DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 8 - Labirin


__ADS_3

"Ini yang ke dua, rasakan!" Aku mengayunkan pedangku, dan ... Slash! Itu mengenai salah satu kaki monster laba-laba dihadapan kami.


Aww, itu pasti menyakitkan, bukan? Kehilangan salah satu bagian tubuh?, aku bisa menebak laba-laba menatapku dendam karena itu.


"Aku berhasil melumpuhkannya, giliranmu, Liya!"


"Serahkan kepadaku!" Liya mulai merapal mantranya, membuat sebuah bola api yang kemudian mengincar tubuh lawan kami yang mematung, "Fire magic!"


BOM!


Itu seperti mengenai target yang tidak bergerak, monster laba-laba benar-benar sudah kehilangan keseimbangan untuk berdiri sekarang.


"Ini adalah kesempatanku, Speed Up!" Aku mengayunkan pedang untuk mengincar bagian perut.


Tepat seperti yang saya perkirakaan, dia tidak bisa menghindar. Hahaha ... Bagaimana dengan ini?


Saya dalam momentum yang tepat, dalam satu tebasan pedang, itu mampu membuat laba-laba menjerit kesakitan sebelum akhirnya tumbang dengan kondisi luka parah.


Sepertinya dia sudah mati. Aku dalam kesimpulan itu ketika menemukan tubuhnya tidak menunjukan tanda-tanda masih hidup.


[Naik level]


"Apakah sudah selesai?" Huft, akhirnya bisa mengalahkan monster pertama di labirin.


Itu cukup merepotkan, aku pikir pada pertama kali masuk akan terasa sedikit mudah, akan tetapi apa yang kami hadapi sebelumnya jauh berbeda dari yang aku bayangkan sebelumnya.


"Tuan, saya berhasil naik level." Liya juga?


Bagus, sepertinya aku tidak salah memilih berpetualang di labirin ini. Ini cukup efektif untuk membuat kami naik level dengan cepat.


Aku hanya perlu mengalahkan monster sebanyak mungkin untuk mendapatkan level tertinggi, dan mungkin saya akan memanfaatkan ini untuk mengembangkan skill baru juga?


"Lalu, untuk laba-laba ..." Aku memandangi tanah kosong dihadapanku.


"........." Eh? Itu menghilang?

__ADS_1


"Menjawab, tuan tidak bisa mengambil bagian tubuh monster di dalam labirin, itu akan otomatis menghilang setelah beberapa detik berlalu. Tapi sebagai gantinya, dia akan meninggalkan sebuah benda yang disebut sebagai permata monster ..." Sebuah batu? Aku memandangi teliti tempat jasad laba-laba sebelumnya berada.


Memang benar, ada sebuah permata kecil berwarna hijau disana, dan itu berkilau.


"Setiap permata yang dikumpulkan bisa tuan jual untuk mendapatkan uang, tergantung warna. Biru 10 tembaga, hijau 25 tembaga, merah 50 tembaga dan, emas 100 tembaga." Dua puluh lima? Seratus? Wow, itu cukup besar, jadi laba-laba tadi termasuk monster yang bukan berada di peringkat terlemah?


"Lalu, bagaimana caraku untuk menemukan lawan yang memiliki permata berwarna emas?"


"Mudah saja, tuan hanya perlu menjelajah lebih dalam labirin ini dan melawan bos di akhir."


Bos? Jadi tujuan kami menjelajah bisa dibilang untuk mengalahkan monster yang paling kuat di labirin?


Masuk akal, misi di labirin akan selesai jika kami berhasil mengalahkan penguasa mereka, jadi tujuan kedua kami sekarang di sini tentu adalah untuk menemukan bos terlebih dahulu.


"Selain itu, kadang-kadang anda akan memiliki kesempatan untuk menemukan peti harta di lokasi tertentu. Jadi, periksalah dengan hati-hati sebelum tuan memutuskan pergi lebih jauh ..."


***


"Ini yang terdalam hari ini, kupikir penjelajahan kita cukup sampai disini hari ini." Aku menyarungkan pedangku ketika saya merasa terlalu lama menggunakannya.


"Anda sudah bisa memasuki labirin level dua."


"Level dua?" Aku mengalihkan pikiran untuk menanggapi perkataan sistem.


"Ya, itu secara otomatis naik level lantai saat tuan berhasil mengalahkan monster dalam jumlah tertentu ..." Jadi demikian, aku harus membunuh 20 monster untuk bisa masuk ke area labirin level selanjutnya?


