DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 70 - Membeli Zirah


__ADS_3

"Sayang, kamu sangat keren!" Apakah begitu? Aku hanya memakai sesuatu yang melindungi bagian tertentu saja, seperti lutut, siku dan sedikit baju besi besi yang menutupi bagian dada. Selebihnya, yah, hanya dilindungi oleh pakaian khusus.


"Semuanya seharga sepuluh ribu ..." Wow, itu cukup mahal. Aku baru saja ingin mengatakan bahwa aku hanya bisa berbelanja sampai sepuluh ribu ... Tapi, bukankah ini yang namanya kebetulan? "Terimakasih, mampirlah ke toko kami lagi ketika ada waktu luang."


Baiklah ... Karena urusan berbelanja sudah selesai ...


"Ah, iya ... Liya ... Kau akan memilikinya lain waktu." Rasanya tidak enak jika hanya aku yang membeli sesuatu disini, jadi aku memikirkan cara untuk bisa memberikan satu hal juga untuk Liya.


"Bagaimana dengan makan di tempat itu?" Liya menunjuk ke satu arah. Sebuah restoran? Aku tidak tahu apakah itu bisa membuat dia merasa senang, tapi sepertinya ada sesuatu yang membuat kami perlu mengunjunginya sebentar.


"Whoah ... Ini ... Banyak sekali!" Aha ... Lihat, sudah aku duga ... Liya dengan mata bercahaya seperti sudah menemukan sesuatu dari kuliner dihadapannya. Ummm ... Bertanya-tanya apakah dia berniat untuk membuat masakan ini?


Yang aku pesan hanyalah makanan tidak terlalu mahal, itu hanya sepotong daging dan beberapa makanan pendamping. Aku sengaja untuk mengambil sedikit uang di tabungan ku untuk bisa makan di tempat ini.


"Bagaimana? Apakah kau sudah merasa senang?" Aku melihat Liya yang menggangukan kepala, rasanya ini mirip seperti kencan ... Kencan, ya?


Kemudian, dalam kesunyian itu, tiba-tiba sesuatu sudah meraih tanganku.


"Bolehkah?" Ugh ... Aku melihat ke bawah untuk menemukan tanganku sudah digenggam oleh sesuatu. Itu sangat-sangat hangat dan dekat! Tentu aku tidak bisa menjawab "Tidak." untuk pertanyaan itu. Dan.


"Bagaimana dengan berkeliling lebih lama lagi?" Ya, untuk saat ini, mungkin yang terbaik adalah jalan-jalan sebentar? Soalnya, kami sudah lama tidak melakukan ini bersama. Jadi aku menggunakan waktu yang tersisa untuk mengelilingi ibu kota.


***

__ADS_1


"Oh ... Sudah pulang, ya?" Aku melihat Charlotte agak dingin karena sesuatu.


"Apa yang terjadi?" Charlotte menunjuk ke satu arah ketika dia menjawab pertanyaanku.


"Disana ... Kakek itu ingin menemuimu ... Katanya ada sesuatu yang harus dia bicarakan ..." Oh iya? Tebak siapa yang Charlotte maksud dengan "kakek." itu?


"Ah, senang aku bisa menemuimu Richard ..." Hanz dengan senyuman mendatangiku dan dia sepertinya mengajakku untuk duduk. Itu masih merupakan kantor serikat, jadi Aisha tentu bisa mendengar semuanya. Tapi, aku tidak mempermasalahkan nya karena mengingat gadis itu sudah membantuku.


"Oh ya? Apa yang terjadi dengan Sistine setelahnya?" Aku diberitahu oleh Hanz tentang sesuatu yang tidak beres dari kekuatan gadis itu.


"Mereka seperti disegel atau setidaknya, ada sesuatu yang seperti berusaha untuk membuatnya tidak memiliki kemampuan untuk naik level." Aku tidak mengerti apa maksud dari Hanz. Ngomong-ngomong, baru pertama kali aku mendengar ini.


