DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 62 - Kraken


__ADS_3

"Lima ribu?!" Ah, tidak! Lebih tepatnya itu mungkin adalah. "Dua puluh?" Ribu tepatnya!!! Wow, i-itu sungguh gila menurutku. Aku menggunakannya sampai sebanyak itu? Ini mungkin akan menjadi yang pertama dalam sejarah di dunia ini, aku yang menggunakan skill sebanyak puluhan kali. Aku bahkan tidak tahu berapa banyak MP yang akan habis jika aku tidak memiliki kemampuan tidak terbatas ini.


Dan, "Hiyaaa!" Begitu itu sudah tidak bisa menyembunyikan warnanya, maksudku, pedang di tanganku ini sungguh sudah berbeda warna! Merah, ah, bukan! Dia lebih terang dan terang ... Kraken yang tertusuk tidak bisa menghentikanku sekarang. Beberapa tentakelnya dipotong oleh Bruno sementara sisanya sibuk untuk menangkis serangan gabungan Liya dan Charlotte.


Sempurna, aku rasa aku bisa menyebut itu sebagai. Kemenangan yang didapat dari hasil kerja tim sebelum itu menjadi PRANG! Yang menandakan batu sudah KRAK, retak menjadi potongan kecil.


Monster kraken lenyap bersamaan dengan kakiku yang menyentuh tanah.


"Richard!" (Liya)


"H-Hei? Apa kau baik-baik saja?" (Charlotte)


"Ah, ya! Hanya terlalu boros dengan HP. Tapi mengesampingkan soal itu ..." Kita berhasil! "Apakah itu berarti ..." Ughhh, astaga, aku terlalu meremehkan bagian HP ini.


"Kupikir kita harus membawa sayang ke penginapan!"


"Hah? Kau berniat membuatku menggendong ..."

__ADS_1


***


"Ugh ... Kau berat, setidaknya beli lah sedikit ramuan untuk memulihkan HP lain waktu!" Aku tidak terpikirkan dengan ramuan itu karena mengira dengan MP yang tidak terbatas berarti aku tidak akan terkalahkan. Tapi, aku mulai menyadari satu hal, tidak semuanya bisa terlindungi dengan baik.


Bahkan yang lebih parah, aku yang tidak memiliki skill pertahanan yang baiklah yang menyebabkan situasi ini. Sementara untuk Bruno.


"Misi sudah selesai, kurasa itu berarti kita akan berpisah mulai dari sekarang ... Sampai bertemu di ibu kota." Seperti itulah, yang dia katakan sebelum menghilang setelah kami keluar dari labirin. Tetap saja, aku harus dipapah oleh Charlotte untuk bisa ke lokasi penginapan terdekat. Bertanya-tanya kenapa aku tidak menggunakan [Gerbang] saja ketika kembali?


"Berhenti disana!" Ada apa? Seorang gadis menghalangiku dengan pedang yang menodong ke arah kami? Sungguh, gadis zirah yang sama yang memakai rok yang pernah kami temui di labirin. Jika tidak salah, aku mendengar Lyon memanggilnya.


"Sisca ... Kau menakuti mereka!" Ah, iya! Itu dia, gadis yang menatapku kemarin dengan tatapan kesal. Kenapa mereka tiba-tiba menghalangi jalan kami lagi? Dan kali ini aku bisa menyebutnya sebagai penghadangan yang membawa banyak massa.


"Kau penyusup!"


"Mata-mata dari Serikat Kota Tulha!"


"Aku akan menghajarmu! Sama seperti yang sudah kau lakukan pada teman kami!" Apa yang? Ohoho ... Sepertinya senua sudah terbongkar dengan sangat cepat. Sungguh, darimana mereka mengetahui tentang ini?

__ADS_1


"Aku mengetahuinya dari ketua cabang Bazoar!" Oh, jadi dia menanyakan itu, ya? Kemarin?


"Yah, ini sudah tidak penting lagi." Aku menggelengkan kepala, melihat jumlah orang-orang ini membuatku agak mempertimbangkan untuk melakukannya dengan cara keras. Lagipula, HP ku tidak mendukung untuk saat ini, dan satu-satunya cara untuk melarikan diri dari situasi ini adalah ...


"Gerbang!" Aku mengaktifkan gerbang di depan tubuhku dan memasukinya dalam hitungan-


"Aku tidak akan membiarkannya!" Meskipun Lyon masih belum memproses apa yang aku lakukan, dia segera mengambil inisiatif untuk menyerang. Kewaspadaan yang bagus.


"Tapi itu tidak akan bisa menyentuh Richardku!" PLANG DAN BRUK! Charlotte benar-benar melindungiku dan memberikan aku waktu untuk menggunakan [Gerbang]


"Apakah kau yakin dengan ini?" Yah, aku sebenarnya tidak ingin wanita yang melindungiku. Tapi aku merasa tidak akan terlalu baik jika membuat ini menjadi lama.


"Tentu saja, lagipula aku bisa kembali bahkan tanpa Gerbang mu itu!" Maksudmu tdengan menggunakan pemanggilan, Ah, iya! Tentu saja itu bisa. Dan, yah ... Kupikir itu adalah salah-satu caranya.


"Hei! Sobat, apakah ini yang kau inginkan?" Lyon masih tidak percaya. Dia seperti yakin akan menangkap aku hidup-hidup. Sayang sekali, kau pasti mengira setelah HP ku berkurang secara drastis karena penjelajahan aku tidak akan sanggup bertindak lebih jauh, bukan?


Aku menghilang setelah mengatakan, "Kita akan bertemu lagi di turnamen ..." begitupun dengan Charlotte yang berubah menjadi butiran cahaya setelah beberapa detik kemudian.

__ADS_1


"Mereka menghilang! Dasar pengecut!" (Sisca)


Sementara, Lyon justru mengerutkan dahi melihat kejadian itu, "Gerbang?"


__ADS_2