DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 32 - Kencan Part 2


__ADS_3

"Emmm ... Jadi, kita akan pergi kemana?" Jika kau menanyakan tentang itu, mungkin pertama-tama aku harus membelikan Charlotte sesuatu.


"Pakaian mungkin?" Yah, begitulah. Pada keesokan harinya kami sungguh pergi berkeliling kota.


Karena beberapa alasan, Liya dan Salsa berpisah rombongan dengan kami untuk sementara waktu. Aku tidak tahu kenapa, tapi Liya mengatakan itu penting untuk meyakinkan Charlotte, tentang apa?


"Selamat datang kembali, Tuan." Dia adalah orangnya, wanita pemilik toko yang sama yang menjual pakaian untuk Liya, "Emmm ... Jadi kamu datang untuk membelikan pakaian baru lagi?"


"Sepertinya begitu, bisakah kau memilihkan sesuatu untuk gadis ini?" Aku memperkenalkan Charlotte, dia memang agak gugup pada awalnya.


Tapi aku segera mendorongnya, atau lebih tepatnya menyeretnya masuk ke dalam sehingga dia mau tidak mau harus menuruti.


"Mari kita lihat, pakaian apa yang cocok untukmu." Ketika wanita pemilik toko sibuk dengan lemari bajunya, Charlotte tiba-tiba menunjukan ekspresi bermasalah.


"Sudah aku bilang ... Aku tidak menginginkan semua ini ..." Aku sudah bisa menebaknya, gadis ini akan berkata seperti itu. Tapi sungguh, dia terlihat manis ketika mengenakannya.


"Bagus untukmu, Charlotte. Mereka terlihat cocok untukmu." Ya, pada bagian tertentu gadis ini terbilang masih dalam pertumbuhan di bagian dadanya.


Tapi, bukan itu yang menarik perhatianku. Dia, terlihat sangat imut. Bahkan aku yakin, ekspresi kesalnya ini seolah-olah yang membuat aku tanpa sadar mengatakan, "Kau sungguh cantik."


"Whoah ... Dia baru saja memujimu, bagus untukmu, nona!" Haha ... Setelah perbincangan ini, kenapa Charlotte masih saja tidak mau berkomentar dan memilih memalingkan muka.


"Lalu untuk harga ..."

__ADS_1


"Ah, kali ini aku akan memberimu diskon. Kau tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak." Itu terdengar baik untukku, tidak tahu mengapa seperti wanita ini agak tersenyum ke arahku tanpa alasan yang jelas.


Tapi aku tidak peduli. Semuanya sudah dibayar sekarang. Itu adalah pakaian yang menyerupai model Gothic Lolita di dunia lamaku.


Untuk satu alasan, semuanya berwarna merah gelap, dan tentu saja. Dia dilengkapi dengan rok mini di bawah, atasan yang dilengkapi dengan pita di dada, plus sepatu dan kaus kaki putih yang memanjang sampai melewati lutut.


Mereka cocok dengan tubuh Charlotte yang agak mungil. Tentu, alasan aku mengatakannya karena dia terlihat seperti anak-anak berusia 13 tahunan, setidaknya dari penampilan.


"Maaf membuatmu menunggu."


"Ah, tidak masalah ..." Aku pergi menemui Liya dan Salsa di taman setelah selesai dengan urusanku, sepertinya ada sesuatu yang membuat wajah Liya agak cemas.


"Apakah ada masalah?" Liya menggangukan kepala setelah aku menanyakan itu. Sepertinya sudah terjadi sesuatu.


"Dan, Kakak Aisha yang memperingatiku kemarin tentang bahaya makhluk ini." Salsa menambahkan.


Semuanya jadi masuk akal sekarang, atau saya bisa mengatakan, semuanya berawal dari Aisha yang mengatakannya kepada Salsa.


Jadi ini sungguh tentang monster yang berniat menyerang kota?


"Tapi tenang saja ... Mereka sudah mengirim beberapa orang untuk mengatasi masalah ini." Oh, jadi serikat sudah mulai bergerak. Yah, akan sangat merepotkan jika sampai makhluk itu mencapai kota.


Aku tidak akan membicarakan ini lagi, bukankah ada janji yang harus kita selesaikan hari ini?

__ADS_1


"Kencan mungkin?" Ugh, kurasa tidak, atau mungkin iya? Aku yang pergi berbelanja dengan tiga gadis manis, apakah ini bisa disebut sebagai ... Sementara aku sibuk memikirkan itu, Charlotte sesekali memandangiku dengan mata polosnya.


"Ada apa?"


Aku menanyainya begitu, tidak tahu kenapa dia agak gugup dan memalingkan muka setelahnya. Eh, tunggu! Apakah aku baru saja melihat wajahnya memerah?


"Lihat, Tuan!" Liya tiba-tiba menunjuk ke satu arah, ada banyak orang yang berlari ke arah kami.


"Apakah ada semacam perayaan?" Tidak, ini tidak seperti adanya semacam festival. Aku tidak tahu kenapa, seperti semua orang agak ketakutan karena sesuatu, "Tunggu dulu paman! Bisakah kau mengatakan apa yang terjadi?"


Saya mencegat seseorang lalu menanyakan itu kepadanya. Terlihat wajah pria tersebut sangat ketakutan, seperti baru saja selesai melihat sesuatu yang mengerikan.


"Mereka datang ..."


"Siapa?"


"Monster itu ... Membunuh banyak orang ... Lalu ..." Pria itu tidak berniat menjelaskan rincian monster yang dia temui tadi. Aku tidak terlalu mempedulikannya, karena saya mungkin akan segera mengetahuinya setelah sampai di lokasi.


Aku bergegas berlari menerobos lautan penduduk yang berusaha menghindari sesuatu setelah selesai mendengarkan cerita pria tersebut. Tepatnya di gerbang kota. Ada sesuatu yang mengamuk disana.


"Tidak mungkin? Mereka adalah ..."


"Seekor Wyvern?!"

__ADS_1


__ADS_2