DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 9 - Peti Harta


__ADS_3

"Tuan, aku menemukannya!" Liya membuat aku memandangi sebuah tumpukan batu yang ternyata setelah diamati lebih jauh, itu ... Didalamnya terkubur semacam peti?


"Apakah itu peti harta?!"


Saya tidak akan tahu jika tidak mencoba untuk mengeluarkannya, jadi aku menyuruh Liya menggunakan sihir peledak, dan ...


"Wah, itu memang peti!" Aku tahu tebakan saya tidak salah, kami berhasil! Setelah membereskan batu yang menghalangi, Aku dan Liya mendapat sebuah harta karun pertama kami di lantai 1.


Bertanya-tanya apakah itu tidak membuat peti harta rusak karena efek dari ledakan? Aku memutuskan untuk tidak peduli, jadi saya langsung membuka peti, bersamaan dengan sebuah kepala tengkorak melompat keluar dari dalamnya. Benar, sebuah tengkorak.


"Wah! Apa yang-" Beruntung tubuh saya bisa merespon cepat kejadian itu dan langsung menghindar.


Apakah itu tengkorak manusia yang bisa berjalan? Saya mengira dia mungkin adalah termasuk salah satu monster, undead mungkin?


"Tuan, haruskah?" Liya mengarahkan telapak tanganya ke arah tengkorak dan menunggu perintah.


Aku memberikan lampu hijau, dan membuat sebuah bola api muncul. Sebelum kerangka tengkorak itu bisa berjalan lebih lama, tubuh yang hanya terdiri dari tulang itu terpisah menjadi puluhan bagian.


***


"Syukurlah, dia bisa dikalahkan ..." Itu mengangetkan, sungguh, saya tidak pernah mengira bertemu monster semacam itu di lantai pertama.


Tapi tunggu dulu, ada yang aneh dari kejadian ini? Hmmm? Bukankah undead adalah makhluk yang cukup merepotkan?


Itu benar, karena setahu saya, mereka seharusnya bisa bangkit kembali bahkan setelah menerima serangan semacam itu karena tulangnya akan menyatu kembali menjadi kerangka manusia.


Itu membuat serangan menjadi tidak efektif, dan, kau tahu bukan? Apa yang terjadi jika puluhan undead dengan kemampuan seperti itu tiba-tiba mengepung saya dari semua sisi.


"Menjawab, undead yang ada di dalam peti jebakan berbeda dari apa yang tuan pikirkan. Mereka tidak bisa bangkit kembali dan sangat lemah sehingga hanya dipersiapkan untuk membuat penjelajah yang menemukan harta menjadi terguncang." Semacam menakut-nakuti orang? Karena kemunculan mereka yang tidak terduga di dalam peti?


Itu terdengar lucu, apakah sistem mengatakan bahwa tugas para tengkorak ini hanyalah memberikan pengalaman buruk bagi penjelajah labirin? Secara mental? Bertanya-tanya apa keuntungan yang didapat setelah membuat penjelajah ketakutan?


Aku tahu! Yang pertama, itu mungkin bisa menghentikan seseorang menjelajah lebih dalam, tidak mencari peti lainnya karena trauma, dan ... Ah, Kupikir ada banyak!

__ADS_1


Mekesampingkan soal itu.


"Sepertinya kita tidak mendapatkan harta pada penjelajahan kali ini." Saya menghela nafas, setelah berputar-putar selama berjam-jam, hanya tengkorak dalam peti yang kami temukan.


Selain itu, pada waktu tertentu saya juga berhadapan dengan monster laba-laba. Dan ... Karena hati saya sedang tidak baik hari ini, tentu, aku melampiaskannya pada mereka. Sungguh, pertama kali saya merasa kesal karena lokasi harta yang terlalu tersembunyi.


Baiklah, mungkin aku akan mengalahkan banyak monster untuk menghasilkan banyak permata sebagai gantinya!


***


"Akhirnya, bisa beristirahat!" Aku membuang tubuh saya ke tempat tidur. Hari sudah menjadi malam dan saya sampai lupa bahwa sudah lewat sore hari begitu kami meninggalkan gua.


Saya mendapatkan banyak permata monster, dan sedikit naik level. Aku tidak menyangka, akan ada hari dimana saya merasa lelah karena harta karun yang sulit ditemukan.


