
"Tenang saja, itu tidak akan sampai membunuh Tuan ..."
Kau mengatakannya dengan santai, padahal aku terlihat kesakitan disini.
"Tuan, apa yang terjadi dengan tubuhmu?" Liya mengatakan itu dengan cemas. Sial, saya pasti sudah berlebihan tadi, kuharap ini tidak membuatnya cemas. Ahh, tidak, sepertinya aku sudah terlambat untuk itu.
Dan untuk slime ... Sepertinya dia masih sibuk mencari kami. Beruntung aku memutuskan untuk sembunyi tapi saya tidak yakin kami tidak akan ketahuan.
"Apa yang akan kita lakukan, Liya?"
"Ehh? Anda menanyakan langkah selanjutnya kepada saya?" Aku menggangukan kepala, apa ada yang salah? "Emmm ... kita harus mundur mungkin?"
Mundur, ya? Itu adalah pilihan terakhir jika seandainya situasi diluar kendali. Dan, aku mungkin masih mempunyai waktu untuk memprioritaskan hal lain, seperti ...
"Bisakah kau menjelaskan semuanya sekarang, sistem?"
"Apakah Tuan membicarakan tentang bola cahaya yang masuk ke Tubuh Anda tadi?" Aku mengangguk, sepertinya itu adalah salah-satunya, "Dia akan berguna untuk membuat MP Tuan menjadi tidak terbatas."
Eh, tunggu?! Apa yang baru saja kau katakan tadi?
"MP yang tidak terbatas ..."
Kau tidak sedang bercanda bukan? Bukankah kekuatan itu hanya ada pada cerita fiksi saja? Dan, hei! Sepertinya itu mustahil.
"Aku memerlukan bukti ..."
"Baik, bagaimana jika Tuan memulainya dari, menggunakan 'Sharpen' selama seratus kali. Kita lihat, apakah Anda akan seperti sebelumnya yang sakit kepala setelah berlebihan menggunakaannya." Jadi itu karena MP ku sedikit?
Entah kenapa, perkataan sistem sekarang terdengar agak mencurigakan, mungkin karena sudah membuatku kesakitan tadi yang menyebabkan saya sulit untuk mempercayainya.
"Sharpen." Ini baru satu kali, "Sharpen!"
"Itu yang kedua ... Dan yang ke tiga ... Dan Keempat ..."
***
"Tidak mungkin, ini sudah sampai seratus? Apa yang terjadi? Aku tidak merasa lelah!" Whoah! Itu sepenuhnya berhasil, ketika saya baru menyadari ada perubahan dalam kekuatan saya, seperti tidak merasakan pusing atau kehabisan, aku langsung menjadi bersemangat untuk menggunakan lebih banyak skill.
__ADS_1
"Tuan sekarang percaya bukan? Dengan perkataanku?" Aku menggangukan kepala, memang masih sulit ketika aku tiba-tiba diberikan kemampuan hebat, dan bisa melakukan apa saja tanpa takut kehabisan MP.
"Ngomong-ngomong tentang MP dan HP, sepertinya aku tidak dijelaskan tentang ini di awal." Sederhana saja, pertanyaan ini mengarah ke alasan tulisan status HP yang pernah muncul di atas tubuh slime.
Itu membuatku bertanya-tanya kenapa dia tidak muncul pada saat aku melawan serigala di awal-awal aku dikirim ke dunia ini?
"Sederhana saja, anda masih dalam tahap percobaan." Tahap percobaan, sepertinya sistem pernah mengatakan tentang itu tadi.
"Apakah itu adalah semacam pengakuan?"
"Tepat sekali, dan itu akan membutuhkan pengakuan untuk Tuan bisa membuat karakter di dunia ini, seperti lulus tahap percobaan." Aku masih tidak mengerti, membuat karakter katamu?
"Ini menjadi mirip seperti dalam game saja."
"Memang, dunia ini pada dasarnya adalah game." Ahh, semuanya menjadi masuk akal sekarang.
"Satu hal lagi, sistem. Bisakah kau memberitahuku apa itu Dunia Arcia?"
"Anda akan menemukan jawabannya setelah mengalahkan bos di labirin ini." Mengalahkan slime terlebih dahulu ya? Kupikir itu adalah salah-satu caranya.
***
"Tentu saja, menghabisi monster ini!"
"Saya akan ikut!" Liya terlihat antusias, tapi sayang sekali, kondisinya membuatku merasa tidak enak hati membiarkannya bergabung.
