DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 23 - Menyelamatkan Salsa


__ADS_3

"Oh, aku mengerti sekarang. Jadi apa yang kau maksud dengan 'Map' itu akan membawa kita ke tempat Salsa."


"Ya, seperti itulah. Tapi aku tidak akan bisa berbuat banyak ketika orang itu berada terlalu jauh dari jangkauan." Dalam pengejaran kami, aku menjelaskan tentang fungsi peta di pojok kanan atas penglihatanku.


"Disana! Di area kumuh!"


Aku menunjuk seseorang yang berlari di depan kami, dia pasti penculik yang sedang kami cari. Karena disekitar jalanan tidak ada warga lokal yang terlihat, aku mengambil kesimpulan bahwa dia lah yang paling mencurigakan.


"Ups!"


"Apa yang kau lakukan?!"


Brug! Bang! Dan, Bom!


Semuanya terjadi begitu cepat. Saat saya semakin dekat dengan pelaku, tiba-tiba saja kami menemukan sekelompok orang dengan jubah hitam yang tiba-tiba muncul dihadapan kami.


"Awww ... Kepalaku masih terasa sakit." Mungkin karena gelap, aku tidak bisa melihat dengan jelas, tapi, "Liya, Tuan Bastian, mengapa kalian ikut terjatuh?"


"Ahh, itu karena ..."


"Tentu, semua adalah salah mereka!" Keduanya memberikan alasan masing-masing, hanya Bastian yang terlihat membenarkan dirinya. Sungguh, bukankah itu adalah salah kau yang terlalu bersemangat?


Aku juga tidak bisa menyalahkan pria tua ini. Bagaimanapun nyawa Salsa dipertaruhkan, saya juga mungkin akan melakukan hal yang sama jika Liya ...


"Maaf soal itu, Tuan. Kami sebenarnya dalam misi untuk menangkap seseorang yang kami pikir adalah penguntit. Oleh karena itulah, kami salah mengira anda adalah orang yang dicari karena berlari di tengah malam." Salah satu dari kelompok orang berjubah datang sambil menggaruk kepala.


Tunggu, apa ini hanya kebetulan? "Maksudmu kalian juga mencari pria itu?" Aku mengerutkan dahi, sekelompok orang berjubah tiba-tiba mengatakan mencari seseorang tentu membuatku ikut penasaran.


"Sudahlah ... Kau hanya membuang-buang waktu." Bastian dengan tidak semangat mencoba membujukku keluar dari perbincangan ini. Tunggu, bukankah jika dipikir-pikir lagi, mereka bukannya?


"Richard?"


"Dan kau adalah, ... Aisha?" Ah, itu dia orangnya. Seorang gadis berjubah muncul dari balik kegelapan untuk menunjukan wajahnya yang disinari cahaya bulan. Sungguh cantik, tapi, berhenti disana! Apa yang sedang aku pikirkan?

__ADS_1


"Aku tidak menyangka mereka adalah kelompok petualang yang kau sewa ..."


"Yah, aku merasa menyewa beberapa orang mungkin akan lebih membantu untuk menemukan seseorang yang kabur di kota yang luas ini." Itu ada benarnya juga, anda melakukannya dengan baik Aisha.


"Kalau begitu, berarti kalian juga melihat penguntit tadi?"


"Oh, maksudmu pria gendut yang membawa seorang anak kecil ..." Ketika Aisha mengatakan anak yang dimaksud adalah seorang perempuan, Bastian dengan agak kesal menjelaskan semuanya.


"Jadi Salsa diculik? Ya ampun, berarti tadi adalah ..." Aisha dengan terkejut menutup mulut dengan kedua tangannya dan tiba-tiba menangis.


Di saat seperti ini, menurutku biasanya seseorang yang paling dekatlah yang paling merasakan kehilangan, tapi, aku baru mengetahui sesuatu. Aisha menggangap Salsa sebagai adik sendiri.


"Sistem, biasakah kau memberiku bantuan?" Aku berbicara dengan sistem. Seperti biasa, aku hanya berbicara dengan suara yang hanya didengar olehnya.


"Ini agak sulit, di peta kau bisa melihat bahwa orang itu masih berada di tempat ini, ditambah itu agak gelap untuk bisa dilihat oleh mata." Dan, itulah yang menjadi masalahnya. Saya tidak cukup pintar untuk memecahkan teka-teki semacam ini, "Jadi satu-satunya cara mungkin dengan membuat semacam penerangan untuk bisa melihat ..."


"Ah, aku punya ide!"


***


"Itu menakjubkan."


