
"Hmmm ... Jadi ini hanya tentang uang, bukan?" Aku mengambil sesuatu dari [Penyimpanan] dan melempar satu kantung besar tembaga tempat ke wajah Fran.
"Huh?"
"Apa yang kau lakukan?" Sementara Sistine dan Fran kebingungan, aku dengan cepat meraih pergelangan tangan Sistine.
"Kau lihat, gadis ini sekarang berada dalam jeratan hutangku! Dia memijam uang kepadaku untuk membayar hutangnya kepadamu!" Ya, mungkin itu sama saja, dan Sistine masih memiliki hutang saat ini ... Tapi, yang menjadi perbedaannya, tentu adalah orang yang dia pinjam uangnya.
Aku kemudian mengatakan sesuatu kepada sistem yang segera meresponku dengan mengeluarkan cahaya kuning di atas kepala Sistine.
"Kontrak berhasil ... Gadis ini sekarang akan menjadi budakmu dan akan bebas setelah dia mengembalikan dua puluh ribu tembagamu." Oh, benarkah? Sebenarnya aku tidak mengharapkan ini. Memperbudak Sistine secara paksa dan secara sepihak juga, lalu ... Apa bedanya aku dengan Fran jika seperti ini?
Ketika aku menceritakan itu kepada Sistine, dia menangis tidak wajar ... Eh?
"Tidak ... Aku .. Aku sangat bahagia ..." Ha! Ha ... Tentu, yang dia maksud bahagia mungkin karena bisa terbebas dari situasi ini. "Alasan aku bahagia adalah ... Bisa terjerat hutang denganmu."
Aku tidak tahu apa itu baik atau buruk, tapi yang aku lihat saat ini, Sistine seperti mempercayaiku. Tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya, seolah-olah dia menyukai ide kontrak denganku tersebut. Mengesampingkan soal itu.
__ADS_1
"Hah ... Kita pergi sekarang!" Fran dan beberapa pengikutnya segera meninggalkan kami setelah melihat semua itu. Dia pasti merasa kesal dengan ini, tapi aku juga tidak merasa menyesal karena sudah melakukannya.
***
"Ehmmm ... Begitulah yang terjadi." Setidaknya, sekarang aku memiliki kendali atas semua yang Sistine lakukan selanjutnya. Itu wajar mengingat aku sudah membuat kontrak dengannya.
"Dan, apa yang akan kau lakukan setelah menghabiskan dua puluh ribu tembagamu hanya untuk seorang gadis?" Aku tidak tahu, mungkin aku akan mengumpulkannya menjadi lima puluh ribu lagi. Ya, aku yakin dalam beberapa minggu lagi ...
"Maafkan aku, Tuan Richard ..." Aku menoleh kesamping dan menemukan wajah Sistine menunduk. Memang, dia masih merasa bersalah karena kejadian itu. Tapi tenang saja, yang memutuskan untuk membantu dia adalah atas keinginan aku sendiri, jadi aku bisa mengatakan dia tidak sepenuhnya bersalah.
"Tentu saja, tidak!" Ha-ha! Kau pasti bercanda bukan? Bagaimana mungkin ada seorang gadis sepertinya yang sengaja mengajukan ide konyol itu kepadaku? Maksudku. "Apa kau tahu bagaimana kontrak bekerja?"
"Hmmm? Bukankah itu sudah jelas? Kau membuat seseorang mematuhi keinginanmu, dan bebas berbuat apa saja dengan mereka, bukan?" Ah, aku rasa dia bisa mengerti beberapa ... Tapi, hentikan itu sobat! Aku seperti menemukan perubahan ekspresi pada Sistine. Astaga, semoga pembicaraan ini tidak membuatnya salah paham.
"Ummm ... Tidak masalah ... A-Aku akan berusaha ..." Ya? Berusaha untuk apa? Dan ketika aku memikirkan itu, Aisha dengan dalam kesempatan itu menamparku dengan beberapa kertas misi.
"Itu adalah misi di hutan, ada banyak penduduk yang melihat sekawanan orc sedang bersiap untuk melakukan sesuatu ..." Apakah menyerang desa? Ah, itu tidak mungkin bukan? Monster ini tidak memiliki yang mamanya kecerdasan, tapi aku tidak bisa mengabaikan ini. "Kau benar, ngomong-ngomong, tentang pemasok bahan potion mu itu, aku sudah menemukan salah-satu orang."
__ADS_1
"Hmmm ..." Eh? Bukankah dia! "Otto?!"
***
"Jadi begitu ..." Ah, semuanya menjadi sederhana sekarang.
Serikat sepertinya bekerja sama dengan pedagang untuk memenuhi yang namanya permintaan bahan tersebut, dan dia yang menjadi perantara antara aku dengan Otto. Itu mirip seperti, orang yang membeli barang pedagang itu dan menjualnya kembali kepadaku dengan harga yang lebih tinggi untuk mencari untung.
"Itu benar sekali, Ketua Elina memang mengizinkan ini tapi sebagai gantinya dia ingin megawasimu."
Tunggu, jika aku bisa bekerja sama dengan Otto secara langsung tanpa membuat serikat petualang sampai terlibat ... Aku pikir itu mungkin! Sungguh, anda tidak mengharapkan bukan seseorang selalu mengawasi kegiatan anda?
"Ah, jangan salah paham ... Ketua hanya ingin melihat potensi dari pabrik kecilmu itu." (Aisha)
"Tunggu, apa?" Ketika aku memikirkannya lagi, tidak heran Elina sampai repot-repot mencarikanku penyedia bahan-bahan tersebut hanya demi satu hal yang menurutku masuk akal. "Aku tahu ini, jangan bilang kau ingin aku memasok potion kami untuk serikat."
"Itu memang salah-satu dari rencana." Aku sudah bisa menebaknya. Dan, tentu, itu akan menjadi masalah kami selanjutnya. "Tapi tenang saja, kami akan selalu berusaha memberimu kemudahan. Lalu, pada akhirnya, Ketua melakukan ini hanya untuk membantumu naik level."
__ADS_1