
Jadi, karena hari masih siang dan belum gelap, aku kemudian menunggu para gadis kembali dari urusan mereka. Aku menggunakan waktu itu untuk mencari sesuatu.
"Kamu ingin aku membantumu mencari tahu tentang sihir gelap?" (Aisha) Ya, seperti itulah. Aku berencana untuk mempelajari mantra ini dan fokus untuk menambahkan sihir. "Yah ... Sederhana saja, kau hanya perlu mencari tahu itu di buku tertentu."
"Apakah ada yang seperti itu?!" Jika ini memang benar, bukankah itu mirip seperti buku pelajaran? Ah, tentu itu berbeda karena ada tentang sihirnya. "Jadi, dimana aku bisa mendapatkannya?"
"Di toko sihir ada banyak kok, tapi aku merekomendasikan yang di ibu kota. Karena selain banyak pilihan, disana juga terdapat beberapa yang merupakan sihir langka." Ah, tidak! Jangan lagi, mengapa harus di ibu kota? Apakah di kota ini tidak ada yang menjual yang seperti itu?
Aku menggelengkan kepala dan menatap ke atas, "Sepertinya harus pergi kesana, ya?" Yah, mungkin aku akan melakukannya besok, tapi sebelum itu.
"Kami pulang ..."
Aku melihat tiga gadis berjalan ke arahku, salah-satunya adalah Sistine yang terlihat menikmati.
"Kalian baru pulang? Hmmm ... Kebetulan, aku ingin melakukan sesuatu." Seperti melakukan pencarian pertama mungkin, untuk Sistine?
Setelah semua sepakat dengan keinginanku, aku kemudian mengambil misi yang sederhana dulu.
"Maaf ... Aku akan melakukannya sekali la- ... Kyaa!" Ugh, ini tidak akan berhasil. Maksudku, Sistine memang bisa menyembuhkan dengan baik, tapi aku tidak bisa membantah ketika sesuatu yang menyeramkan datang ke arahnya, gadis ini pasti akan tiba-tiba mematung atau semacam ketakutan terhadap senjata tajam.
"GoOraAagh-" Aku menebas kepala monster yang menggangu itu, mereka terpisah dari bagian leher. Aku kemudian menyarungkan pedangku dan menemukan, Sistine yang hampir muntah dan tubuhnya sudah terjatuh melihat ini.
"Apa kau baik-baik saja?" Aku mengulurkan tanganku kepadanya, dan dia menerima itu untuk membantunya berdiri.
"A-Aku ... Maaf, sepertinya aku agak menyedihkan tadi ... Sebenarnya, aku tidak terbiasa dengan ini, dan pertama kali melihat ..." Tebak, alasan dia berhenti berbicara pasti ketika melihat kepala Orc yang berada di dekatnya, itu dipenuhi banyak darah, Sistine langsung ketakutan karena itu.
Ah, kupikir ini akan berjalan dengan mulus. Tapi tetap saja, dia masih harus banyak berpetualang dengan kami jika dia ingin menjadi anggota tetap di dalam partyku. Maksudku, minimal dia harus mengatasi rasa takut ini.
__ADS_1
"Tenang, kami akan selalu melindungimu, dan ... Sayang tidak akan membiarkan kita terluka juga. Jadi jangan khawatir." Bibir Sistine sedikit terbuka lalu tertutup lagi dan terlihat ingin berkomentar sesuatu pada perkataan Liya, tapi Liya justru menatap ke arahku tanpa menoleh ke lawan bicaranya.
"Anu ... Mmm ... Begini, dari awal aku sangat penasaran ... Sebenarnya ..." Aku menoleh ke belakang tepat sebelum Sistine berhasil menyelesaikan kalimatnya.
"Apakah kau memiliki sesuatu yang harus dikatakan?" Aku menanyakan itu kepadanya, Sistine dengan sedikit gemetar menggelengkan kepala.
***
"Berapa yang berhasil kita bunuh?" Kurang lebih ada ... Satu ... Dua ... Dan ...
