DIAW : Girlfriend System In The World

DIAW : Girlfriend System In The World
Chapter 38 - Bermalam


__ADS_3

Aku memutuskan untuk melupakannya setelah menemukan malam ternyata datang lebih cepat dari perkiraanku. Saya memutuskan menggunakan bantuan para naga untuk membawa mereka ke suatu tempat.


Menurutku, akan jauh lebih mudah jika saya menyerahkannya kepada serikat. Aku tidak lupa membuat semacam surat yang menunjukan bahwa saya dan anggota partyku lah yang sudah mengalahkan para perampok.


Tentu, orang yang menjadi penerimanya harus dipercaya. Aku memutuskan Aisha atau Elina sebagai tujuan. Karena, jika aku menyerahkannya kepada seseorang yang tidak dikenal, saya takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti hak atas hadiah diklaim oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengganggap dialah yang sudah melakukannya, atau sejenisnya.


"Lalu untuk selanjutnya." Ini masih berada di wilayah pegunungan. Memang, masih terlalu gelap untuk memulai perjalanan. Setidaknya seluruh jalan sudah ditutupi oleh kabut, dan kami hanya mampu melihat sampai jarak tertentu saja.


Setelahnya, karena jalan berada diantara tebing, aku memutuskan bahwa melanjutkannya sampai besok adalah pilihan terakhir. Tidak tahu, kejadian buruk seperti apa yang akan menimpa kami jika tidak berhati-hati dalam kondisi seperti ini.


Beruntung, ada tanah kosong kecil yang cocok untuk kami gunakan sebagai tempat berkemah. Dia berbentuk lingkaran dan berada diantara pepohonan, mungkin ini adalah tempat yang sengaja dibuat oleh seseorang untuk situasi seperti ini. Saya memutuskan untuk menggunakannya.


"Ini sup ayam Tuan ..." Liya menyerahkan mangkuk dengan kuah dan lauk ayam kepadaku. Makanan yang sangat cocok untukku yang hampir kedinginan.


Suhu udara disini mungkin mencapai angka minus. Aku tidak menyangkalnya karena disini memang merupakan wilayah dataran tinggi. Satu-satunya cara yang bisa kami lakukan, tentu adalah buru-buru membuat api di tengah-tengah dan sebagai tambahan, kami juga membuat dua tenda.

__ADS_1


"Kita akan bergiliran untuk tugas jaga mulai dari sekarang, adakah yang berniat untuk mengajukan diri menjadi yang pertama?" Aku mengatakannya, seolah-olah semuanya mengatakan, "Tidak sampai kedinginan ini berkurang." serius? Apakah hanya aku yang terlihat kuat pada saat ini? Maksudku, Liya dan Charlotte terlihat seperti membicarakan sesuatu di belakang saya.


"Hmmm? Bolehkah aku mendengar perbincangan kalian?"


"Ah, ummm ... T-Tidak! Kami hanya membicarakan tentang menu makan malam ini, ya!" Liya menepis anggapan tentang menyembunyikan sesuatu, tapi saya dengan mudah dapat membacanya sebagai tindakan berusaha untuk menutupi.


Ya, sudahlah. Aku tidak terlalu peduli apa yang para gadis katakan. Bukankah begini lebih baik? Aku bisa tidur lebih cepat setelahnya. Saya rasa tidak ada salahnya untuk menjadi yang pertama.


***


"Ya? Apakah ada yang salah tentang itu?" Aku menaikkan alis, mendengar dia mengatakan itu seolah-olah membuat saya agak waspada.


"Ah! A-Aku tidak berniat buruk. S-Sungguh jangan bunuh saya!" Kenapa dia menjadi sangat ketakutan seperti ini. Kau tahu, aku sangat menghindari itu. Dan ketika saya menggelemgkan kepala, "Terimakasih Tuan ... Ini pasti akan terasa membingungkan, tapi, bagaimana jika kita memulai dengan perkenalan terlebih dahulu."


"Namaku Richard."

__ADS_1


"Otto ... Ibuku yang menamaiku seperti itu." Otto ya? Sepertinya pria ini ada masalah, tidak tahu mengapa, seperti tatapan orang ini kosong ketika menawarkan diri sebagai teman bicaraku. "Kau tahu, ini pertama kalinya aku memulainya."


"Maksudmu tentang berdagang?" Otto menggangukan kepala ketika menanyaiku. Ah, itu menjelaskan kenapa sikapnya terlihat selalu panik ketika dalam situasi sulit. "Tenang, aku akan membantumu sampai ke kota asalkan kau bersedia membayar lebih ..." Saya mengeluarkan senyuman agak menakutkan di mata pria ini, "Bercanda."


"Anda menakuti saya ... Aku pikir kau akan mengancamku untuk memberikanmu uang tambahan." Maksudmu soal mengalahkan perampok?


"Tidak perlu dipikirkan, kita sama-sama diuntungkan disini. Kau berhasil selamat dan aku mendapatkan uang dan tembaga rampasan." Aku menunjuk kantong tembaga yang aku kumpulkan dari para perampok.


"Hahaha ... Kau seperti menikmatinya ..." Memang, ini adalah dunia yang aku impikan sejak lama. Sebuah tempat dimana aku dikelilingi oleh banyak gadis, lalu ...


"Sepertinya ini adalah pertama kalinya aku berbicara dengan seusiaku." Untuk di dunia ini, bisa dibilang dia adalah laki-laki pertama di dunia ini yang bersedia berbicara cukup lama denganku dan mendengarkan cerita saya.


"Apakah anda tidak memiliki teman sebelumnya, tuan?" Yah, jika kita tidak memasukan Aisha, kurasa selain itu tidak ada yang bisa aku sebut sebagai teman seumuran di dunia ini. "Aku mengagumimu dan sangat ingin memiliki hubungan denganmu, bagaimana jika kita memulainya dari teman?"


"Teman? Apakah kau serius?"

__ADS_1


"Ya, tentu saja. Aku berharap bisa menyewamu lagi."


__ADS_2