
"Atau seekor naga?" Saya menggangap mereka sama karena sama-sama memiliki sayap, lalu. "Tunggu sebentar, mungkinkah ini adalah monster yang dimaksud?!"
"Yoo! Lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu sobat?" Hmmm? Aku menoleh ke samping ketika menemukan wajah yang aku kenali berada di tempat itu.
"Bruno? Jadi itu adalah kau yang dikirim oleh serikat untuk mengurusi monster ini?" Yah, semuanya menjadi jelas sekarang tentang Bruno berada di lokasi tersebut. Tapi, tunggu dulu, jika dia adalah petualang terbaik, "Bagaimana bisa kau membiarkan monster ini mengunjungi kota?!"
Membakar lebih tepatnya, dia bisa menyemburkan api. Jadi aku bisa menyebut makhluk ini satu spesies dengan naga, atau seperti itu.
"Yah, aku sedikit ceroboh karena lupa dia bisa terbang." Dasar bajingan yang tidak bertanggung jawab?! Kau bahkan melupakan hal seperti ini?
"Lalu, untuk para korban ..." Sepertinya ada banyak. Satu, dua dan ... Ah, sekitar sepuluh orang terluka, lalu ada yang pingsan disana. "Dengan jumlah sebanyak ini, sepertinya kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya."
Aku memang bukan berasal dari kota ini dan merasa tidak memiliki kewajiban untuk melindunginya. Tapi tidak tahu mengapa aku sedikit merasa seperti harus melindungi sesuatu dari mereka.
"Kita kalahkan mereka, Liya ..."
"Baik, Tuan!" Kami berdua sudah memegang senjata masing-masing, dan pada saat aku mengatakan kata, "Serang!" pedang aku dan sihir Liya meluncur untuk memulai serangan pertama kami.
"RoooAaAaaRrrr!!!" Aku tidak mengerti bahasa naga, tapi sepertinya dia agak sakit begitu menerima serangan mendadak itu. Naga yang sudah terbakar sedikit di bagian sayap mulai berusaha untuk menunjukan tanda-tanda bangkit, sepertinya dia ingin mengeluarkan sesuatu.
"Ah, awas dengan apinya!" BRUUSS! Api keluar dari mulut naga, sepertinya itu sangat panas dan membakar.
Beruntung semuanya mendengar peringatan dari saya dan segera menjauh, sepertinya tidak ada korban disini.
"Aku akan mengalihkan perhatian dia! Apakah kau bisa membuat serangan terakhir yang bisa melumpuhkannya?" Itu semacam akhir dari pertarungan, saya berniat menyelesaikannya secepat mungkin.
__ADS_1
Tidak akan ada rumah yang terbakar lagi, begitupun dengan para penduduk, mereka harus diselamat ... Eh? Tunggu? Sejak kapan aku memiliki pemikiran seperti itu?
"Biarkan kami membantumu ..."
"Setidaknya kita akan berjuang bersama!" Ada beberapa pemuda dengan pedang mendatangi aku dengan antusias, oh, sepertinya mereka juga dari serikat.
Aku tidak ada alasan untuk menolak bantuan ini, jadi kubiarkan saja mereka membantu.
"Tunggu!" Saat kami akan melakukannya, sebuah rencana penaklukan naga, tiba-tiba saja sebuah suara membuat kami membeku.
Tentu saja, dia adalah Charlotte yang berusaha mencegah kami atau aku bisa menyebutnya sebagai tindakan untuk menyelamatkan rekan sebangsa, "Bukankah begitu? Kau pasti akan mencegah kami melakukannya bukan?"
"T-Tentu saja bukan! Jika ini hanya tentang menyerang rumah penduduk tanpa alasan yang jelas, maka kau boleh menghukumnya. Tapi, jika dia memiliki alasan untuk ini, maka aku meminta kau untuk menghentikan seranganmu!" Begitu, jadi Naga juga memiliki alasan ketika menyerang kota?
Charlotte berbicara dengan Naga, tentu, hanya dia yang bisa mengerti pembicaraan itu.
Kami yang hanya menonton terlihat agak mematung karena alasan tidak mengerti ini. Setidaknya, sesekali Bruno akan berusaha mengatakan satu hal.