"Sepuluh, kita berhasil mengurangi jumlah monster disini." Itu adalah Orc yang populasinya semakin meningkat di hutan, dan itu menyebabkan para warga yang biasanya mencari sumber makanan disana menjadi jarang untuk mampir. Bahkan, dalam beberapa kasus, ada kereta kuda yang diserbu oleh monster ini.
Benar-benar merepotkan, kami harus dihadapkan dengan situasi yang dimana dalam setiap beberapa menit harus waspada akan serangan.
"Ada apa dengan para pedagang ini?" Sistine bertanya, ketika kami baru saja tiba di sebuah jalanan agak besar di hutan itu dan menemukan kereta kuda yang menimpa seseorang di bawah.
"Betapa kejamnya ..."
"Kau tahu, kita melakukan ini setiap hari. Memburu monster untuk melindungi para penduduk." Ya, seperti itulah pekerjaan petualang menurutku. Serikat membayar hasil perburuan, lalu selesai, itu akan secara otomatis membuatmu menerima uang dalam jumlah tertentu.
Dan, memang, ada misi yang tidak memerlukan pertarungan untuk bisa menyelesaikannya. Mencari hewan contohnya, atau membantu mengantar barang, dan! Ah, iya! Kita juga bisa bergabung dalam pekerjaan konstruksi jika memungkinkan.
"Ngomong-ngomong Sistine, untuk apa kau menjadi petualang?"
"Aku?" Ya, kamu? Anda pasti memiliki sesuatu yang ingin dicapai ketika melakukannya, bukan? "Ah, hanya membantu keluarga?"
"Hmmm ... Keluarga?" Sepertinya itu akan mengarah ke topik yang seharusnya tidak aku cari tahu lebih jauh lagi.
__ADS_1
"Bisa dibilang aku membutuhkan uang sekarang."
"Jadi seperti itu ..." Yah, semuanya membutuhkan uang, termasuk aku. Jadi aku bisa memahami alasan tersebut. "Ini, ambilah!"
"Apa ini?" Aku membuat Sistine menangkap satu tas kain penuh dengan beberapa yang sepertinya mengeluarkan suara sentuhan kaca.
"Obat ... Maksudku, mereka adalah botol ramuan yang bisa memulihkan HP kami. Mulai dari sekarang, aku menyerahkan bagian pembuatan obat kepadamu." Benar, itu tidak salah lagi.
Memang Sistine pada awalnya cukup tidak yakin dengan ini, tapi aku menjelaskan satu hal kepadanya.
"Kau tahu SP?"
"Tidak pernah mendengarnya." Sistine menggelengkan kepala, tentu akan seperti ini, jadi ...
"Bagaimana dengan membuat obat sendiri?" Tepat, seperti itulah yang aku katakan, dan tanpa Sistine sadari aku menaruh beberapa bahan beserta satu botol kosong di atas meja, lalu dalam beberapa detik setelahnya.
"Apa? Bagaimana bisa ..." Aku melihat satu botol penuh sekarang. Itu sepertinya diisi oleh sesuatu yang berbentuk cairan.
"Hebat ... Seperti yang aku pikirkan." Mereka termasuk peringkat E. Setidaknya, begitulah yang aku dengar dari Sistem. Aku menggunakan 1000 SP Sistine untuk membeli kemampuan tambahan [Pembuat Obat] untuk dia, dan Jreng! Hasilnya adalah potion peringkat E tersebut.
Memang, itu masih perlu peningkatan lagi untuk bisa sampai S. Tapi aku yakin dengan banyak berlatih, Sistine pasti akan bisa melakukan sesuatu yang ...
"Terimakasih banyak, Tuan muda Richard!" Tiba-Tiba saja sebuah suara membuat aku menoleh ke bawah, dan.
"Ah, uhmmm ... Ya?" KENAPA KAU TIBA-TIBA BERLUTUT?
"Aku-aku benar-benar tidah tahu harus membalas dengan cara yang bagaimana. Kau sudah memberikanku kekuatan ini, jadi aku berharap bisa bekerja lebih lama denganmu." Apa itu berarti kau meminta untuk menjadi anggota tetap? Yah, aku memang menyukai ide itu. Tapi, mengesampingkan soal itu.
__ADS_1
"Sampai berapa lama kau akan melakukannya?" Tentang berlutut itu maksudku.