
"Bagaimana? Nyonya, apakah Tuan terlihat cocok dengan pilihanku?" Eh? Ada apa ini, aku memang sebelumnya mengatakan akan mempertimbangkan untuk membeli baju baru, tapi kenapa Liya langsung membuatku memakai salah-satu pakaian semacam jaket jubah di toko.
"Bagus untukmu, Tuan. Ternyata anda memiliki pasangan yang baik." Oh, benarkah? Eh, tunggu! Apa maksudmu dengan pasangan yang baik? "Karena semuanya sudah memilih, bagaimana jika kita membicarakan soal harganya."
"Ah, tentu ..." Aku mengeluarkan koin tembaga ku dan menanyakan rincian jumlah tagihan. Sekarang semuanya sudah beres, lalu untuk pekerjaan baru saya sebagai petualang.
"A-Kau akhirnya datang ... Lalu, emmm ..." Kenapa Aisha menatapku agak lama? Apa ada sesuatu di wajah saya? "Oh, bukan apa-apa." Pasti ada apa-apa bukan?! Lalu, bagaimana kau menjelaskan wajah yang berusaha menahan untuk tertawa itu, dan memalingkan kepala?!
"Baik, kembali ke urusan misi ..."
"Sebelum itu, sepertinya ada tamu yang ingin menemuimu, Richard." Ada tamu? Siapa? Aku menoleh ke belakang Aisha ketika gadis itu berusaha untuk membuat seseorang anak muncul, "Ayolah ... Kau pasti bisa ... Cepat berikan itu kepadanya ..."
Ini ...
Oh, aku tahu dia! Gadis kecil yang memintaku menjadi pahlawan kemarin. Dia pasti tuan putri Salsa, yang sudah berhasil mendapatkan Sishae kembali. Bertanya-tanya ada urusan apa dia menemuiku?
"Ahhh, ummm ... Begini ..." Salsa menatapku dengan mata polosnya, sebelum tiba-tiba membuat tanganku memegang sesuatu. "Tolong ambil ini!"
"Sebuah kantong kulit?" Itu pasti berisi uang, kurasa. Setelah memberikan itu, aku kemudian sadar Salsa sudah berada pada jarak, 1 ... 2 ... 3 ... Sampai 10 meter dariku! Yang benar saja?
"Maaf, jangan salah paham. Dia memang susah untuk berkomunikasi dengan orang lain, atau kita sebut saja dia agak pemalu." Yah, kupikir juga demikian.
"Aku tidak terlalu memikirkannya ... Ngomong-ngomong tentang misi kami selanjutnya."
"A-Kami baru-baru ini menerima laporan bahwa ada serigala yang menyerang rumah penduduk." Whoah, sepertinya itu terdengar berbahaya.
"Bisakah aku menggambil-"
"Maafkan saya, sepertinya seseorang sudah terlebih dahulu menerima misi itu." Aisha menggelengkan kepala. Ah, sayang sekali.
Maksudku, alasanku ingin mengambilnya. Tentu, karena adanya Walf sebagai rekanku, yah, mereka bukankah sesama serigala? Saya mungkin bisa membuat kelompok serigala pengacau untuk tidak menyerang manusia lewat bantuan Walf, semacam bernegosiasi .
__ADS_1
Dan, jika memang tidak membuahkan hasil, maka satu-satunya cara adalah kami hanya perlu melakukannya dengan cara keras.
"Tapi, kau tidak perlu khawatir. Ada banyak misi yang bisa dengan mudah meningkatkan peringkatmu." Aisha
"Oh, bisakah kau memberitahuku salah-satunya?" Aku bertanya, dan Aisha mengeluarkan secarik kertas.
"Ummm ... Tentu, kita lihat ... Disini tertulis ... 'Kami memerlukan petualang yang bisa mencari obat untuk menyembuhkan penyakit'."
***
"Emmm ... Tuan, apa kau yakin dengan ini?" Liya mengatakannya dengan sedikit keraguan.
"Tentu saja, kita hanya perlu mengambil tanaman itu, bukan? Di tebing itu?" Aku menunjuk sebuah bunga di atas kami, itu pasti adalah tanaman obat yang dimaksud. "Jadi kau tidak perlu khawatir. Bukankah misi ini hanya sekedar memetik bunga ..."
"Tidak, saya pikir tidak demikian." Hmmm? Aku mencoba memahami maksud perkataan Liya, ketika gadis itu mengatakan, "Ada sesuatu yang turun." Aku langsung menjadi kaget, begitu melihat sesuatu itu adalah ...
"Seekor harimau?!"