"Dia adalah Gadis yang bisa berbicara bahasa Naga?" Hohoho ... Anda mengatakannya, sebuah pertanyaan yang agak sulit aku jawab.
"Y-yah ... Seperti itulah ... Bukankah ini langka? Ada seorang gadis yang bisa berbahasa Naga?" Aku memberikannya jawaban yang tidak masuk akal.
Jika aku mengatakan Charlotte adalah naga atau sejenisnya, mereka pasti akan mulai menjauhi atau mungkin akan memperlakukan dia berbeda.
Sejujurnya, aku memilih langkah aman. Aku tidak tahu apakah Naga dan Manusia berteman di dunia ini, dan jika hubungan mereka baik-baik saja pada lain kesempatan mungkin aku akan menceritakannya, dan.
__ADS_1
"Sungguh keterlaluan ... Orang-orang ini mengatakan aku yang salah?! Apa salahnya membalas dendam? Setelah apa yang kalian lakukan kepada anak-anak ku?" Tunggu, ini bukan suara kami atau Naga. Dia adalah Charlotte yang menerjemahkan kalimat Naga.
"Jadi, apakah aku bisa mendapatkan penjelasan dari ini?" Saya menanyakan itu kepada Bruno, dan dia agak mematung beberapa saat, "Tolong jelaskan apakah kau melakukan sesuatu yang konyol sehingga menyebabkan Naga itu marah?"
"Y-yah ... Kemarin aku mendapatkan misi melakukan perburuan Naga, lalu tidak sengaja melukai beberapa diantaranya." Aku tidak mengerti kata 'Tidak Sengaja' itu, tapi ... Begitulah yang terjadi.
Sederhana saja, Naga menuntut serikat bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan petualang ke wilayahnya, lalu semua ini terjadi. Demi membalas dendam, dia mulai menyerang rumah penduduk sebagai gantinya.
"Tapi setidaknya, jika kau membangun sarang di wilayah dekat kota itu akan merepotkan bagi kami." Itu bisa menjadi pembelaan, dalam kasus seperti ini, semuanya saling mengeluarkan pendapat masing-masing.
Ada yang mengatakan mereka hanya berhati-hati, tapi jika itu aku yang berbicara. Saya mungkin akan mengambil kesimpulan bahwa semuanya sama-sama mengancam.
Contohnya, jika Naga tiba-tiba berkembang menjadi puluhan ekor, dia mungkin akan menjadi ancaman bagi kota. Begitupun, bagi para Naga, mereka tidak akan bisa hidup jika tidak melakukan perburuan di tempat yang menghasilkan banyak makanan.
Dan, karena wilayah sarang yang dimaksud berada di hutan dekat Kota Tulha, hal semacam ini mungkin bisa saja terjadi. Tapi, mengesampingkan soal itu, bukankah tidak mustahil bagi para Naga untuk mendapatkan tempat tinggal?
"Jika kau mau, aku akan memindahkanmu ke pulau pribadiku. Disana kau akan menemukan ketenangan untuk merawat anak-anakmu. Dan, tentu, tidak akan ada yang akan menggangumu jika kau tidak berbuat ulah terlebih dahulu." Dengan sedikit tambahan, aku memintanya menyetujui kontrak untuk berjaga-jaga agar dia tidak menyentuh rumahku.
"Kau ... Kau ... Apa yang kau katakan tadi?" Oh, aku lupa soal Bruno yang tidak mengetahui tentang pulau itu.
Aku yang merasa tidak memiliki kewajiban untuk memberitahu, jadi saya hanya mengatakan, "Mereka adalah tanggung jawabku mulai sekarang." dan segera setelahnya, aku meminta Charlotte untuk menerjemahkan kalimatku ke dalam bahasa naga.
"Dia menyetujuinya ... A-Aku tidak percaya dengan ini. K-Kau menerima kami yang bahkan merupakan musuh Manusia?" Charlotte agak terkejut dengan permintaan aku yang tiba-tiba.
Aku menggangukan kepala, sepertinya begitu. Ya, aku memang tidak keberatan Naga tinggal di tempat saya, asalkan dia tidak menghancurkan rumah penduduk lagi dan bersedia membantuku saat aku memanggilnya dengan "Summoning."
__ADS_1