
"Sepertinya kita tidak disambut dengan baik disini, Liya."
"Kau benar, tuan. Apakah ..." Yup, tepat seperti yang kau pikirkan.
Itu adalah awal dari sebuah, BOM! Ya, semacam ledakan di dalam ruangan yang kemudian membuat seseorang tanpa sengaja terbangun.
"Siapa yang berani menggangu tidurku?!" Dia menerobos pintu sebelum menemukan aku dan Liya sudah selesai mengalahkan zirah yang terakhir.
"Oh, hallo."
***
"K-kalian siapa?!" Jika kau menanyakan siapa kami, tunggu. Seharusnya aku yang menanyakan itu.
"Kau pasti adalah ... Emmm ..."
"Penyihir!" Ya, itu dia. Dia adalah pelaku dari semua rumor itu.
"Kau serius? Menggunakan baju-baju besi ini untuk mengusir orang-orang? Mereka terlihat lebih lemah dari monster terakhir yang pernah aku temui." Aku yakin dengan itu. Yah, setidaknya mereka lebih kuat daripada goblin. Tapi, mungkin agak lemah dibandingkan dengan monster laba-laba, "Aku menebak kau mungkin adalah penyihir itu bukan?"
Ketika aku melakukannya, semacam menunjuk gadis itu secara tiba-tiba lalu menyerukan, "Menyerahlah!" Dan, lihat. Bagaimana ekspresi gadis itu setelah saya mengatakannya, terlihat seperti berusaha menahan untuk tertawa.
Lalu, jika dipikir-pikir lagi. Saya untuk kedua kalinya tidak menyangka dia adalah seorang perempuan dengan model rambut merah sebahu.
Tapi, kali ini ... Dia bukan hanya tidak terlihat dewasa dari penampilan. Tapi, setidaknya seusia dengan ... Liya mungkin? Atau lebih muda? Mungkin 13 tahunan, kurasa.
"Hmmph! Manusia, kau berani datang dan mengalahkan mereka, berarti kau sudah tahu rahasiaku bukan?"
"Tentang hantu ini?" Aku menunjukan kain putih yang berserakan. Sungguh, jika sistem tidak memberitahuku sebelumnya, saya akan mengira mereka memang hantu.
Tapi itu agak menyeramkan bagiku, aku pikir siapa saja akan ketakutan bukan? Jika tiba-tiba melihat ada kain putih yang terbang?
"Ini hanya karena aku penasaran saja. Kenapa kau memilih untuk tinggal di tempat ini?"
"Kau tahu, manusia. Kalian memang egois. Mengusir gadis kecil dari rumahnya, aku akan membakar kalian yang adalah orang-orang dari kerajaan itu!" Apa yang baru dia katakan? Manusia? Tunggu, kau seperti mengatakan dirimu bukan bagian dari kami? "Memang, aku adalah naga!"
__ADS_1
"Kau pasti bercanda?" Hehehe ... Itu akan menjadi cukup lucu ketika dia mengatakan, "Aku nol persen bercanda." Whoah! Serius?! Dia sungguh adalah naga?
"Hei sistem, kau tidak memberitahuku soal ini?!" J-jadi penyihir ini adalah ... Naga? Bukan manusia. "L-lalu ... Tentang penyihir itu .."
"Aku bukan penyihir ..." Naga, ah. bukan, mungkin lebih tepatnya. Gadis Naga agak tersenyum kecut setelah mendengar aku mengatakan itu.
Sungguh jika kau bukan penyihir, lalu. Apakah semua ini adalah murni kesalahan sistem yang salah memberikan informasi?
"Lalu bagaimana caramu memanggil mereka?" Aku menunjuk zirah-zirah yang tergeletak di lantai. Termasuk tipuan kain bergerak ini.
"Oh, mereka adalah bawahanku. Kau pasti tidak pernah menyangka bukan, aku adalah seorang tuan putri?" Pufttt! Aku merasa dia salah mengatakan sesuatu.
Jadi, gadis yang ada dihadapanku adalah seekor naga yang mengambil wujud manusia, juga adalah seorang tuan putri yang memiliki puluhan bawahan?
***
"Ngomong-ngomong, namaku adalah Charlotte! Sekarang, perkenalkan dirimu, manusia! Sebelum aku memakanmu!"
"Aku Richard, dan dia adalah Liya, rekan party ku." Apa dia baru saja mengatakan akan menelanku hidup-hidup?
