DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 37 - Perampok Di Gunung


__ADS_3

"Ini buruk, dia benar-benar berniat melawan mereka sendirian?" Andai saja, aku memiliki kemampuan yang sama seperti yang dimiliki oleh Charlotte.


"Terbang? Itu mustahil, anda adalah manusia. Dan, sayap tidak termasuk bagian tubuh yang anda miliki, kurasa." Itu mungkin benar. Aku tidak tahu alasannya, tapi saya tidak bisa berdiam disini tanpa melakukan apapun.


Aku pikir, dengan satu perintah seperti, "CHARLOTTE! KEMBALI!!!" Akan membuat gadis itu patuh dan menjalankan sesuai yang aku rencanakan, lalu ...... Eh?


"Kau ... Dasar licik!" Siapa yang kau sebut licik? Sekarang, bisakah kau menjelaskan sejak kapan kau mendarat.


"Lalu, kenapa kau bisa memiliki luka itu?" Aku bertanya, ada sedikit goresan di lengan Charlotte dan sepertinya itu mengeluarkan darah.


"Hmmph! Mereka bertarung dengan sangat tidak adil. Hanya mengandalkan jumlah! Aku pikir tidak akan ada yang berani melawanku satu per satu!" Jika kau mengatakan itu, mana ada yang namanya keadilan dalam situasi seperti ini.


Orang seperti mereka, para perampok itu, pasti menggunakan cara cerdik untuk menjatuhkan lawannya.


Dengan keroyokan contohnya. Mereka mengandalkan jumlah lalu membuat semacam intimidasi, seolah-olah meninggalkan rasa takut kepada korban sehingga lawan mereka menyerah begitu saja. Dan, itu akan membuat tujuan para perampok tercapai dengan mudahnya.


Aku pikir, keberadaan naga disini bukan hanya sebagai sesuatu yang ditunggangi. Mereka mungkin dimaksudkan dengan tujuan yang sama.


"Kau ... Bisakah ... Membantuku ..."


"Permisi?"


"Emmm ... Begini, aku tidak bisa melawan mereka sendirian. B-Bukan berarti aku mengharapkan bantuanmu! Tapi, aku janji! Akan membalasnya nanti di ranjang, oke? Lalu ... Emmm ..." Kau mengatakan seolah-olah semuanya selesai dengan kalimat terakhir itu.


Haha, itu akan menjadi sangat lucu jika kau mengatakan, "Kamu bisa memiliki tubuhku." atau sejenisnya. Tapi, sungguh! Jika aku berniat melakukannya, sudah aku lakukan sejak awal membuat kontrak.


"Aku tidak seperti yang kau pikirkan. Dengar, aku disini demi kekuatan. Demi mengumpulkan rekan yang berguna, dan kau contohnya."

__ADS_1


"Aku?" Ya, siapa lagi yang levelnya paling tinggi dalam partyku?


"Tapi tunggu sebentar, aku memiliki rencana. Mengapa kau tidak menunjukan wujudmu yang sesungguhnya?" Ya, agak aneh jika hanya mengeluarkan sayap. Aku pikir Charlotte harus serius dengan situasi ini.


"Aku tidak bisa menggunakannya." Oh, jadi anda adalah naga yang tidak bisa berubah menjadi naga.


"Apa yang kau katakan?!"


"Aku tidak bisa berubah sepenuhnya, karena itu tersegel oleh semacam kekuatan khusus." Jika harus membuat Charlotte mengatakan tentang kisah di balik ini semua. Aku takut itu akan membuat para perampok memiliki banyak waktu untuk bersiap menyerang.


"Mereka datang, Tuan!" Sebagai langkah pencegahan, aku menyuruh Liya menembakan sihirnya ke arah Naga untuk mengacaukan formasi menyerang lalu margetkannya agar jatuh.


"Waaa!"


"Apaa-Apaan ini?!"


Seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi, bola mirip api meledak di angkasa dan memghempaskan beberapa penunggang beserta naga mereka.


"Ini mungkin akan terasa menakutkan untuk beberapa saat, tapi aku yakin kau pasti bisa mengatasinya!" Apa yang tiba-tiba gadis ini lakukan? Membawaku ke atas langit paling tinggi, lalu tiba-tiba menjatuhkanku ke posisi lawan. Apakah gadis ini sudah gila?!!!


