sudah meminta serikat untuk mengurusnya. Dengan kata lain, aku hanya perlu membayar untuk membeli bahan potion. Itu tidak mahal kok, dan sepertinya memang bahan yang umum dan tidak langka, mungkin alasan itu yang membuatnya masuk akal.
"Memang ... Ini sudah ke peringkat D kurasa ..." Ah, iya. Betapa luar biasa peningkatan gadis ini. Tapi, tunggu dulu! Sebelumnya aku menggunakan 1000 SP untuk membelikannya keahlian "membuat potion" atau semacamnya, bukan? Dan tentu aku lupa untuk mengatakan bahwa aku meningkatkannya sedikit di bagian tertentu.
Nama: Sistine
Usia: 15 tahun
Jenis kelamin: Perempuan
Profesi: Healer level 29
Skill: Sky light [F]
Mantra: Pemulihan [E]
__ADS_1
Keahlian Tambahan: Pembuat Ramuan [D]
Oh, tentu ... Itu adalah D yang membuatnya wajar bisa mencapainya secepat ini. Tentu saja, itu masih bukan hanya berkat peringkatnya yang lumayan tinggi, tapi karena kerja keras tentunya.
Sistine benar-benar belajar banyak hal dari pria tua itu. Hanz berkata dia sangat senang melihat antusias gadis ini dan berniat membawanya pergi.
Sungguh, dia benar-benar berniat melakukannya, semacam mengadopsi gadis itu menjadi cucunya.
"Tapi aku menolak tawaran tersebut ... Karena aku sudah menemukan seseorang yang bisa melindungiku ..." Ah, ha! Sejak kapan dia menganggapku seperti itu? Oh, tentu jika ini hanya tentang melindungi rekan anggota party. Tapi, kurasa tidak sesederhana itu.
"Ngomong-ngomong Sistine ... Karena aku hanya bisa membuatmu bekerja seorang diri." Aku sebenarnya berniat mengatakan suatu hal yang perlu dibicarakan dengannya.
"Oh, tentu ... Aku sudah siap untuk melakukannya."
"Serikat sepertinya membutuhkan lima untuk dikirim disana setiap hari ... Bisakah kau menyelesaikan pesanan itu?"
"Ya, tentu ... Jika dengan melakukan ini bisa membantumu ..." Ah, betapa lucu nya dia. Kau tahu, menurutku cukup jarang aku menemukan gadis dengan karakter seperti ini. Polos, tidak banyak bicara dan tentunya pemalu. Namun, dia akan benar-benar bisa diandalkan meskipun sifatnya seperti itu, contohnya ketika menjadi tulang punggung keluarga. Dia melakukannya dengan sangat baik.
"Pasti rasanya berat bukan?" Ah, memikirkannya saja membuatku agak pusing.
"Apa kamu mengatakan sesuatu tadi?" Aku menggelengkan kepala.
"Hanya omongan yang tidak sengaja keluar dari mulut ini." Baiklah, karena aku sudah selesai di bagian ini.
__ADS_1
Saatnya untuk pergi ke Serikat.
***
"Dua minggu!" Elina menghantam meja ketika mengatakannya.
"Maksudmu tentang turnamen?" Aha ... Elina langsung menggangukan kepala ketika aku menyebut tentang itu. Eh, kenapa diadakan lebih awal? Maksudku, itu seharusnya diadakan lebih dari dua minggu lagi, 1 bulan mungkin?
"Aku tidak mengerti ... Tapi perintah dari kantor serikat di pusat memerintahkan kita untuk segera menyiapkan petualang terbaik sebagai persiapan mengikuti lomba. Kali ini, dia menetapkan batas jumlah anggota yang bisa bergabung, yakni ..." Mmmm? Seperti Elina sulit untuk mengatakan bagian yang terakhir itu. "Sepuluh ... Mereka bilang kita boleh mengikut sertakan maksimal sepuluh dengan minimal sudah berada di peringkat B."
"Bwahahaha!" Mata semua orang kemudian tertuju kepada seseorang yang tertawa di sudut ruangan, sudah pasti pemilik suara tersebut adalah, temanku Bruno yang menggangap remeh ini. "Mereka pengecut."
"Ya, bahkan atasan yang mengetahui kita hanya memiliki petualang tingkat rendah justru mendukung rencana ini, ah, tentu kau pengecualian Richard." Yah, maksud Elina adalah, yang menjadi harapan disini tentu hanyalah aku dan Bruno. Liya dan Charlotte tidak bisa ikut, alasan yang pertama Liya masih di peringkat C. Tapi, tunggu sebentar. Bruno yang sebelumnya juga di peringkat C kenapa dibolehkan ikut turnamen?
"Ah, itu karena aku mengakalinya dengan mengubah kartu." Sungguh, kau bahkan dengan terus terang mengatakan tentang pemalsuan tersebut?
Oh, ya ... Masalah tentang itu sudah selesai. Sementara, Charlotte adalah setengah naga. Memang, dia bisa berpotensi masuk sepuluh besar karena kekuatan fisiknya yang luar biasa, tapi dia menolak rencana ikut turnamen tersebut karena alasan tidak ingin dikenali.
Dan, tentu ... Dia adalah naga. Jika seseorang yang dulunya adalah tuan putri di Kerajaan Naga Merah ditemukan dalam acara turnamen, pastinya itu akan menjadi masalah. Yah, lebih baik menghindari hal yang merepotkan daripada membuatnya menjadi lebih sulit.
"Jadi sepertinya tidak ada pilihan lain, ya?" Aku melihat Elina seperti kehabisan ide. Masuk akal menggangapnya begitu, karena hanya aku, Bruno dan sedikit petualang yang memenuhi syarat.
Ngomong-ngomong sekarang Bruno sudah di peringkat B dan tidak lagi di C, yang berarti itu membuat kami berdiri sejajar lagi. Tidak tahu kapan dia naik tingkat, tapi aku akan menanggapi ini sebagai upaya untuk menyusul ketertinggalan.
__ADS_1