Aku menemukan bahwa Charlotte memang berniat melakukannya, dilihat dari ekspresinya yang selalu tersenyum sombong ke arahku, semacam merendahkanku.
"Tuan, apakah anda berniat membuat Naga ini menjadi bawahanmu?" Tepat, dan aku memerlukan jawaban untuk bagian, "Apakah dia bisa dijadikan bawahan." Itu. "Sepertinya tidak mustahil. Tapi, apakah anda yakin? Dia berada di level seratus. Lebih tinggi darimu." Oh benarkah?
Aku mengamati, dan ... Yah, saya memang tidak bisa melihat seberapa kuat gadis ini. Tapi, tunggu. Sepertinya aku memang tidak bisa melakukannya sebelumnya.
"Identification ..."
[Nama : Charlotte]
[Ras : Naga Merah]
[Usia : ???]
[Jenis kelamin : Perempuan]
__ADS_1
[Profesi : Pendekar Tombak Level 100]
[Skill : Api Level 20, Dragon Burst level 40, Dragon Wind level 30, Strengthen Level 10, Sharpen level 2, Basic punch level 20]
Wow, semua ini? Bukankah dia memang sangat kuat? Jika dia adalah Gadis Naga yang berada di level 100 maka aku mungkin akan kalah jika berhadapan satu lawan satu dengannya. Tapi lain cerita jika yang bertarung bukan hanya seseorang saja.
"Mari kita lakukan, Tuan." Liya mengeluarkan tongkat sihirnya.
"Oh, jadi kau juga pengguna elemen api?" Charlotte bertanya, dan dia cukup terkejut dengan itu, "Baiklah ... Aku akan melihat bagaimana caramu mengatasi ini! Api!" Apa dia baru saja merapalkan sebuah mantra yang sangat pendek? Itu adalah, semacam mirip meteor! Tapi agak kecil!
"Awas! Dia menuju ke arah kita!"
"Memunculkan, Fire Ball! Majulah!" Liya merespon serangan itu. Sekarang sudah ada dua bola bola api yang akan segera berbenturan, KABOOM!
"Apakah mereka lenyap?!" Tepat, mereka menghilang dalam hitungan detik setelah menimbulkan ledakan besar.
"Wow, lumayan untuk seorang penyihir. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan ... Hmm?" Gawat, kupikir dia sudah menyadarinya.
"Speed Up!" Ketika Charlotte menemukan tubuh saya sudah ada di dekatnya, aku langsung bergerak masuk dan dalam beberapa detik sudah mengayunkan pedang, bersamaan ketika aku mengucapkan, "Sharpen!" Sebanyak, 100 kali!!!
"Apa ... Yang ..." Lagi, lagi! Dan, itu masih belum cukup untuk membuatnya terpukul mundur. Aku memang menargetkan tubuhnya sebagai sasaran, tapi bahkan pedangku tidak bisa menyentuhnya sedikitpun, sampai pada ayunan ke sembilan puluh sembilan ... PLANG!
"Itu tertangkis?" Ya, benar. Sebuah tongkat tiba-tiba sudah berada di tangan Charlotte. Sial, kenapa aku bisa lupa dia adalah Pendekar Tombak level 100, "Tapi ... Sepertinya itu terbuat dari besi ..." Aku agak terdiam sejenak, itu agak menyebalkan.
Tongkat besi seharusnya sulit untuk dipatahkan, bahkan untuk membengkokkannya dengan tangan kosong pun sepertinya mustahil. Tapi tunggu sebentar ...
"Bagaimana? Apakah kau akan menyerah sekarang?"
"Biar aku katakan ini kepadamu. Jika kau kalah apakah kau bersedia membuat kontrak denganku?" Aku bertanya, Charlotte langsung tertawa setelahnya.
"Kau menginginkan aku? Menjadi bawahanmu?" Ya, semacam itulah. Kau akan sangat berguna nantinya jika bergabung dalam party kecil kami. Alasannya cukup sederhana. Kekuatanmu ini, sangat luar biasa. "Baiklah, aku menyetujuinya manusia. Tapi jika kau kalah aku akan memakanmu, oke?"
"Baik." Sepakat, aku langsung meletakan tanganku di kepala Charlotte yang sedang memegangi tombaknya dengan kedua tangan.
"Apa yang kau ..."
__ADS_1
Aku menyeringai lebar, dia sudah tidak bisa kabur sekarang. Selanjutnya adalah bagian dari kejutan tingkat tinggi, "Shock!"
"AwwAwwAwAwAww!"