"Kau mau membunuhku, ya?!!!" Mereka datang, di ketinggian ini hanya tubuhku yang jatuh. Tapi, di bawahku ada beberapa lawan yang bersiap datang untuk menyambut saya.


Aku memberikan semacam skill kejutan [Shock] untuk melumpuhkan mereka semua, dan satu demi satu para perampok ini berjatuhan dari atas langit.


"Ini adalah yang terakhir ... Kurasa ..." Bahkan Charlotte bilang dia kesulitan pada saat melawan yang paling mencolok diantara para perampok, aku pikir dia yang paling kuat dan merupakan anggota penting dalam kelompok.


"Kalian! Cepat hadang di ... Ugh!" Tapi, tidak sesuai dengan harapan karena orang ini ternyata tidak lebih hanyalah pesuruh yang membuat anak buahnya membantunya ketika bertarung. Aku pikir ini yang menyebabkan Charlotte merasa kesal, saya bisa memakluminya.

__ADS_1


***


"Kau akan membayar atas kejahatanmu setelah kami membawa kalian pergi dari sini!" Aku bingung harus melakukan apa kepada para penjahat ini.


Kira hukuman terbaik adalah meninggalkan mereka dalam posisi diikat oleh tali kemudian membiarkan hewan buas datang, lalu memangsa ... Ah, tidak, itu terlalu sadis menurutku. Menyerahkannya ke ksatria mungkin akan lebih menguntungkan.


"Katakan kepadaku, apakah disini masih ada yang menggunakan Naga sebagai senjata bertarung?" Charlotte mengatakan itu sambil menghunuskan tombak ke leher salah satunya. Saya pikir dia marah, karena lagi-lagi dia harus melihat rekan sebangsa dia diperlakukan seperti demikian.


"Ah, soal itu. Memang, ada kelompok yang sama seperti ini. Tapi, aku tidak yakin mereka masih ada di tempat ini ..." Dengan kata lain, masih ada banyak lagi Naga yang di gunakan oleh penjahat untuk melakukan aksinya, begitu?


"Oh, ya! Aku baru ingat, kenapa kalian bisa menjinakkan naga untuk ditunggangi?" Aku tidak tahu apa alasannya, tapi sepertinya menanyakan itu kepada mereka mungkin akan menjawab rasa penasaranku.


"Ah, ummm ... Kami adalah bekas tentara dari divisi udara yang pensiun karena tidak pernah diberikan tugas lagi. Tapi, sungguh! Kami terpaksa melakukannya, mereka tidak memberikan kami pekerjaan yang layak!" Dengan kata lain, aku bisa bilang kerajaan ini aman dari konflik karena orang seperti mereka bisa ada karena beberapa alasan tertentu.


Ada yang mengatakan pensiun karena tidak ada perang, kau tahu. Para tentara disini hanya bekerja ketika perang benar-benar terjadi. Setelahnya, jika dunia damai? Mereka setidaknya lebih difokuskan untuk pembangunan, seperti bekerja untuk proyek benteng atau membangun jalan.


"Kami memiliki harga diri sebagai pejuang! Kami tidak akan melakukan pekerjaan seperti itu!"


"Dan, apakah merampok merupakan pekerjaan yang baik?" Hahaha ... Aku memutar pertanyaan mereka menjadi serangan balasan yang mematikan.


Itu konyol. Jika mereka mengatakan melakukannya demi uang, aku mungkin akan lebih mempercayainya. Tapi, para bajingan ini melakukannya dengan alasan tidak jelas seperti itu.


Saya kira, tidak gunanya untuk mempercayai omong kosong ini. Mungkin aku harus mempertimbangkan untuk membiarkan binatang buas datang lalu meninggalkan mereka, atau ...


"Hmmm? Apakah kau mengatakan sesuatu, Charlotte?"


"T-Terimakasih ..."

__ADS_1


"Untuk apa?"


"B-Bukan apa-apa! Lupakan saja!" Saya kira dia memerah karena satu hal. Tapi apa itu?


__ADS_2