DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 66 - Desa Yang Diserang


__ADS_3

Jadi, dengan aku yang memiliki [Gerbang] aku segera menuju ke tempat kejadian dengan mantra ini.


Yah, meskipun aku tidak pernah ke desa itu. Tapi tampaknya mereka berada tidak jauh dari jalan yang pernah aku lewati, yang berarti itu hanya membuatku berjalan beberapa menit saja sebelum aku menemukan ...


"Hmmm? Apakah sudah dimulai." Wow, para penduduk dengan kapak itu, dan tombak, mereka seperti berusaha melindungi sesuatu, dan oh, no, yang benar saja?


"Siapa ..." Aku tidak mempedulikan seorang kakek yang terkejut karena kedatanganku yang begitu tiba-tiba, dan memberikan tebasan yang memisahkan kepala dan leher monster dihadapanku.


"Mereka adalah serigala?" Aku tidak tahu apakah mereka satu spesies dengan Varg dan yang lainnya. Tapi tetap saja, mereka adalah monster, jadi aku terpaksa.


"Awu!"


"Grr ..." Kedua serigala itu, maksudku, aku mengirim Varg untuk merundingkan sesuatu dengan para serigala itu, dan mereka sepertinya mau menerima itu.


Ah, tentu, keduanya adalah benar-benar serigala kurasa, jadi aku mengambil cara termudah untuk melakukannya dan sebisa mungkin menghindari yang namanya pertarungan. Sungguh, jika bisa melakukannya dengan cara ini mengapa harus mengambilnya dengan cara sulit?


"Awu ... Awu ..." Aku melihat Varg berjalan ke arahku dan mengeluarkan beberapa kalimat.


"........." Aku tidak mengerti!


Ah, sial! Aku lupa tidak bisa berbicara dengan serigala! Maksudku, aku memang bisa membuatnya mengerti untuk merundingkan sesuatu dengan pimpinan serigala musuh, tapi tetap saja ... Mengapa aku bisa ...


"Grrr ... Woof-Woof ..." Hm? Apa yang? Ketika aku membuka salah-satu mataku, tiba-tiba sesuatu sudah menggosokan wajahnya di lengan kananku.


"Kau bersedia menjadi bawahanku?!" Meskipun belum terbiasa dengan ini, sepertinya mereka menjawab, "Iya!" untuk beberapa respon dan, selesai! Sesederhana itukah? Aku yang berhasil menghentikan desa yang terbakar begitupun dengan mengurangi jumlah korban.

__ADS_1


"Permisi ... Apakah tuan ini yang sudah mengusir para serigala?" Aku menoleh ke belakang, untuk menemukan seseorang yang sama, maksudku kakek yang terkejut tadi mendatangiku.


"Ya, kebetulan aku menerima misi untuk mengatasi serigala penggangu, jadi bisa dibilang aku berasal dari serikat ... Namaku Richard." Untuk alasan tertentu, aku hanya menjelaskan tentang bagaimana cara aku menjinakan serigala.


Yah, mudah saja, aku hanya mengatakan mereka sekarang merupakan tanggung jawabku atau sudah aku kendalikan dengan sihir tertentu. Dan, untuk kenyamanan, aku membuat serigala-serigala itu menghilang dan untuk membuktikannya juga.


"Benar-Benar luar biasa ..."


"Hm? Apakah kau mengatakan sesuatu lagi?" Ups ... Aku bahkan lupa untuk memberikan masing-masing serigala nama. Ah, iya. Itu bisa dilakukan nanti, ngomong-ngomong tentang orang dihadapanku ini. "Ummm ... Sepertinya aku akan pergi sekarang."


"Mohon tunggu sebentar pahlawan muda ..." Sungguh, aku bukan pahlawan kakek. Tapi aku merasa tidak enak hati meninggalkannya langsung tanpa mendengar perkataan orang ini, jadi aku berhenti sebentar dan menemukan beberapa kalimat setelahnya.


"Baiklah, sampai jumpa." Ini benar-benar berlebihan. Maksudku, orang-orang ini memberikanku keranjang buah-buahan yang luar biasa banyak.


"Makanlah ... Itu akan membuatmu menjadi sehat."


Aku setelah melakukan perpisahan singkat segera kembali ke serikat dengan [Gerbang]


"Ini terlalu menghalangi." Untuk beberapa alasan aku cukup kesulitan membuat semua buah-buah ini menjadi berdiri seimbang.


"Apakah kau perlu bantuan, Tuan Petualang?" Aku menoleh ke bawah dan menemukan seorang anak ... Salsa?


***


"Jadi, sudah selesai dalam waktu lima menit?" Tidak, aku rasa tidak sesingkat itu. Sepuluh atau lima belas menit kurasa. Yah, pada akhirnya memang aku berhasil melakukannya dengan sangat cepat.

__ADS_1


Ngomong-ngomong aku harus berterimakasih kepada Varg dan yang lainnya karena sudah membantuku. Satu porsi besar makanan mungkin akan menyenangkan mereka.


Sementara aku sibuk dengan itu, Salsa mulai mengunyah buah apel yang berada di atas meja makan. Dia hanya duduk dengan tenang sepanjang perbincangan itu, tapi berbeda dengan Aisha yang sepertinya agak memikirkan sesuatu.


"Turnamen sudah dekat ... Apakah kau ada rencana untuk melawan musuhmu?"


"Apakah mereka sungguh kuat?" Maksudku, jika ini memang benar-benar sulit, bukankah untuk mengakalinya kita perlu semacam informasi. "Setidaknya, kau perlu memberiku beberapa yang berpotensi mengancam."


"Ah, tentu ... Ada satu dari kota ..."


"Tunggu sebentar ... Aku sepertinya melupakan sesuatu!" Ah, iya! Tentu itu adalah ... . "Zirah, aku belum memilikinya!"


"Jadi selama ini kau berpetualang tanpa mengenakan pelindung?!" Apakah itu masalah? Soalnya, aku seperti menemukan ekspresi Aisha yang agak menahan untuk terkejut atau sejenisnya. "... Untuk toko perlengkapan, bagaimana dengan membelinya di ibu kota?'


"Ibu kota?" Ya, itu adalah kota yang besar dan merupakan tempat bagi pusat pemerintahan juga. Memang, kau bisa menemukan banyak hal yang mungkin jarang bisa ditemui di kota-kota lain.


"Untuk itulah ... Aku menyarankan kamu membelinya ketika pergi ke turnamen ..."


"Aku rasa bisa melakukannya sekarang." Tunggu, [Gerbang] mungkin adalah solusi dari penyelesaian masalah transportasi ini. Jadi aku berniat menggunakannya lagi, tepat sebelum sesuatu yang mengejutkan tiba-tiba ...


[Total Pemakaian: 9/10]


Ah, benar! Itu hampir saja! Aku bahkan hampir lupa mereka memiliki batasan pemakaian. Tunggu! Itu masih bisa digunakan selama sekali, tapi ... Aku segera menggelengkan kepala dan menepis pikiran itu. Saya memang bisa pergi, tapi untuk kembali, sepertinya itu harus menunggu sampai besok! Dan aku masih harus melakukan sesuatu malam ini, jadi ...


"Ada apa?"

__ADS_1


"Tidak, mungkin lain kali saja ..."


__ADS_2