
"Hei ... Kalian, bisakah kita bicara?" Ada apa? Kami melihat ada beberapa orang dengan senjata menghalangi jalan.
"Sobat ... Yang benar saja, kau menghancurkan kisah petualangan kami." Aku tidak tahu apa maksud dari perkataan dua orang ini, tapi sepertinya mereka merasa terganggu.
"Kapan kami melakukannya?" Aku menoleh ke arah Bruno dan menanyakannya, pada saat itulah beberapa petualang dihadapanku ini berubah raut wajahnya menjadi dingin setelah Bruno menggelengkan kepala.
"Kami hanya memburu hiu, dan kupikir itu memang wajar untuk bisa naik lantai." (Bruno)
"Hah? Kau pikir dengan mengalahkan semuanya bisa menyelesaikan semuanya? Maksudku, kalian lebih dari sekedar petualang!"
"Perampok! Dasar serakah! Kalian berniat menguasai labirin sendirian!" Apa? Eh, yang benar saja sobat. Anda marah karena kami menghabiskan semua populasi monster dalam labirin di lantai ini sehingga tidak ada yang bisa kalian lawan? Dan, yah, tentu itu bisa bangkit lagi, kenapa mereka malah ...
"Jika memang seperti itu, mengapa kalian tidak menyerang terlebih dahulu?" Aku bertanya, para petualang itu terlihat diam selama beberapa detik sebelum salah-satunya angkat bicara.
"Kami membutuhkan persiapan!" Heh, bukankah sudah jelas sekarang?
"Siapa cepat, dia dapat. Aku mendengar kalimat itu dari seseorang." Dan, hei. Tebak bagaimana raut wajah beberapa diantara petualang ini. Mereka lebih menyerupai dendam daripada kesal, maksudku semuanya sudah berniat menarik senjata.
"Jika kau berani mengatakannya sekali lagi!"
"Apa? Petualang yang tidak berani mengambil resiko sepertimu mau berbuat apa kepada kami yang sudah mengabisi kawanan monster buas itu sendirian?" Aha, itu memang benar! Anda terlambat membasmi karena anda lemah! Itulah yang membuat semua ini terjadi.
__ADS_1
"Dan aku akan mewakili mereka untuk memberimu sedikit pelajaran, anak baru." Suara yang keras terdengar di belakang, dan itu sepertinya akan muncul lagi setelah ...
"Ada keributan apa ini? Kalian malah memperebutkan mangsa kalian dalam labirin?" Itu adalah dua orang yang terlihat muda, mereka setidaknya berusia sama denganku, tapi agak lebih tua beberapa tahun kurasa. Salah-satunya merupakan laki-laki, sementara yang lain adalah perempuan.
Mereka mengenakan zirah yang secara langsung akan membuat seseorang tahu bahwa itu terlihat sangat mewah dan istimewa. Yah, mirip seperti ksatria pada umumnya. Tapi itu diberi sedikit tambahan pada bagian tertentu, perempuan yang dengan rok sementara laki-laki yang tidak ada helm pelindung kepalanya.
"Oh? Sepertinya aku tidak pernah mengenal kalian dalam Serikat. Bagaimana menurutmu, Sisca?" Aku mengerutkan dahi, ini adalah kejutan bagi saya dan merupakan salah-satu hal yang bisa merusak.
"Kau benar, Lyon, mereka terlihat sangat asing pada bagian penampilan." Ohoho, tebak ini pasti akan mendatangkan masalah. Aku kemudian memutar otak ku dan mencoba untuk mencari jalan keluar.
"Ya, namaku adalah Richard dan ini adalah temanku Bruno serta rekan partyku ..." Aku memperkenalkan semuanya dengan santai meskipun di dalam hati aku agak khawatir itu akan menimbulkan kecurigaan.
Bruno sepertinya mengatasi ini dengan baik, tapi untuk Charlotte dan Liya ... Mereka sepertinya agak gugup karena satu hal.
"Untuk apa kau ingin tahu? Apakah penting menceritakannya kepada orang yang baru ditemui?" Charlotte dengan kesal menanyakan itu, dan dia secara tidak langsung membuat aku memiliki waktu untuk mengarang.
"Kau pikir sedang bicara dengan siapa, anak kecil? Lihat! Kami adalah petualang kelas B baru-baru ini dan mendapatkan kesempatan untuk mewakili turnamen pada bulan depan bahkan dengan peringkat yang tidak memenuhi syarat!" Oh, jadi mereka orangnya, yang merupakan saingan ... Ah, bukan, calon musuhku dalam arena. Yah, tidak buruk juga.
Nama: Lyon
Usia: 23
__ADS_1
Jenis kelamin: Laki-Laki
Profesi: Pendekar pedang level ???
Hmmm? Itu tidak berhasil ditebak? Tebak berapa level pria ini yang sebenarnya ...
"Menjawab, dia mungkin berada pada dua kali lebih tinggi darimu, Tuan." Apa? Yang benar saja? Dua kali ... Itu berarti sekitar dua ratusan? Sungguh, ada yang sekuat itu? Ah, tidak. Dia pasti sudah sangat keras ketika berlatih, tidak heran mereka adalah petualang kelas B.
Mungkin mereka bukan lawan yang mudah untuk Bruno dan Charlotte sekalipun. Yah, secara status mereka lebih rendah dariku menurut level. Tapi setidaknya, apakah anak-anak muda disini memang kuat?
"Peringkat B ya? Itu berarti lebih tinggi dariku satu langkah?" Ah, itu mungkin benar. Jika aku yang sekarang berada di level 120 mungkin dia berada di level 200 lebih atau kurang? Aku memutuskan untuk tidak mempedulikan hal ini.
Satu-satunya hal yang aku temukan adalah, mereka sama sepertiku, petualang kelas B yang dikirim untuk mewakili serikat. Bertanya-tanya kepada harus peringkat B? Karena aku sebelumnya merasa mungkin Serikat Kota Rithea memiliki banyak yang merupakan orang-orang hebat.
***
"Kau bertemu dengan petualang emas dari Rithea?" Apa? Jadi dia memang seterkenal itu? "Tidak salah lagi, karena pertumbuhannya yang cepat ... Maksudku, secara kemampuan dia yang terbaik dari seribu orang disana. Dan, itu mungkin karena kecepatan naik level orang ini yang mengerikan."
Aku tidak yakin dengan itu karena aku juga naik level dengan lebih mengerikan lagi. Jika Elina saja mengatakan itu "sangat mengerikan." Lalu untukku yang menaikkan level bahkan sampai seratus dalam waktu kurang dari sepuluh bahkan lebih kurang lagi mendekati beberapa bulan, itu disebut sebagai apa?
"Yah, aku yakin kau lebih menakutkan daripada dia. Tapi satu hal yang perlu kau ketahui, dia merupakan seseorang yang bisa mengubah sejarah ..." Mengubah sejarah? "Ya, dengan kata lain, dia memiliki bakat untuk menjadi pahlawan, atau yang lebih hebatnya ... Dia bisa saja memiliki kesempatan untuk menikahi Tuan putri karena kekuatannya itu."
__ADS_1
"Bagaimana bisa? Apakah itu yang menyebabkan kalian selalu kalah dari petualang-petualang Rithea?" Tunggu, tadi kau mengatakan tentang pernikahan?
"Tidak, karena ini adalah pertama kalinya anak itu dikirim ke turnamen." Dengan kata lain, bukankah itu merupakan ... ." Ya, pria sialan itu yang sudah melatihnya! Aku tahu itu, dia memang sudah merencanakan semua ini!"