
"Apa? Tidak ada daging di dalam labirin?" Ups, aku bahkan hampir lupa untuk mengatakannya. Mereka tidak akan menjatuhkan daging dan hanya menjatuhkan batu-batu ini saja.
Ekspresi Charlotte langsung berubah setelahnya, tebak apa yang terjadi jika sesuatu yang dia ingin tambahkan dalam menu makan malamnya tiba-tiba menghilang menjadi butiran cahaya kecil?
"Aku akan mengumpulkan semua batu ini, apakah kau tidak keberatan aku menyimpan semuanya, teman?" Aku menoleh ke arah Bruno disampingku yang menggangukan kepala.
"Kau tahu, aku datang ke tempat ini hanya untuk bersenang-senang. Aku tidak tertarik memiliki batu-batu ini, jadi aku akan memberimu semua." W-Wow? Sungguh? Bruno tiba-tiba melemparkan ribuan batu yang sebelumnya merupakan setengah hiu. Aku menangkapnya dengan susah payah, meskipun ada beberapa yang terjatuh.
"Sebanyak ini?!" Aku tidak bisa berhenti menatap tanganku, mereka berkilau dan akan menghasilkan banyak tembaga jika aku memutuskan menjual semuanya.
Bahkan orang seperti Bruno semudah itu memberikannya kepadaku? Tidak tahu apa yang ada di dalam kepala orang ini, tidak kah dia berfikir untuk menyimpan semuanya sendiri?
Saya kemudian menggunakan [Penyimpanan] dan melempar semuanya ke dalam. Whoah ... Itu ternyata cukup untuk menyimpan semuanya.
Tebak itu berjumlah berapa?
[1.250]
***
__ADS_1
"Mulai dari sekarang, kita harus menyeberangi danau." Ya, memang aku menemukan ada sesuatu yang lain yang berada di seberang genangan air besar ini. Disana ada pintu tepatnya.
"Aku khawatir mereka tidak akan mengizinkan." Bruno menunjuk ke arah para hiu yang bersiap untuk menyerbu kami kapanpun. Mereka muncul begitu cepat, dan ketika aku berfikir akan menggunakan [Shock] lagi untuk melumpuhkan semuanya.
"Tunggu ... Bagaimana dengan membawa kita terbang?" Bingo! Itu dia salah-satu caranya.
Mustahil kami menyeberang menggunakan perahu, karena kami tidak membawanya. Hanya dengan alasan terbang, mungkin para hiu tidak akan sanggup menjadikan kami target mangsa.
"Sepertinya aku sudah meremehkan mereka." Aku menebas salah-satu kepala hiu, mereka ternyata melompat dengan sangat tinggi melebihi perkiraanku. "Charlotte, bisakah kau lebih tinggi lagi?"
"Aku sedang berusaha ... Dan, kau perjaka tua! Aku akan melemparmu ke sarang hiu jika kau tidak diam dengan pedangmu itu!" Tentu orang yang dimaksud Charlotte adalah, Bruno yang dengan brutal menghabisi begitu banyak hiu yang melompat ke arahnya. Serius, anda bahkan tertawa ketika melakukannya.
"Hah ... Hah ... Akhirnya sampai." Aku turun dan langsung menuju pintu setelah kami melakukan pendaratan, tidak mempedulikan Charlotte yang bernafas terengah-engah. Mereka akhirnya berhenti untuk mengejar, tapi tetap saja, seseorang diantara kami justru malah datang mencari masalah.
"Kalian, dasar lemah! Ayo kita bertarung jika berani!" Man, kau membuat hiu marah. Aku kemudian mempertimbangkan untuk berbuat iseng, yaitu menutup pintu gerbang rapat-rapat dan membiarkan Bruno menjadi santapan hiu.
"Ah, tidak! Apakah kau akan diam disana menunggu para hiu datang?" Aku menarik kerah baju Bruno dan langsung melemparnya ke arah pintu.
Ups! Mereka bahkan belum terbuka ketika aku melakukannya. Bruno menabrak ... BRUAK! Dan itu membuat pintu kayu itu sedikit retak.
__ADS_1
Ugh ... Dia pasti sedang kesakitan untuk saat ini.
***
"Ini adalah lantai empat?" Jika sungguh demikian. Berarti tinggal enam belas lagi untuk sampai ke bagian akhir? "Kita lihat, monster apa yang menjadi penjaganya ..." Yup, itu adalah ... Manusia kepala hiu lagi?! Ah, setengah hiu tepatnya.
Aku tahu mereka lemah pada awal kami menjelajah. Tapi saya tidak menyangka bahwa ini akan sedikit sulit karena peningkatan tertentu.
"Ini keras! Tapi aku merasa tertantang sekarang!" Saya berhadapan dengan salah-satu diantara mereka. Dia memakai kapak besar, dan tentu terlihat ganas lalu ... Hm?! "Apa yang kau ..." TWACK ... Hampir saja kepala hiu yang mulutnya terbuka menerkamku jika saja sebuah tombak tidak terlebih dahulu menusuknya.
"Aku melakukannya karena berhutang." Ah, ya? Tentu saja itu bukan alasan yang sebenarnya. Aku tidak tahu kenapa Charlotte tiba-tiba datang menolongku dan memasang ekspresi agak memerah ketika saya memujinya.
"Itu adalah anak tangga ... Kita akan naik ke lantai lima setelah melewati para hiu-hiu ini!" Setengah hiu tepatnya! Anda bahkan mengatakan mereka sama. Maksudku, hanya kepala yang sama, dan mereka bisa memegang senjata. Jadi aku pikir hiu biasa dengan manusia berkepala hiu berbeda! "Jadi, apakah kita akan bersaing untuk pertama kali sampai disana?"
Sobat, kau pasti bercanda bukan? Ketika aku melihat Bruno sudah berlari menuju pintu sambil meneriaki, "Aku akan menjadi yang pertama!" Dia langsung menerobos lautan musuh dihadapan kami.
Ruangan itu sepenuhnya hanya satu jalan lurus menuju ke bawah, mirip terowongan besar. Ya, di bagian sana akan terdapat pintu yang akan menghubungkanmu dengan bagian lain lantai 4.
"Kita tidak boleh kalah dengan brengesk itu!" Kau benar, akan sangat sulit jika aku kehilangan jejak Bruno sekarang. Tebak dia mungkin selalu mengacau pada situasi apapun, tapi aku tidak bisa membantah bahwa dia kadang berguna untuk setidaknya hari ini. Ya, hari ini. Aku menganggapnya demikian.
__ADS_1