"Awas, Tuan!" Liya membuat aku menjerit ... "Whoah!" Lalu, saya melompat ke atas begitu sebuah serangan cakar hampir mengenai tubuhku. "Baik, saya tahu. Mungkin ini adalah waktunya untuk menggunakan ..."
"A-Saya mengetahu apa maksud Tuan ... " Liya menoleh ke bawah dan agak sedikit memaksakan untuk tersenyum, "Tapi, bukankah itu bisa membuat kita menyingkirkan harimau jika Saya berhasil mengenainya tepat sasaran." Mengenainya tepat sasaran?
Aku memikirkannya selama beberapa saat. Coba dipikir-pikir. Ada sungai di bawah kami, dan Liya mengatakan dengan ledakan, itu bisa membuat party kecil ini mengalahkan harimau?
"Ah! Mungkin kau benar, Liya!
***
"Akhirnya ... Kami berhasil menyelesaikannya!" Aku mengangkat bunga tersebut tinggi-tinggi. Astaga, itu ternyata melelahkan. Selain kami menghadapi harus harimau, aku masih harus mendaki lagi dan itu membutuhkan waktu untuk kami bisa mencapai puncak tebing.
Rasanya lututku agak lemas. Tapi demi naik peringkat, aku harus terbiasa dengan ini.
__ADS_1
"Sepertinya anda berhasil!"
"Ummm, terimakasih." Aku menyerahkan obat ke tangan Aisha. Apakah ini adalah tumbuhan yang dicari oleh orang yang mengajukan permohonan?
"Dan, ini memang obatnya. Agak layu, tapi tidak masalah. Kau melakukan pekerjaan dengan baik. Kupikir sekarang aku harus ..." Aisha mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak kecil, bersamaan ketika Aku dan Liya menyerahkan kartu petualang kami, dan! Tap! Itu menghasilkan sebuah cap sebagai bukti kami menyelesaikan misi.
"Ini untuk misi hari ini, kurang lebih ada seratus tembaga, kurasa." Aku mengambil uang milik saya kemudian menyimpannya.
Ummm, itu cukup untuk menyewa penginapan, mungkin? Dan saya harus membeli makanan juga, tapi masakan Tuan Bastian juga terasa lumayan, lalu ...
"Tuan ...?" Oh, aku lupa dengan ini.
"Bagaimana jika aku membiarkanmu memiliki setengah dari isi kantong ini, Liya?" Aku membuat mata Liya mengamati kantong.
"Ah, tidak-tidak! Saya pikir Tuan lah satu-satunya yang paling cocok untuk urusan keuangan kita." Sudah aku duga, Liya akan mengatakan itu. Ketika saya mencoba memikirkan beberapa ide, Ummm ... Sebuah suara tiba-tiba terdengar di samping telingaku.
"Liya, kupikir kita harus pergi ke toko senjata."
"Toko senjata?" Yup, tepat sekali. Aku mengacungkan jempol ke arah seseorang yang berada di tempat resepsionis. Aisha, dengan senyuman lebarnya menanggapinya dengan ramah, seolah-olah mengatakan, "Semoga berhasil!"
Aku tidak tahu apa artinya itu. Tapi yang pasti. Berkat perkataannya, saya akhirnya mengetahui apa yang kurang dari penampilan Liya.
"Itu tidak ada tongkat sihirnya ..." Yah, itu mungkin adalah penyebabnya, bukan? Mengapa aku merasa aneh ketika Liya melafalkan mantra dengan tangan kosong.
Maksudku, sepengetahuan saya, kebanyakan penyihir menggunakan tongkat ketika bertarung. Aku tidak tahu alasannya, tapi menurut perkataan Aisha, dia mengatakan itu perlu untuk memudahkan Liya menggunakan mantra dan meningkatkan kerusakan untuk setiap serangan.
"Baik, sepertinya kita akan menghabiskan waktu sore kita untuk-Ugh!" Awww, kacau. Tiba-tiba saya menabrak sesuatu.
"Maaf tentang itu, Tuan. Aku kebetulan lewat dan tidak sengaja membuat mataku tidak bisa berhenti menatap gadis itu." Whoah, dia sangat besar! Serius ... Orang asing, ah, bukan! Pria dihadapanku ini, setidaknya beberapa kali lipat lebih tinggi dariku.
Tapi tunggu, apa maksudnya 'Tidak bisa berhenti menatap gadis itu' Begitu saya melihat sekeliling. "Sepertinya tidak ada gadis lain disekitar sini, kecuali ..."
__ADS_1
Tunggu, mungkinkan orang yang dimaksud adalah ...
"Liya?!!!"