DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 50 - Ibu Kota


__ADS_3

"Emmm ... Tuan Richard?" Ranne menatap daging cumi-cumi yang berada di tangannya, dan dengan ragu menanyakan, "Apakah ini sungguh bisa dimakan?"


"Ya? Apa kau ada masalah dengan itu?" Seharusnya mereka sudah matang dengan sempurna, tidak tahu kenapa keduanya terlihat ragu untuk menyantap makan malam mereka. "Ah, baiklah ..."


Aku tidak memikirkan kedua gadis itu dan memakan bagianku dengan sekali ... Lalu, dua dan ... ah, kurasa sudah mencapai sepuluh gigitan!


"Ini sangat enak, Liya."


"Wow, terimakasih Tuan!" Melihat itu, Ranne yang awalnya ragu, menatap Ange yang disampingnya menggangukan kepala kemudian. Keduanya tanpa sadar sudah mencoba dalam gigitan pertama.


"B-Betapa enak nya?!" Ange yang pertama kali mengatakannya disusul Ranne setelah beberapa detik.


Anda tidak perlu meragukan kemampuan gadis ini memasak. Maksudku, Liya sekarang sudah dibilang berada di peringkat A dalam keahlian Cooking.


Ah, seandainya aku bisa melihat bagaimana ekspresi Ranne ketika makan, maksudku ... Dia masih menggunakan jubah itu, dan agak memastikan untuk menyembunyikan bagian atas wajahnya.


Sementara keduannya sibuk makan, perhatianku tiba-tiba dialihkan menuju ke samping dan menemukan seseorang sudah makan ...


"Apa?" Charlotte menatapku agak lama sebelum dia menyembunyikan daging cumi-cumi ke belakang.


"Ah, tidak ..." Hanya sedikit heran melihatmu makan daging yang ke sepuluh.


"Ngomong-ngomong Tuan Richard ... Apakah kamu sudah lama menjadi petualang?" Jika aku harus menjawab pertanyaan Ranne, tentu bisa dibilang aku baru mulai.

__ADS_1


"Sekitar beberapa minggu kurasa." Ya, benar. Itu tepat setelah aku diteleportasi ke dunia yang namanya. "Ngomong-ngomong aku belum tahu wilayah apa ini."


Maksudku nama kerajaan ini tentunya. Aku memang diberitahu oleh sistem di bawa ke dunia manusia, tapi dia tidak pernah menyebutkan ataupun membahas dimana tempat aku akan dikirim.


"A-Cukup aneh mendengarnya dari petualang sepertimu ... Anda tahu, di sini merupakan bagian dari Kerajaan Arcia ..." Kerajaan Arcia? tebak Ange agak heran ketika mengatakannya, tapi aku lebih peduli tentang kerajaan ini.


Dunia Arcia? Kerajaan Arcia? Apa bedanya? Mereka hanya sama dalam hal nama?


"Maaf, karena aku berasal dari negara yang sangat jauh. Aku baru mengenal yang namanya Kerajaan Arcia, bisakah kalian menjelaskan lebih rinci mengenai ini?" Ranne menggangukan kepala, setelah dia menyantap tentakel cumi-cumi yang terakhir.


"Yah, jika anda ingin mengetahuinya. Sama seperti kerajaan sekitar, disini dipimpin oleh seorang raja." Jadi semacam monarki ya?


Yah, ku bisa menebaknya dari awal. Karena dunia yang mengambil latar waktu yang mirip dengan abad pertengahan di dunia lamaku ini, memang kebanyakan negara dipimpin oleh seorang raja pada waktu itu, mungkin? Ya, kurang lebih seperti itu.


"Lalu, tunggu ... Mengapa hanya ada dua saja?"


"Itu karena ..." Ranne tiba-tiba terdiam selama beberapa detik, tapi itu tidak berlangsung lama. Seseorang, maksudku Charlotte dengan wajah agak kesal menyela kemudian.


"Ahh, itu karena mereka yang menyerang Kerajaan Naga Merah! Ya, kau tahu! Sebelumnya hanya ada lima negara, tapi perlahan semuanya menghilang karena dua negara berusaha untuk mengambil alih semuanya." Tunggu, jadi kerajaan yang sudah menghancurkan keluarga Charlotte adalah ...


"Ah, bukan! Bukan Negara Arcia, melainkan orang-orang dari kerajaan Xercia yang sudah melakukannya!" Dengan kesal dia mengatakannya, meskipun di hadapan Ranne sekalipun. Dia juga tidak berusaha untuk menyembunyikan fakta bahwa dirinya merupakan warga asing yang mengungsi disini.


"Aku ... Minta maaf ..." Apa Ranne mengatakan sesuatu tadi? Aku tidak bisa melihat ataupun menebak dengan benar karena sesuatu yang menutupi wajahnya, tapi aku yakin telinga ini tidak salah menangkap sesuatu.

__ADS_1


***


"Terimakasih atas segalanya ..."


"Ah, tentu ..." Jadi sudah selesai, ya? Misi untuk kami mengantar Nona Muda ke ibu kota. Yup, itu adalah gerbang yang besar dan megah menurutku. Kurasa, ibu kota dan kota-kota disekitarnya sangat berbeda menurut desain.


Menara-menara ini contohnya, mereka sangat tinggi lalu tembok-tembok yang melindungi ribuan rumah di dalamnya, terlihat sangat tebal dan tentunya sulit untuk dihancurkan begitu saja.


"Maaf, kami hanya bisa membayar ini saja terlebih dahulu. Tapi, setelahnya aku akan menyuruh seseorang untuk membawakan bayaran yang sesuai." Aku menggangukan kepala, kemegahan kota ini membuat saya lupa terlibat dalam pembicaraan tersebut.


"Ngomong-ngomong, Nona Ranne, aku ingin bertanya satu hal."


"Iya? Apakah itu?" Ini pasti akan terdengar agak mencurigakan, tapi aku akan tanpa basa-basi mengatakannya.


"Bagaimana caraku untuk ikut dalam turnamen?"


"A-Turnamen petualang maksud anda?" Ya, seperti itulah. Kira keluarga Ranne bersedia mendukungku.


"Maaf, sepertinya itu mustahil untuk membuat kami terang-terangan membantu seorang petualang." Yah, aku tahu itu tidak mungkin. Tapi aku merasa tidak ada salahnya bertanya, jadi aku tidak menyesali semua ini. "Kalau anda menginginkannya, saya bersedia menjadi yang pertama mengakuimu dalam kompetisi."


"T-Tunggu dulu ... Nona Ranne!" Ange yang tampak terkejut berusaha untuk mencegah sesuatu yang lain yang sepertinya akan keluar dari mulut Ranne.


"Tenang, ini hanya dukungan dariku. Tidak mewakili semuanya ..."

__ADS_1


"Tapi ..." Entah kenapa aku merasa pembicaraan ini jauh dari apa yang aku inginkan. "Jika itu yang anda inginkan ... Maka, izinkan saya sebagai pengawal yang melindungimu memberikan pengakuan juga untuk petualang Tuan Richard yang terhormat!"


__ADS_2