
"Oh, akhirnya kau kembali." Ya, begitulah. Dua orang yang menyambut kami ketika pulang ke penginapan. Yah, tentu dia adalah Bastian yang merupakan pemilik tempat ini, dan cucunya, Salsa.
"Tuan petualang ..." Emmm ... Sepertinya gadis ini masih menggangapku seperti itu. "Aku ingin mendengarnya! Mendengar kisah hebatmu hari ini!"
"Ah, iya tentu ..." Itu akan menjadi cerita yang panjang jika aku harus menjelaskan semua tentang pengalamanku ketika menjelajahi labirin. Aku memang berniat mengatakannya, tapi aku terlalu ... Hm ...
"Kau pasti lelah, bukan?" Yup, seperti itulah. Bastian menanyakannya dan tentu itu membuat seseorang menjadi khawatir.
"Aku akan langsung ke kamarku."
"Oh, benarkah? Apakah kau juga berniat melewatkan makan malam?" Aku menggangukan kepala, seseorang disampingku yang akan melakukannya. Dengan kata lain ...
"Liya ... Mulai dari sekarang, kaulah yang bertugas untuk memasak untukku."
"Tentu saja!"
Aku pergi ke kamar kami dan, itu masih satu ruangan yang dihuni oleh kami bertiga. Sejujurnya, karena alasan tertentu, aku dan Liya sepakat untuk tidur di kamar yang sama.
"Sudah ... Ini terlalu berlebihan ..." Aku tersenyum ke arah Liya yang menyeka air liurnya, mencicipi gadis ini membuatku benar-benar ketagihan. Satu ... Dua ... Tiga ... Bahkan, "Sudah hentikan, Darling."
Dia memanggilku begitu, berarti ini adalah momen yang tepat bukan untuk melakukannya, bukan?
"Cukup! Ahhh, kenapa kalian selalu saja melakukannya tanpa mengajakku untuk ikut!" Whoah! Apa yang ... Itu adalah, Charlotte yang tiba-tiba mendorong Liya dan menarik tubuhku untuk kami melakukan ... "Mmmm ... Mulai dari sekarang, kau juga harus melakukannya denganku, oke?!"
__ADS_1
***
"Bagaimana dengan malam mu hari ini ..." Itu sangat indah. Aku seperti diperebutkan oleh dua orang kemarin.
Eh, tidak mungkin aku mengatakannya seperti itu. Bastian yang memasang wajah agak mengganguku, mirip seperti mengejek saya, mengatakan itu ketika aku memikirkan sesuatu di meja makan.
"Silahkan dimakan, sayang!" Uhuk ... Dia mengatakan itu dihadapan Bastian?! Oh, no. Panggilan "Sayang." dengan "Darling." itu, apa bedanya?
"Ohoho ..." Brengsek, seolah-olah Bastian sedang menikmati aku yang agak memerah di bagian pipi.
Uhmmm, tentu aku tidak bisa mengatakan "Tidak." ketika pria itu menanyakan apakah kami memiliki hubungan khsus? Tapi sungguh, jika itu yang benar-benar menjadi pertanyaannya.
"Kapan kalian akan menikah." Pufftf! Minumanku langsung muncrat dari mulutku! Itu semacam meluncur, kau tahu? Charlotte juga kemudian salah tingkah karenanya, begitupun dengan Liya yang wajahnya semerah tomat dan kehilangan keseimbangan di bagian ...
"Ya, kau tahu. Kupikir sudah waktunya." Sudah waktunya apanya? Itu terlalu cepat menurutku! Dan, hei! Jika itu adalah di dunia lamaku, kami bahkan memiliki peraturan yang membuat seseorang boleh menikah ketika mencapai usia tertentu.
"Menikah ... Dengan Richard?" Liya yang masih bisa bertahan dari pertanyaan itu berkomentar dengan mata yang terdapat kilauan cahaya. Anda serius mengatakannya, bahwa di dunia ini kau boleh menikahi seseorang yang bahkan berusia muda?
