DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 11 - Mandi


__ADS_3

"Eh? Sudah naik lantai 3?" Aku baru saja mengatakan itu ketika sistem tiba-tiba saja menteleportasi kami.


"Mulai sekarang monster yang anda hadapi mungkin akan lebih merepotkan, jadi pastikan jangan sampai membuat kesalahan." Itu terdengar seperti peringatan bagiku.


Entah karena apa sistem mengingatkanku berulang kali untuk pandai-pandai menjaga diri. Sungguh, bukankah selama ini aku selalu waspada?


... Ah, setelah saya ingat kembali, aku pikir diriku tidak sepenuhnya demikian. Sebagai contoh saya tersandung kemarin, itu menunjukan saya masih lengah.


"Tuan, lihat!" Liya menunjuk ke satu arah yang merupakan bagian gelap gua. Oh! Apakah itu berarti sudah ada yang akan menyambut kedatangan kami?


"Baik, siapa monster selanjutnya?" Aku mengeluarkan pedangku, selama ini aku belum menghadapi lawan yang benar-benar tangguh di dalam labirin. Saya pikir akan menemukannya hari ini.


"Itu dia!" Aku membuat pedang ditangan saya mengincar monster yang ada pada kegelapan malam.


"Eh? Apa yang-" Itu seperti tidak tertusuk, apakah aku salah memilih target? Ah, bukan! Saya mengamati baik-baik gua gelap. Sebelum sesuatu sudah melewati saya begitu saja, dengan kaki kecilnya. Apakah ...


"Wah, itu adalah seekor kelinci yang lucu." Aku menoleh ke samping ketika Liya menurunkan kewaspadaannya.


"L-Liya ...?" Hei, tunggu dulu! Yang benar saja! Aku berusaha untuk menghentikan Liya yang mencoba untuk membelai kepala kelinci, tapi ...


"Bunuh! Bunuh!" Dia berubah dari hewan menggemaskan menjadi monster liar? Dan, apa ini?!!! Kenapa dia bisa mengatakan itu? Lalu, oh tidak, dia sudah dalam posisi siap menerkam!


"Liya, awas!" Aku terlebih dahulu meniru gerakan kelinci, sebelum dia berhasil menyerang Liya untuk pertama kali ... Bruk! Itu membuat suara benturan terdengar saat aku ikut terjatuh menimpa tubuh Liya ketika membantunya menghindar.


"Maafkan saya tuan, seharusnya saya lebih berhati-hati."


"Tidak masalah, selama kau belajar dari kesalahan ini." Uh, syukurlah dia tidak terluka, dan apa-apaan itu tadi? Kenapa dia bisa menjadi seganas itu?


"Mungkin kita bisa menggunakan sihir peledak untuk mengalahkannya?"


"Tidak, menurutku rencana tersebut tidak akan berhasil."


"Mengapa demikian?" Aku membantu Liya berdiri, bersamaan saat dia menanyakan itu.

__ADS_1


"Yah, mungkin karena tubuhnya kecil, lincah dan agresif yang membuat serangan semacam itu bisa dihindari dengan mudah?"


"Oh, itu terdengar masuk akal sekarang. Jadi satu-satunya cara untuk melawannya saat ini adalah dengan mengandalkan kemampuan tuan?"


"Tepat sekali!"


***


"Ngomong-ngomong Liya, aku baru sadar kalau tubuhku ternyata sudah sangat bau sekarang." Aku mencium aroma baju saya, ugh, itu terasa sangat tidak wangi di hidungku.


"Mungkin karena anda jarang mandi." Ah, Iya! Lebih tepatnya tidak pernah mandi setelah dikirim ke dunia ini!


Benar juga, mungkin aku harus meluangkan waktu untuk mencari tempat pemandian. Sebuah sungai mungkin? itu bisa menjadi pilihan lain sambil menunggu rumah selesai dibangun.


"Ini terasa menyegarkan. Wah, ternyata mandi di sungai bukanlah ide yang buruk." Aku bersandar pada batu di belakang punggungku setelah memasukan setengah badan ke dalam air.