"Kerja bagus, tuan. Anda melakukannya dengan sangat baik ..." Liya mendorong kepalaku ke dadanya.


"Ummm ... Ini?" Itu terasa sedikit sesak, kau tahu, tiba-tiba saja wajah saya menjadi merah begitu terkubur dalam pelukan dadanya.


"Bagaimana dengan sebuah ciuman?" Hm? Apa yang?!


"C-Ciuman?!" Aku nyaris melompat jika tidak sadar ada atap tipis di atas kepalaku, lalu menoleh Liya tidak percaya? Apa tadi dia mengatakan tentang 'ciuman'


"Benar, semacam hadiah ciuman selamat tidur." Uhuk, saya tersedak. Ini ... Bagaimana cara dia mengatakan itu dengan mudahnya? Dan, hadiah macam apa itu?


"Silahkan ..." Ini ... Apakah dia yakin?


Tepat seperti yang dia katakan, Liya sudah duduk dihadapanku dengan pipi memerah. Itu menjadi sangat canggung, kalian tahu, ini pertama kalinya seseorang memintaku melakukan hal berani.


Dan ... Apakah dia menungguku untuk- Sial, dia terlalu imut, aku tidak sanggup menolak hadiah ini. Sesuatu yang tidak pernah aku lakukan di dunia lamaku, saya lakukan di dunia ini dengan seorang gadis cantik?


Tolong katakan ini bukan mimpi. Ya ... Jika memang ini adalah mimpi pun saya akan menerimanya, lalu ... Ah, gawat! Aku tidak bisa menahannya lagi.


"Ka-kalau begitu ... B-bolehkah aku ..."

__ADS_1


***


"Hei, Liya. Bisakah kau berhenti memanggilku Tuan?"


"......" Rasanya ini menjadi semakin canggung saja. Lihat saja, Liya hanya merespon dengan memiringkan kepalanya.


"Uhm ... Begini, bukankah orang-orang mengira kau hanyalah seorang budak jika kau memanggilku seperti itu?"


"Saya memang seorang budak." Benar juga, aku menepuk jidatku, lalu ingin meninju diriku karena melupakan hal tersebut.


Saya membelinya, jadi dia termasuk kategori tersebut, namun, bukankah ada panggilan yang lebih baik lagi?


"Darling?" Kau mengatakan apa tadi?


"Aku tidak mendengarnya dengan jelas, bisakah-"


"Darling."


Benar-benar tidak bisa dipercaya. Ini seperti yang ada pada mimpi saya! Itu benar, seorang gadis yang mengatakan itu kepadaku dengan pipi merahnya, sungguh sebuah momen yang langka di dalam kehidupan saya.


"Apakah tidak boleh?" Wah, imutnya! Aku menggelengkan kepala begitu Liya sudah menunggu jawaban dariku selama belasan detik. Ah, sial! Saya terlalu terbawa suasana!


"T-T-Tidak, aku menyukainya. Kau bisa memanggilku seperti itu. Emm ... Begini, aku akan lebih senang jika kau memanggilku seperti itu pada waktu tertentu saja, kau tahu bukan? Itu terlalu memalukan untuk didengar oleh orang lain." Astaga, saya mulai terlihat konyol sekarang. Salahkan saja karena aku tidak berpengalaman dalam hal ini.


***


"Ngomong-ngomong Liya, sepertinya aku perlu membelikanmu pakaian ..."


Aku memandangi dada Liya, bukan dengan niat aneh! Tapi yang benar saja, kenapa aku baru sadar dia masih mengenakan pakaian murah yang sudah hampir robek?


"Memang benar, ini sudah berlubang dan ukuranya bajunya terlalu ..." Hei! Hei! Yang benar saja, tolong Hentikan itu! saat Liya menyentuh dadanya, secara tidak langsung membuat aku tahu pakaiannya semakin mengecil karena sesuatu semakin tumbuh besar.


Aku tidak akan mengatakannya, bahwa saya melihat hal yang tidak seharusnya dan hanya bungkam melihat tingkah gadis itu. Kurasa mungkin saya harus meluangkan sedikit waktu untuk mengunjungi toko sistem. Baiklah, aku akan membelikannya pakaian terbaik!

__ADS_1


__ADS_2