DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 26 - Pertarungan


__ADS_3

"Kau ... Apa yang ..." Hei, yang benar saja? Dia bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk berbicara.


Satu ... Dua ... Oh tidak, bahkan ini adalah yang ke dua puluh kalinya dia melempar meja-meja ke arahku.


Bruno yang sedikit lepas, maksudku agak menjadi gila karena pertarungan ini tiba-tiba menjadi ganas setelah saya berhasil mematahkan pedang miliknya.


"Bwahaha ... Rasakan ini, ini dan ini!" Berhenti, cukup disana! Kau bahkan mulai terlihat menyeramkan.


Para petualang disekitar kami tidak ada lagi yang berniat menonton kami bertarung. Orang-orang di bar juga terlihat sudah melarikan diri dari tadi. Sungguh, apakah hanya kami yang tersisa?


Mungkin tidak, Liya dan satu lagi gadis yang bersembunyi di tempat resepsionis.


"... Tolong jangan salahkan aku atas kerusakan ini ..." Aisha hanya mengatakan itu sepanjang waktu. Berfikir mungkin kerusakan di tempat ini yang membuatnya sampai demikian, tapi.


"Liya ... Apa yang kau lakukan?" Aku baru saja ingin keluar ketika Liya tiba-tiba mengeluarkan tongkat sihir.


"Kita harus mengeluarkan Paman ini. Dia terlihat semakin beringas. Anda tahu, tidak baik bertarung di dalam ..." Maksudmu kau ingin menyeret Bruno keluar supaya tidak ada lagi kerusakan? Yah, itu masuk akal. Jika saya adalah teman Aisha saya pasti akan melakukan apapun yang tidak akan membuatnya terlihat seperti itu.


"Kita keluar sekarang!"


"Eh? Apa yang?" Aku segera membawa Liya keluar tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dahulu. Tenang, kau akan mengerti apa maksudku setelah kita keluar dari tempat mengerikan ini.


"Aku tidak akan membiarkan kau kabur!" Whops ... Aku baru saja ingin menggunakan pintu di belakang kami sebelum Bruno membuat sebuah meja menutupi jalan pelarian tersebut.

__ADS_1


Tapi aku sudah bisa menebaknya, dan menggunakan skill 'Speed Up' untuk menghindari setiap meja yang melayang ke arahku.


"Kita ubah rencana. Liya, bisakah kau menyihir pedangku?"


"Maksudmu menambahkan api?" Ya, semacam itu. Liya langsung merapal mantra dan dalam beberapa detik setelahnya, BOM! Pedang saya tiba-tiba dilapisi oleh energi api.


"Aku akan menyebutnya sebagai Pedang Api." Saya pikir itu cocok, sebuah pedang api, ya? Aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya tapi kurasa itu cukup untuk membuat seseorang terbakar.


"Kau tidak akan bisa lari lagi sekarang!" Tiba-tiba Bruno sudah ada dalam jarak kurang dari sepuluh meter dariku. Tunggu, apakah yang dibawa oleh pria ini adalah sebuah kapak? "Bagaimana, dengan senjata baruku. Aku mendapatkannya di gudang itu."


Oh, tentu saja. Tapi mengesampingkan soal itu.


"Aku akan mengakhirinya disini. Kau tidak akan bisa membuat kerusakan lebih dari ini."


Ini dia, mirip seperti dalam buku komik chapter terakhir yang pernah aku baca, yang dimana ada seorang pemuda biasa dengan pedang berhadapan dengan musuh bebuyutannya.


"Kita mulai! Sihir gabungan pedang dan api!" Aku memperhatikan pedangku, dan karena alasan 'Tidak Terbatas' pedang api yang memerlukan MP untuk menggunakannya menjadi semakin terbakar.


Whoah ... Itu sedikit mengerikan, aku tidak pernah berharap dia akan membakar pemiliknya, lalu. Bisakah saya menyebut ini tidak akan pernah padam karena jumlah MP aku yang banyak?


"Bwahahaha ... Aku tidak akan mengalah kali ini, bocah! Kita lihat bagaimana kau akan menghadapi ini!" Jarak kami dipersempit setelah Bruno dengan kapak besarnya memutuskan untuk memulainya untuk pertama kali.


***

__ADS_1


"Aku tidak akan kalah!"


"Hiyaaa!"


Aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya, semuanya terasa agak gelap selama beberapa waktu. Lalu, tiba-tiba saja aku terbangun untuk menemukan diriku tertidur di atas sebuah benda yang empuk.


"Ah, akhirnya anda bangun." Aku melihat wajah Liya yang menunduk berada di depan wajahku. Itu berarti saya benar tertidur tadi? Dan ...


"Dimana orang itu?!" Aku menoleh ke berbagai tempat. Semuanya sungguh kacau sekarang, oh sial! Aku dalam situasi yang curiga pria seperti dia akan menghilang dan melimpahkan semua masalah kepadaku. (Catatan: Richard takut dia akan mengganti rugi semuanya sendiri, termasuk tentang kerusakan di kantor serikat)


"Aku ada disini?" Bruno dengan luka di bahu tersenyum lebar. Huft, syukurlah dia masih berada disini. Eh, tunggu? Kenapa dia bisa sesantai ini setelah apa yang dia lakukan sebelumnya? "Yah, sepertinya aku bisa menyebut ini sebagai kekalahan memalukan."


"Maksudmu aku berhasil?" Ummm ... Kedengarannya cukup aneh, bukan? Jelas tadi aku yang pingsan tapi mengapa Bruno menyatakan kemenangan untuk aku secara sepihak?


"Ceritanya panjang, kau tiba-tiba menggila dan menyerangku sangat kuat lalu membuatku terjatuh hingga pingsan." Jadi Bruno juga mengalaminya? Aku ragu kebenaran dari cerita ini tapi bukankah ini baik?


Sekarang, karena Bruno yang merupakan petualang terkuat disini kalah melawanku. Itu bisa menjadi contoh kepada siapapun yang berniat mencari masalah denganku agar memikirkannya baik-baik, atau dia akan mendapatkan pembalasan yang setimpal.


"Jadi untuk hadiahku?"


"Ah, itu ... Yah, kau tahu bukan ... Aku tidak bermaksud ... " Saya seperti dibohongi sekarang. Jelas orang ini sudah merenggut banyak hak para petualang yang kalah melawannya bertarung, dan bahkan dihadapanku dengan mulutnya itu dia berkata, "Yang menang akan memiliki budak ini!" Ya, seperti itu. Aku masih mengingatnya dengan baik. Tidak mungkin saya bisa lupa semuanya semudah ini!


Dia menginginkan Liya sebagai hadiah mengalahkanku? Dan karena yang terjadi setelahnya berbeda dari yang Bruno pikirkan, maka mau tidak mau dia harus memberikan sesuatu.

__ADS_1


"Ah, ayolah! Apa yang kau harapkan dari pria berusia 30 tahunan ini?" Aku menyeringai sangat lebar ... Hohoho, saya tidak peduli berapa usiamu tapi karena kau adalah petualang kelas C.


"Aku menginginkan peringkat petualangmu."


__ADS_2