"Sungguh pemandangan yang langka." Baik Bastian dan Aisha tidak bisa menyembunyikan keterkejutan. Yah, saya tidak terlalu memikirkannya dan fokus dengan apa yang menjadi prioritas saya.


"Apakah begini? Tuan?" Ya, itu tepat seperti apa yang ada pada ide saya. Sederhana saja, sistem seperti mengatakan bahwa pelaku mematung dan tidak bergerak, itu berarti dia memutuskan untuk menunggu kami sampai pergi.


"Mari kita lihat ... Disini ada ..." Tentu, yang pertama adalah bangunan, dan yang kedua adalah jalanan yang kosong, lalu yang terakhir terdapat kelompok ... Hohoho, sepertinya saya sudah menemukannya.


"Dia berada diantara kalian! Kelompok manusia berjubah!" Aku menunjuk salah-satu orang yang paling tinggi dan berada di tengah-tengah.


Yah, memang ada beberapa yang tinggi tapi salah-satunya adalah berbadan gemuk dan ada sedikit kembung di bagian tertentu.


Sungguh karena gelap atau karena terlalu banyak orang yang disewa oleh Aisha, aku bahkan tidak bisa membedakan tinggi mereka sebelumnya, tapi, saya yakin dia pasti orangnya.

__ADS_1


Sementara Bastian, Liya, Aisha dan beberapa anggota kelompok yang asli masih kebingungan dengan tuduhan aku, sebelum orang yang aku maksud dengan inisiatif memaksa keluar.


"Apa yang kau lakukan?!"


Orang-orang disekitarnya menjadi panik, dan dalam satu gerakan, "Whoah!" Mereka tiba-tiba terhempas karena sesuatu menendang punggung semuanya, bersamaan ketika penguntit menunjukkan wajahnya.


"Richard! Aku akan membuatmu membayar-"


"Sialan! Kembalikan putriku!" Bastian langsung memotong perkataan dan memberikan tinju. Apa yang kau coba berbuat?


"Gyahhh!" Apakah saya baru mendengar seseorang mengeluarkan suara seperti mendesah kesakitan? Ah, mekesampingkan soal itu.


"Liya ... Kita bantu dia!" Kataku sambil menarik pedang.


"Baik!"


"Tunggu, tolong biarkan saya membantu juga! Aku akan!" Wow-wow, berhenti disana Aisha. Bukankah kau tidak memiliki kemampuan itu? Ah, maksudku karena kau bekerja sebagai penerima tamu, aku pikir kau tidak dilengkapi semacam kemampuan beladiri.


"BERISIK!!!" Keheningan mereda ketika sesuatu membuat semuanya menjadi diam. Ketika saya tahu pemilik suara itu adalah orang yang menodongkan pisau ke arah Salsa, eh?


"Siapapun yang tidak menginginkan gadis ini terluka maka jatuhkan senjata kalian! Terutama kau pak tua, menjauhlah!" Seperti perkataan lawan kami, dia melakukannya lagi untuk bisa kabur. Sebuah rencana yang menurutku sangat licik.


"Sebelum itu bisakah kau memberitahu apa tujuanmu melakukan ini?" Aku bertanya, dia terlihat agak terkejut mendengarnya.


"Bukankah kau sudah tahu? Aku akan membuatnya menjadi milikku dan ..." Karena pembicaraan ini mengarah ke hal yang tidak cocok untuk anak-anak, maka aku bisa menyimpulkan bahwa tujuan pria ini melakukannya adalah karena hobi.


"Ah, aku tahu kau! Anda adalah orang yang dicari karena bertanggung jawab atas lebih dari sepuluh kasus pemerkosaan. Sebaiknya kau menyerah sekarang!" Yah, seperti itulah. Aisha langsung menjelaskan dengan singkat. Tapi menurutku, itu tidak seperti bisa mengubah situasi hanya dengan dua kata terakhir itu.


Baiklah, sementara keduanya sibuk dengan pembicaraan. Aku menucapkan sebuah nama skill, "Speed Up!" Lalu dalam kurang dari satu detik sudah berada di belakangnya dan merebut Salsa.


"Kau! Apa yang kau?!"


"Sekarang semuanya sudah adil bukan? Tidak ada main sandera-sanderaan lagi." Whops, aku melihat Salsa yang sepertinya tertidur, tapi, kenapa ada bekas air mata di bagian ... ,"Baik, karena kau suka membuat gadis menangis, maka aku akan ..." Saya memperhatikan Bastian dan memberikan lampu hijau untuk dia dan beberapa orang berjubah melakukan sesuatu.

__ADS_1


"A-Aku minta maaf. Aku tidak berniat melakukannya lagi, sungguh! Kumohon ampuni aku!"


__ADS_2