
"Maaf, kupikir itu tidak mungkin."
"Apa? Bagaimana bisa ..." Otto seperti tidak bisa menerima ini. Tunggu, aku punya penjelasan untuk itu.
"Kau bilang akan menjadi pedagang bukan?" Aku melihat Otto menganggukan kepala setelah aku menanyakannya. "Justru itulah yang menjadi penyebabnya."
Ah, itu seperti anda akan berkeliling kerajaan untuk membeli barang dagangan lalu menjualnya dari kota ini contohnya ke kota lain.
Itu akan membuat kami tidak akan, atau lebih tepatnya jarang bertemu. Kecuali Otto hanya berdagang hanya di Kota Rithea dan Tulha. Akan ada banyak kemungkinan Otto bisa menyewa saya sebagai pengawal lagi, tapi itu tergantung keputusan pemuda ini selanjutnya.
"Kau benar, lalu ... ah, aku pikir aku tidak bisa merepotkanmu lebih dari ini." Merepotkan apa katamu? "Kau tahu, jika suatu saat nanti aku berhasil dan menjadi kaya ..."
"Oh, tentu. Aku mungkin akan mempertimbangkan untuk mengawalmu lagi." Sepertinya begitu. Ya, entah kenapa aku merasa dia bisa sukses di masa depan. Aku tidak tahu alasannya tapi saya mempunyai firasat baik tentang ini.
"Jadi, bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" Kesepakatan? "Ya, contohnya ... Pada saat kita bertemu lagi, kau sudah menjadi lebih kuat dari sekarang."
"Dan kau menjadi pedagang kaya."
"Sepakat!" Kami mengatakannya bersama-sama. Itu adalah janji antara laki-laki, saya sudah mengatakannya jadi itu harus terwujud.
"Ngomong-ngomong, Otto. Sepertinya aku mendengar ada sesuatu bergerak di belakangmu." Aku menunjuk ke arah sebuah bayangan disana, dan itu sungguh bergerak.
"Apa yang?!" Terlihat ada sesuatu yang keluar, perlahan menampakan diri. Dan aku menemukan dia adalah seekor. "S-Serigala! A-Dia benar serigala!!!"
Otto langsung melompat ke arahku, tapi saya tidak menangkap tubuhnya dan justru menghindar. Ugh, itu pasti menyakitkan. Pokoknya ... Apa yang sampai membuat pedagang ini takut adalah, benar seekor serigala.
"Varg ..."
"Awuuu ..." Anak baik ... Aku mengusap kepala dia. Dan, tentu saja pemandangan itu merupakan hal yang sangat mengejutkan bagi seseorang disampingku.
__ADS_1
"K-K-Kau ... Apa yang kau ... Uwahh!" Aku menyeringai, bersamaan dengan sebuah ide nakal yang terlintas di dalam pikiranku. Aku kemudian dengan sengaja membuat Varg mendatangi Otto. "Berhenti disana! Tunggu!"
"Ah, tidak ... Kau akan membuatnya mengigit jika kau membentaknya seperti itu." Bercanda, jika Varg melakukannya. Bukankah itu menunjukan dia mengerti bahasa kami?
Yah, mungkin hewan buas akan langsung menerkammu jika salah bertindak.
Tapi menurutku, aku yakin hanya dengan kalimat tertentu seperti, "Berhenti!" atau, "Cukup!" tidak akan membuat mereka langsung menyerang karena mereka tidak tahu apa artinya, kecuali kau menambahkan gerakan yang mengancam. Nah, pada bagian itulah yang membuat hewan-hewan ini mulai merasa terganggu, kurasa.
"Richard ... Kau ..." Ah, sepertinya aku sudah berlebihan. Sepertinya lelucon ini membuat Otto sangat ketakutan. Dia sama takutnya seperti aku yang pertama kali melakukan kontrak dengan Varg, tapi lebih buruk lagi.
"Sepertinya ini sudah waktunya aku kembali ke tenda."
"Ah, oh!" Charlotte tiba-tiba muncul dihadapanku. Mungkin sudah pergantian, "Dan, hei! Cepatlah masuk ke tendamu!"
Woi! Tidak bisakah kau menunggu sebentar? Lalu, apa-apaan ini? Kenapa aku harus masuk sekarang?