Aku tidak pernah mengira, atau tidak terpikirkan mungkin? Untuk mandi di sungai yang dekat dengan lokasi rumahku, kenapa tidak dari awal saya mandi? Mungkin tubuhku tidak akan menjadi sebau ini.


Bertanya-tanya apakah hujan-hujanan beberapa hari yang lalu termasuk mandi? Yah, saya terlalu lelah untuk memikirkannya.


"Eh?! L-Liya?!" Mataku melotot tidak percaya. Dia tiba-tiba berada di belakangku, dan, hanya memakai selembar handuk ketika memasukan tubuhnya ke dalam air? Ngomong-ngomong kami membeli itu pada kebocoran di dalam tenda. Eh bukan itu yang menjadi masalahnya!


***


Gawat, ini sudah benar-benar diluar perkiraanku. Mandi dengan gadis cantik, aku pikir itu tidak terlalu mengerikan sampai dia sadar aku berada pada radius kurang dari 1 cm, Liya langsung bergerak sedikit menjauh untuk memperlebar jarak.


Yah, saya sudah menduganya, tapi! Astaga, dia begitu cantik! Kenapa gadis sepertinya tidak malu untuk mandi di tempat yang sama dengan laki-laki seperti aku?


"Ahh? Apa yang tuan katakan tadi?"


"T-Tidak ... Aku hanya mengatakan tempat ini nyaman bukan?"


"Benar, aku merasa tenang saat berendam di sungai ini. Andai saja ini bisa berlangsung lama." Jadi dia juga?

__ADS_1


Emmm ... Bukankah lebih baik begini? Menikmati mandi bersama bukanlah ide yang buruk, benar, itu akan menjadi sunyi dalam satu jam ke depan.


***


"Baik, sudah cukup istirahatnya! Kami akan naik lantai dengan cepat sekarang!"


[Naik Level]


[Naik Level]


Pemberitahuan itu muncul setidaknya setiap kali saya selesai mengalahkan puluhan monster.


Mengingat sistem yang mengatakan aku harus mencapai level tertentu untuk bisa membuka pakaian yang terkunci menjadi salah-satu alasan aku untuk cepat-cepat melawan bos.


Berhari-hari, bahkan sampai seminggu aku menghabiskan waktu untuk menjelajah lebih dalam.


Siapa yang tahu, setelah satu bulan berlalu, itu akan menjadi penjelajahan terakhir aku begitu kami bertemu dengan monster terkuat di depan sebuah gerbang besar.


"Apa? Jadi untuk bisa melawan Bos aku perlu mengalahkan monster kepiting ini?" Saya merinding melihatnya, tapi dia memang terlihat seperti bukan kepiting pada umumnya.


Itu lebih besar beberapa kali lipat, ganas, dan mematikan. Dengan capit yang mungkin bisa memotong rapi sesuatu dengan sekali menggunting.


"Kalahkan monster kepiting dan bos terakhir lalu tuan akan menyelesaikan misi di labirin pertama. Mengenai hadiahnya, anda akan menemukannya di dalam peti harta." Baik, serahkan kepada kami.


"Speed Up." Aku akan memulainya sekarang.


Untuk mengalahkan kepiting dengan capit raksasanya, kurasa cara yang terbaik adalah untuk memotong kedua bagian tubuh ini terlebih dahulu sebelum mengincar bagian kakinya, lalu membuat kepiting lumpuh total. Bukankah itu adalah ide yang bagus?


"Kurasa ini sudah cukup, bagaimana dengan hasil kerjaku, Liya? Apakah itu sudah bisa membuatmu lebih nyaman untuk menggunakan sihir?"


"Tuan memang hebat, saya menjadi lebih mudah untuk membidiknya sekarang." Telapak tangan Liya menuju benda besar dihadapannya.


Seakan bisa membaca situasi, kepiting mencoba untuk meloloskan diri dengan sisa kekuatan.

__ADS_1


"Mau pergi kemana? Bukankah ini baru dimulai?" Sayang sekali, sebelum itu bisa terwujud. Aku menguasai jalur pelarian kepiting, lalu dalam hitungan 3 ... 2... dan, 1!!! Yah, tidak perlu banyak berfikir untuk aku bisa menebak apa yang terjadi setelahnya.


__ADS_2