"Mengapa tidak? Sudah menjadi hal yang umum untuk gadis usia enam belas tahun menikahi seseorang yang usianya delapan belas tahun di dunia ini. Bahkan ada yang sudah bertunangan ketika usia dua belas tahun ..." Dan kau mengatakannya seolah-olah itu akan berhasil? Anda serius, menyatakan bahwa itu adalah usia yang tepat untuk memulai hubungan rumah tangga?
Tidak! Tidak! Jangan sekarang, aku masih harus memikirkan tentang kondisiku! Ya, kakekku berkata aku harus memiliki mental dan kemampuan yang cukup untuk menbiayai hidup anakku! Ah, tentu ... Aku masih perlu membangun rumah, karena kami akan berkeluarga nanti. Tapi, stop! Berhenti disana.
"Ngomong-ngomong, tentang botol ramuan yang aku beli ini ... Kalian boleh memilikinya, masing-masing lima." Aku memberikan potion peringkat C untuk kepada Liya dan Charlotte. Itu pasti akan mengatasi untuk masalah kehabisan MP untuk sementara waktu. Dan, tentu aku masih harus membelinya dalam jumlah yang banyak.
__ADS_1
Tapi, untuk di bagian pemulihan HP nya ... . "Yah, aku akan menyimpan ini sebagai gantinya."
HP itu menentukan petualanganku. Jika aku kehabisannya, maka permainan berakhir. Juga, aku rasa tidak terlalu perlu bagi aku untuk memberikan salah-satunya kepada Charlotte. Tebak, dia mungkin bisa aku perintahkan mundur ketika HP nya menurun drastis. Ahhh, tidak ... Aku tidak boleh tidak memikirkan itu.
Jadi, aku memutuskan untuk pergi ke serikat setelahnya setelah Liya dan Charlotte sepakat untuk menerima potion itu. Mereka bahkan tanpa membantah melakukannya, dan hanya mengatakan, "Apakah itu akan baik-baik saja?" Atau, "Serius, kau sungguh memberikannya padaku?" Dan, tentu pada kalimat yang kedua Charlotte yang mengatakannya.
Ngomong-ngomong, tentang misi di serikat.
"Sudah saya bilang ... Anda tidak memenuhi syarat untuk berpetualang sendirian." Oh, ada Aisha yang sepertinya ... Hm? Berdebat dengan seseorang dengan mantel hitam?
"Bahkan setelah aku membeli pedang dan perisai ini?" Ugh ... Melihat apa yang dibawa gadis mantel itu, apakah itu adalah pedang kayu dan satu papan kayu tipis yang dibuat untuk fungsi melindungi?
"... Jawabannya tetap sama, ditolak."
"Ditolak, ya?" Dia terjatuh dengan lutut yang pertama kali menyentuh lantai, sepertinya gadis itu sudah menyerah untuk mencapai tujuannya. Aku kemudian mendekat, tentu untuk mengobrol dengan Aisha dan sedikit menemukan sesuatu dari gadis ini.
"Apakah kau mengenal dia, Richard?" (Liya)
"Ah, iya. Tentu ... Dia adalah gadis yang kemarin." Benar, dia adalah orang yang sama yan sepertinya menabrakku pada waktu itu. Kalau tidak salah dia mengatakan tentang ... . "Tunggu, apakah kau mengatakan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan?"
"Uhmmm ... Apakah kamu berbicara denganku?" Wajahnya memang bisa dilihat setengah-setengah, tapi aku tidak bisa menatap matanya langsung karena sesuatu yang menghalangi. "Oh, maaf ... Sepertinya aku harus membuat sedikit penyesuaian."
Gadis itu membuka kain yang menutupi kepalanya, aku hanya terdiam untuk beberapa saat itu karena sesuatu tiba-tiba saja mengejutkanku!
__ADS_1