"Tepat sekali, tuan sudah bisa naik ke lantai dua labirin mulai sekarang." Eh? Tunggu, lantai dua? Sekarang?


Tepat seperti yang sistem katakan, sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki kami yang kemudian seperti memindahkan kami ke tempat lain, whoah! Kau tidak bilang akan membawa kami sekarang!!!


"Ini lantai dua?" Itu terasa seperti selesai naik lift. Benar-benar mengejutkan, kau tahu? Tiba-tiba memindahkan seseorang ke tempat yang mereka tidak kenali ... Eh, tunggu dulu, apakah para serigala merasakan hal yang sama ketika aku menggunakan skill pemanggilan?


Tapi, menepis pikiran tersebut. Wah, lantai dua terlihat sama seperti lantai sebelumnya, itu memakai tema gua, dan ... Hmmm? Itu dihuni oleh monster baru?


[Ras : Goblin] Itu benar-benar goblin?

__ADS_1


Dengan baju pelindung dan belati, semacam pedang kecil. Dia terlihat kurus tapi tampak ganas, sepertinya mengira kami adalah dua orang yang seharusnya tidak muncul di wilayah mereka.


"Mulai sekarang, anda harus mengalahkan monster sebanyak 2 kali lipat dari sebelumnya untuk naik lantai." Jadi sebanyak 40?


Sebelum aku bisa berkomentar, para goblin terlebih dahulu mengelilingi kami. Yang benar saja, sepertinya aku dan Liya benar-benar adalah tamu yang mendapat perlakuan tidak ramah dari mereka.


"Tuan, perlukah saya-" Aku membuat kalimat Liya terpotong dengan memegang bahunya, tidak menjawab pertanyaannya.


"Lalu, bagaimana cara kami untuk keluar?" Aku bertanya, para goblin menggunakan waktu tersebut untuk menyerbu kami pertama kali. Serius? Langsung menyerang?


"..." Sistem belum memberikan jawaban.


Hei! Hei! Yang benar saja? Kau membawa aku dan Liya ke tempat ini dan tidak memberitahuku bagaimana cara untuk keluar?


Sekarang kita sudah terkepung, habislah, kupikir dengan melakukan pertarungan adalah satu-satunya cara untuk aku bisa bertahan hidup disini.


"Daging manusia ..."


"Gadis cantik ..." Ada apa dengan para goblin? Kenapa dia mengatakan itu ketika memelototi salah satu dari kami?


"Serang!!!" Gawat, itu adalah kalimat yang tidak aku harapkan mereka katakan sekarang.


Cepat, sistem! Berikan aku jawaban! Saya bisa saja melawan mereka, tapi, sayangnya kami menghabiskan sebagian besar energi untuk pertarungan di lantai satu, jadi sebelum goblin berhasil menebas saya ... WHOAH!!!sebuah lingkaran sihir di tanah menarik kami keluar dari lokasi.


"Ini di luar labirin?" Dia melakukannya? Ini tidak terduga, bagian kepalaku nyaris terpisah dari tubuhku jika sistem tidak segera memindahkan kami.


"Ah, maafkan saya ..." Liya terjatuh lemas dengan kedua lutut menyentuh tanah, kupikir dia merasakan hal serupa. Tapi itu tidak membuat rasa penasaranku hilang karena aku menuntut jawaban segera dari masalah ini.


"Menjawab, untuk bisa keluar di lantai dua anda hanya perlu mengatakan ... Keluar, Labirin! Dan itu berlaku untuk lantai selanjutnya." Sistem juga memberitahuku bahwa saya tidak bisa tiba-tiba keluar ketika bertarung, aku baru saja memikirkan ide tersebut sampai sistem mengatakannya.


Yah ... bisa dibilang itu curang, mendadak menghilang setelah lawan berhasil membuatku terluka parah akan terasa menyebalkan bagi mereka.


"Apakah kami masih bisa menjelajah di lantai satu? Kau tahu, penjelajahan tadi belum membuat kami menemukan peti harta."


"Tentu, kenapa tidak?" Bagus, aku lega mendengarnya.

__ADS_1


Dan, pada saat pembicaraan ini selesai, berakhirlah petualangan kami hari ini. Setidaknya sampai aku berhasil mengumpulkan banyak harta karun, saya akan mulai serius menghadapi goblin. Tunggu saja pembalasan dariku!


__ADS_2