"Oh, apakah itu benar, Charlotte?" Kena kau, sekarang aku yakin ... DIA SUDAH MEMERAH!!! Untuk di bagian pipinya, itu terlihat sangat, "Sangat imut!"
"T-Tentu saja ... Bukan! Aku tidak peduli kau kedinginan disana! Dan, hei! Bisa kau hentikan itu? Dasar beban!" Ah, tentu, bukan aku yang dia sebut seperti itu. Saya memperhatikan pria disampingku yang langsung menunjuk dirinya.
"Apakah kau membicarakanku?" Ya, memang, siapa lagi? "Seperti yang dikatakan orang-orang. Aku hanya beban ... Hanya beban ... Hanya beban ..."
Otto jongkok di tanah lalu mengulangi kalimat terakhir sebanyak puluhan kali. Astaga ... Tidak tahu kenapa aku merasa kau terlihat seperti orang menyedihkan yang langsung terluka hanya dengan satu kalimat itu.
***
"Tuan ... Anda sudah ..." Liya menutup mata setelah melihat wajahku sudah menutupi penglihatannya, "Mmmm ..."
Malam itu, seperti biasa, kami melakukannya lagi dan lagi. Aku berada di depan Liya yang duduk dihadapanku, memegang pipinya lalu berbuat sesuatu lagi di bibirnya dan terus melakukannya sampai tiba-tiba Liya menggelengkan kepala ... Hm?
__ADS_1
"... Tuan keterlaluan, bukankah kita sudah berjanji tidak akan melakukannya lebih dari ini?"
"Oh, benarkah? Tapi aku ..."
"Tuan sangat ingin bukan, melakukannya?" Kau ... Jangan pasang ekspresi itu kepadaku, anda tahu saya tidak akan bisa menahan ketika kau tiba-tiba menatapku dengan mata polos itu.
***
"Uhmmm ... Kau, sekarang adalah giliranmu."
"Ah, Tentu!" Liya tersenyum berseri-seri setelah Charlotte mendatanginya beberapa jam setelahnya.
"Ada apa dengan gadis ini?" Aku yakin, itu yang berniat Charlotte katakan, dan tidak lupa untuk. "Kali ini ... Adalah giliranku!"
"Untuk apa?" Aku menanyakan itu ketika Charlotte tiba-tiba memegang pipi saya dengan tangannya, dan membuat bayangan kepala kami menyatu selama beberapa detik ... Eh? Apa yang gadis ini coba lakukan?
"Kupikir kau tidak mau melakukannya." Aku tersenyum smirk, tidak tahu mengapa tapi aku akan menganggapnya sebagai kemenangan pertama.
"B-Berisik! Aku hanya melakukannya karena sudah berjanji ... Hmph! Aku akan pergi."
"Apa yang akan kau lakukan di cuaca seperti ini?" Ah, sepertinya dia kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini, "Jika kau mengatakan 'Liya saja bisa bertahan', maka kau sudah salah besar."
"Kenapa? Aku juga bisa menggunakan elemen api!" Charlotte seperti berusaha meniup sesuatu, hahaha ... Dia terlihat sangat konyol, bahkan ... Ah, sial, aku tidak bisa menahannya, "Hei! Apa yang kau tertawakan?!"
"MP mu ... Pasti sudah habis. Benar, aku membuatnya tidak bisa digunakan." Sederhana saja, aku sebelumnya mengeluarkan jendela status Charlotte dan mengubah MP nya ke mode terkunci, lalu itu akan secara otomatis membuat dia tidak bisa berbuat apapun setelahnya yang berhubungan dengan skill. "Aku baru tahu menjadi majikan berarti bisa memiliki kemampuan mengunci seperti ini. Kenapa kau baru memberitahuku, Sistem?"
"K-Kau?! Apa yang kau lakukan pada kekuatanku?" Hah ... Sedikit lagi ... Aku sangat menikmati ekspresi Charlotte yang memerah itu.
"Ah, baik. Kupikir sudah cukup main-mainnya." Setidaknya itu membuatku bisa menahan dia ketika gadis ini berniat memberontak lagi. Yah, aku pikir itu akan bekerja. Saya akan melakukannya!
__ADS_1