
"Kalian para pengganggu, akan aku buat kalian menyesal karena aku akan merusak rencana itu."
Tidak jauh dari sana, si penguntit menampakan diri sambil menyeringai. Dia mendengar seluruh perbincangan saya dengan Bastian, itu termasuk rincian rencana!
"Baik, aku sudah paham dengan permasalahannya. Jadi ini hanya tentang mengatasi pria itu?"
"Ya, sepertinya begitu."
Aku memutuskan untuk memberitahu Aisha soal ini pada keesokan harinya. Saya menebak, mungkin serikat bisa membantu aku dalam masalah ini, tapi.
"Maafkan aku. Menurut peraturan serikat petualang di kerajaan ini, serikat tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam masalah petualang. Yang artinya, anda harus mengatasinya sendiri-sendiri." Serius? Bahkan serikat pun tidak mau mengulurkan bantuannya untukku. "Tapi, jika kau tidak keberatan, aku mungkin bisa sedikit melakukan sesuatu."
"Apa itu?"
"Membuat misi untuk menangkap penguntit yang menganggu ..."
***
"Mereka datang! Dia datang dengan gadis pelayan itu!" Kegirangan, penguntit dengan cepat membuntuti dua orang yang salah-satunya adalah laki-laki dan satu lain perempuan.
Laki-laki itu adalah saya, yang baru saja pulang setelah menyelesaikan misi. Aku tidak tahu akan semudah itu, tentang misi hari ini.
Saya hanya diminta mengumpulkan beberapa tanaman lagi, lalu, karena ada banyak waktu luang, kami memutuskan untuk menggunakannya untuk berburu slime di luar kota.
Ya, itu cukup lumayan untuk menambah jumlah uang kami. Bisa dibilang, aku bekerja di dua tempat berbeda untuk saat ini.
Karena sistem juga memberikanku misi tambahan, yaitu 'Mengerjakan 10 misi di serikat'. Dengan hadiah beberapa puluh tembaga, aku langsung menerimanya. Dan pada sore harinya kami sudah menyelesaikan untuk 10 misi.
__ADS_1
Sementara 1 orang lainnya, tentu adalah Liya yang tingkat suasana kebahagiaannya naik tajam karena tongkat barunya.
"Tuan, bagaimana dengan jurusku tadi?"
"... Yah, itu cukup untuk menghancurkan beberapa, ah, bukan, belasan slime dalam sekejab. Selamat, ya." Aku memberikannya kalimat pujian yang agak dipaksakan, itu tentu karena satu alasan, "Terlalu mengerikan."
Dia sungguh mampu menghancurkan slime begitu banyak. Lalu, ketika saya tidak sengaja membawanya ke tempat penuh dengan tumpukan batu. Tebak apa yang Liya lakukan dengan tongkat barunya? Gadis itu langsung merapal matra dan mengarahkannya ke bebatuan dengan alasan, 'Ekspresimen.' Kemudian, ... hmmm? Sepertinya ada seseorang?
"Siapa?" Aku menoleh ke belakang, disana hanya ada bangunan rumah penduduk. Apakah hanya perasaanku atau memang aku bisa merasakannya tadi, bahwa seseorang menatap dengan niat membunuh kearahku.
"Ada apa tuan?"
"Tidak, mungkin hanya seekor kucing?"
***
"Oh, jadi kau berhasil mendapatkan bantuannya juga?" Aku bertanya-tanya kenapa Bastian agak sedikit curiga dengan perkataan saya seolah-olah mengatakan, "Apakah kau melakukan sesuatu yang aneh?" Atau mungkin lebih tepatnya, "Kau pasti mengancamnya sama seperti yang kau lakukan kepadaku, bukan?"
"Tapi sungguh, dia secara sukarela membantu saya. Aku mempunyai bukti untuk itu, dan ..."
"Baiklah, cukup. Ahhh, sebaiknya kita fokus dengan si penguntit ini! Kau tahu, dia baru-baru ini menetapkan Salsa sebagai korban barunya." Apa? Jadi Cucumu juga diincar?
Tapi, itu terdengar masuk akal. Bastian pernah berkata aku tanpa sadar membuat penguntit mengetahui tempat dimana kami menginap, dan, yah, karena disini juga tempat tinggal Bastian dengan cucunya, mungkin secara kebetulan dia melihat Salsa.
Tapi, bukankah ini bagus? Sekarang Bastian sepenuhnya mendukung rencanaku, dan, karena ini menyangkut Salsa, saya yakin dia tidak akan mengkhianati saya.
Pada waktu berikutnya. Si penguntit sungguh datang ke penginapan, lalu, menuju ke depan pintu kamarku.
__ADS_1
"Kalian tidak akan bisa, aku sudah tahu setiap rencana yang kau dan pria tua itu lakukan. Richard, kau ingin menghajarku bukan? Kita lihat, bagaimana ekspresimu ketika aku membawa Liya pergi dari sini." Dengan senyuman jahatnya, Pria tersebut sebelum menyeringai pergi menuju ke kamar lainnya, sepertinya itu adalah milik Salsa!
"Kyaaa!"
"Apa itu?"
"Sebuah jeritan?"
Apa? Bagaimana bisa, "Aku yakin dia akan datang ke kamar ini. Bagaimana mungkin Penguntit itu memilih kamar yang salah?"
"Tidak, aku rasa tidak begitu. Jika ini adalah suara jeritan perempuan, aku takut dia sudah mengetahui rencana kita dari awal." Bastian menelan ludah dan dalam satu kesempatan dia akan mengatakan, "Sialan! Aku akan menamparmu jika berani menyentuh cucuku." Lalu menendang pintu kamarku, untuk kemudian keluar dari sana dalam gerakan singkat.
A-Kau melakukannya ... Jika itu adalah saya yang merusak pintu, dia pasti akan menuntutku untuk mengganti rugi. Eh, stop! Bukan waktunya untuk membahas ini!
"Ah, Tuan? Akhirnya kau datang, tadi aku bertemu dengan pria aneh dan ..." Ketika aku memeriksa kamar Salsa, Liya menjelaskan dengan panik. Tunggu, jika dia ada disini, jadi suara siapa tadi?
"Ngomong-ngomong dimana Salsaku sekarang?" Bastian yang mengikuti saya menanyakan itu dengan sedikit takut.
"Ah, itu ..." Liya agak ragu-ragu, tapi akhirnya dia bisa menjawab, "Aku terlalu panik dengan kemunculannya tiba-tiba, dan tanpa sengaja memberikan pria itu luka bakar."
"DI-MA-NA SAL-SA SE-KA-RANG?"
"Tunggu dulu, Tuan." Aku berdiri di depan Liya. Sungguh, jika saya tidak bertindak segera aku takut Bastian yang marah akan melampiaskan semuanya kepada Liya.
"Liya, tolonglah, katakan apakah kau gagal melindungi Salsa dan membiarkan gadis itu dibawa olehnya?" Liya mengangukan kepala saat menjawab pertanyaan aku, "Tenang, ini tidak akan menjadi lebih buruk lagi."
"Bagaimana mungkin?!" Yah, aku tahu kau pasti akan mengatakan itu.
__ADS_1