"Mungkin kau bisa diam dan menonton dari jauh."
"Apa Tuan sudah lupa?" Hmmm? Tentang apa? Saat aku menanyakan itu, dia langsung mengebungkan pipi. "Bukankah Tuan mengatakan ini berkat kerja keras kita?" Oh ya, aku baru ingat! Memang aku pernah mengatakan itu, dan semuanya tepat seperti apa yang Liya katakan.
"Jadi biarkan saya ikut!" Ahhh, ini menjadi membingungkan sekarang. Antara menyetujui atau menolak, saya harus memilih yang mana? "Saya mohon ..." Sial! Jangan perlihatkan ekspresi itu ke arahku.
"Ahh, baik tapi dengan satu syarat."
"Apa itu?" Liya memandangiku penuh penasaran.
***
__ADS_1
"Whoah ... Apa Tuan serius? Bertarung dengannya seperti ini?" Serius bagaimana? Bukankah yang menginginkan kita bertarung bersama adalah kau?
Itu yang aku ingin katakan ketika saya membawa tubuh Liya dengan cara menggendongnya mendekati Slime.
"Tolong buat dia sibuk, Liya! Sementara aku akan menggunakan Sharpen seratus kali sebagai serangan pamungkas."
"Apa tuan berniat mengakhirinya sekarang?"
"Ummm ... Sepertinya demikian." Aku berlari zig-zag diantara hujan batu yang lepaskan oleh slime setelah menurunkan Liya di atas sebuah bebatuan.
Ternyata monster itu lebih pandai dari apa yang saya perkirakaan, dia sanggup melempar berkilo-kilo batu adalah sebuah hal yang tidak pernah aku lihat pada slime manapun.
"Menembakan! Sihir [Fire Ball]"
Sepertinya sudah dimulai, dua benda saling bertabrakan dari dua arah, tapi Liya mengatur semua sihirnya untuk melindungi saya saja, seperti menghancurkan batu.
"Itu adalah batu terbesar, Tuan! Saya mungkin tidak bisa menghancurkannya!" Liya menunjuk ke satu arah, itu adalah bayangan raksasa bagiku yang perlahan mendekati aku yang berdiri tidak jauh dari slime.
"Batu yang besar, apakah kau tidak lelah mengangkatnya?" Berpikir kenapa slime bisa melakukan keajaiban ini tanpa bantuan tangan.
Aku rasa mungkin karena ada semacam sihir yang membantunya meletakan batu di atas kepalanya, lalu utuk melemparnya, dia pasti juga menggunakan sihir.
Saya sudah memahami bagaimana mekanismenya, jadi aku cukup paham situasi yang Liya sampaikan.
Sederhana saja, aku berada di bawah bongkahan batu, benar, bayangan yang aku maksud adalah miliknya, jadi sebelum batu bisa menghancurkan tubuh saja, aku langsung mengeluarkan pedang.
"Itu keras ..." Rasanya pedangku mungkin bisa patah jika tidak ditingkatkan oleh 'Sharpen' bertanya-tanya sampai batas berapa aku bisa spam skill? "Tidak terbatas, berarti aku bisa sampai seribu?"
Apa itu tidak mustahil? Aku tidak peduli, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, dan.
"Sharpen!" Itu yang ke seribu, dia membuat pedang saya berwarna kebiruan menyala kali ini. Tebak mungkin skill 'Sharpen' masih lemah, level 2, yang membuat aku baru bisa mengubahnya ke warna tersebut. Mungkin saja dengan menaikkannya akan lebih sedikit lagi mantra yang dilafalkan.
Itu terkesan lama, untuk mengucapkan mantra skill berulang-ulang, saya tidak tahu kapan musuh akan menggunakan itu sebagai waktu serangan dadakan, jadi untuk jaga-jaga aku mungkin akan meningkatkan 'Sharpen' sampai level yang aman.
"Dan ... Bagus, itu sudah retak!" Bukan pedangku, tapi bongkahan batu besar di atas saya yang perlahan mengeluarkan suara, dan itu semakin keras ketika sesuatu sudah menembus bagian tengah batu.
KRAK!
__ADS_1
"Ini? Aku berhasil?" Wah, aku menghancurkan batu besar tadi. Lalu, slime yang terlalu terkejut gagal merespon ketika sebuah pedang yang dilengkapi seribu 'Sharpen' menembus tubuhnya.