"Ah, apakah kamu memanggilku?" Hanz kemudian mengundang Sistine untuk ikut dalam perbincangan kami. Itu sekarang dihadiri oleh aku, Hanz, Liya dan tentu sekarang menjadi empat orang.


"Aku tidak tahu ini penyakit atau bukan, tapi yang pasti ... Ini membuat aku merasa sakit ketika dalam situasi tertentu." Hmmm? Merasakan rasa sakit?


"Aku takut ada yang berbuat yang tidak-tidak kepada gadis ini. Kau tahu, dia ..." Pada bagian kalimat selanjutnya, Hanz lebih memilih mengatakannya lewat bisikan dan aku mendengar itu dengan tanpa berkomentar setelahnya. "Semoga kau bisa mengatasi masalah ini, Richard."


Hanz pergi tepat setelah aku belum selesai mencerna perkataan dia. "Apakah itu mungkin?"


***


Pada keesokan harinya, aku memutuskan untuk pergi menjalankan misi bersama dengan anggota partyku. Itu sekarang sudah menjadi empat orang, dengan bergabungnya Sistine menjadi pendukung.

__ADS_1


"Ini Richard ..." Aku merasakan hangat di tubuhku setelah sesuatu menyentuh punggungku dan meneranginya. Itu pasti merupakan mantra pemulihan dari Sistine. Tebak itu bahkan lebih baik dari potion.


Tapi tetap saja, mantra membutuhkan MP untuk bisa menggunakannya. Yang berarti itu hanya bisa digunakan sampai batasan tertentu. Dan, pada saat itulah potion akan benar-benar dibutuhkan ketika sihir sudah habis.


"Cukup ... Kurasa hari ini kita selesai sampai disini." Tebak, sudah ada berapa orc yang kami kalahkan di hutan. Mereka selalu bermunculan dan menggangu pedagang yang lewat, bahkan tidak jarang juga ada yang mengunjungi desa.


"Aku akan pergi sekarang, Tuan Richard." Sistine berpamitan kepadaku ketika kami sudah berada di kota.


"Iya, tentu ... Ini adalah hasil pencarian bersama, jadi akan aku bagi menjadi setengah." Itu sekitar dua ribu mungkin? Ah, aku tidak tahu kenapa mereka bisa semurah ini? Tapi yang pasti, aku memberikan setengah kepada Sistine tanpa pikir panjang.


"Apa kau serius memberikan ini?" Aku menggangukan kepala mendengar itu.


"Kau sedang dalam kondisi membutuhkan banyak uang, bukan?" Dan, dia terlihat terdiam selama beberapa saat sebelum menerima kantung tembaga itu dan memeluknya dengan erat. "Terimakasih banyak!"


Setelah kepergian gadis penyembuh, aku kemudian berencana pergi ke penginapan terlebih dahulu.


"Tunggu, aku masih harus menyerahkan kartu petualang ini." Untuk diberi setempel tentunya. Dan, ketika itu selesai. Aku kemudian pulang ke penginapan Bastian dengan berjalan kaki bersama Liya dan Charlotte. Dalam perjalanan itu, aku menemukan sesuatu yang tidak biasa.


"Ini uangmu ... Tuan!" Seseorang dengan mantel, eh! Bukan ... Dia adalah Sistine kurasa berada dihadapan sekelompok pemuda dengan senjata.


"Apa yang berniat kau lakukan?" Charlotte dengan sengaja mencegahku untuk ikut terlibat.


"Apakah salah dengan menyapa rekan kita?" Aku tahu ada yang tidak beres tentang beberapa pemuda itu, tapi Liya segera mengatakan sesuatu yang segera membuatku terdiam beberapa detik. "Kau benar, kita mungkin harus mengamati terlebih dahulu dan bertindak ketika itu memang diperlukan."

__ADS_1


__ADS_2